By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Kisah Nyata dr. Celline, Bedah Buku “Breaking the Ceiling” Warnai Festival Literasi di Bondowoso
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Kisah Nyata dr. Celline, Bedah Buku “Breaking the Ceiling” Warnai Festival Literasi di Bondowoso
Sospol

Kisah Nyata dr. Celline, Bedah Buku “Breaking the Ceiling” Warnai Festival Literasi di Bondowoso

29/07/2026 Sospol
SHARE

Bondowoso, radar96.com – Hari kedua Pameran dan Festival Literasi Bondowoso menghadirkan suasana berbeda. Ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti bedah buku “Breaking the Ceiling” karya dr. Celline Wijaya, MMSc., yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bondowoso, Selasa (28/7/2026).

Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB itu diikuti pelajar SD, SMP, SMA/SMK, mahasiswa, guru pendamping, hingga komunitas literasi. Bahkan sebelum kegiatan dimulai, peserta telah memenuhi meja registrasi untuk mendapatkan 100 eksemplar buku yang dibagikan secara cuma-cuma oleh panitia.

Bedah buku dipandu Mohammad Hairul, M.Pd., Instruktur Nasional Literasi Baca-Tulis sekaligus Kepala SMP Negeri 1 Curahdami. Mengawali acara, Hairul mengajak peserta melihat literasi sebagai jalan untuk meninggalkan jejak pemikiran yang akan dikenang lintas generasi.

Semangat peserta semakin terasa saat dr. Celline Wijaya mulai menceritakan perjalanan hidupnya. Penulis yang berasal dari Jember itu mengisahkan bagaimana ia mampu menyelesaikan pendidikan kedokteran di Universitas Airlangga sejak usia 15 tahun melalui program akselerasi, sebelum melanjutkan studi magister di Harvard University.

“Saya menulis buku ini bukan untuk menceritakan keberhasilan, tetapi untuk menunjukkan bahwa setiap orang pasti memiliki tantangan. Yang membedakan hanyalah apakah kita memilih berhenti atau terus melangkah,” ujar Celline.

Menurutnya, keberhasilan bukanlah hasil dari kecerdasan semata, melainkan lahir dari kebiasaan belajar, keberanian mencoba, dan konsistensi dalam menghadapi berbagai kegagalan.

“Tidak semua kesempatan datang dua kali. Karena itu, ketika peluang hadir, jangan ragu mengambilnya. Keberanian sering kali menjadi awal dari perubahan besar dalam hidup,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, S.Pd., M.Si., yang menjadi penanggap pertama menilai buku Breaking the Ceiling mampu memberikan perspektif baru kepada pelajar tentang arti sebuah perjuangan.

“Buku ini mengingatkan kita bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Justru dengan pendidikan dan kerja keras, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, penanggap kedua Dr. Septiana Agustin, M.Pd., mengajak peserta agar tidak mudah kehilangan kepercayaan diri hanya karena penilaian orang lain.

“Jangan biarkan standar orang lain membatasi impian kita. Percayalah pada proses yang sedang dijalani, karena setiap orang memiliki waktunya masing-masing untuk berhasil,” tuturnya.

Suasana diskusi berlangsung hangat. Peserta tidak hanya bertanya mengenai isi buku, tetapi juga menggali pengalaman pribadi penulis, mulai dari cara membangun disiplin belajar hingga menjaga semangat ketika menghadapi kegagalan. Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan berbagai hadiah menarik, sementara dr. Celline melayani permintaan tanda tangan dan foto bersama hingga acara berakhir.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bondowoso, Dra. Nunung Setianingsih, M.M., mengaku puas melihat tingginya antusiasme peserta sepanjang kegiatan berlangsung.

“Kami sengaja memilih buku Breaking the Ceiling karena pesannya sangat dekat dengan kehidupan para pelajar. Kami berharap mereka tidak hanya menikmati cerita yang disampaikan, tetapi juga membawa pulang semangat untuk terus belajar, berani bermimpi, dan tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita,” pungkas Nunung. (*/Rif)

Iklan.

You Might Also Like

FAI Universitas Bondowoso Perkuat Budaya Akademik, Mahasiswa Dibekali Pengelolaan Referensi Ilmiah

DPKP Bondowoso Permudah Petani Akses Pendampingan dengan Konsultasi Pertanian di Lahan

Perkuat Sinergi Pengembangan Dana Umat, Komisi PDUF Ajak Dua Rekanan ke Pesantren Tambakberas

Dewan Pendidikan Bondowoso Desak Percepatan Pembenahan Tata Kelola Pendidikan

KKN 2026 di Kecamatan Tlogosari, UNIBO Fokus Perkuat Digitalisasi Desa

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article FAI Universitas Bondowoso Perkuat Budaya Akademik, Mahasiswa Dibekali Pengelolaan Referensi Ilmiah

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

FAI Universitas Bondowoso Perkuat Budaya Akademik, Mahasiswa Dibekali Pengelolaan Referensi Ilmiah
Sospol
DPKP Bondowoso Permudah Petani Akses Pendampingan dengan Konsultasi Pertanian di Lahan
Sospol
Perkuat Sinergi Pengembangan Dana Umat, Komisi PDUF Ajak Dua Rekanan ke Pesantren Tambakberas
Sospol
Bondowoso Digital Days (BDD) 2026 ditutup, 5.452 Transaksi QRIS Tercatat dengan Omzet Rp783,1 Juta
Ekraf

You Might also Like

Sospol

Arum Sabil: Tri Dharma dan Dasa Dharma Harus Menyatu dalam Diri Guru

27/07/2026
Sospol

Festival Literasi 2026, Bupati Bondowoso: Perkuat Gerakan Literasi

27/07/2026
Sospol

Persaudaraan Bawean Nusantara (PBN) terbentuk di Bondowoso

26/07/2026
Sospol

Demasindo-DMI Jatim: Tahun 2026 ada 37 kegiatan DMI untuk Masjid

25/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?