By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gus Kikin: Qanun Asasi Jadi Warisan Terbesar Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Gus Kikin: Qanun Asasi Jadi Warisan Terbesar Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari
Nahdliyyin

Gus Kikin: Qanun Asasi Jadi Warisan Terbesar Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari

31/07/2026 Nahdliyyin
SHARE

Yogyakarta, radar96.com – Pengasuh Pesantren Tebuireng sekaligus Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menegaskan bahwa warisan terbesar pendiri NU Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari tidak hanya berupa karya-karya tulis, tetapi juga sistem nilai yakni Al-Qanun Al-Asasi.

“Al-Qanun Al-Asasi bukan sekadar dokumen sejarah, melainkan fondasi nilai yang harus terus dihidupkan. Di dalamnya terkandung prinsip-prinsip yang membentuk tradisi keilmuan, adab persatuan dan akhlak, serta tanggung jawab dalam pengabdian kepada umat,” ungkap Gus Kikin dalam diskusi bersama guru besar dan dosen di UGM Yogyakarta, Kamis (30/7).

Dalam forum silaturrahim tersebut, Gus Kikin menjelaskan warisan pendiri NU itu tetap relevan untuk menjawab tantangan zaman, karena itu Tradisi Intelektual dan Al-Qanun Al-Asasi itu penting untuk dirawat bersama sebagai fondasi pengembangan pendidikan, pemikiran Islam, dan peradaban bangsa.

Dalam suasana penuh keakraban dan semangat keilmuan, diskusi ini mengarah kepada pentingnya menjaga kesinambungan sanad intelektual Hadratussyaikh melalui penguatan kajian akademik, riset, serta implementasi nilai-nilai yang diwariskan kepada generasi masa kini.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mentransformasikan khazanah pemikiran Hadratussyaikh menjadi kajian ilmiah yang kontekstual tanpa kehilangan akar tradisi pesantren, karena itu sinergi antara pesantren, akademisi, dan lembaga pendidikan menjadi langkah penting untuk memastikan warisan intelektual tersebut tetap hidup dan memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Forum diskusi juga menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat penelitian, dokumentasi, dan diseminasi pemikiran Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari, termasuk pengembangan kajian terhadap Al-Qanun Al-Asasi sebagai salah satu karya monumental yang memuat prinsip-prinsip dasar perjuangan, organisasi, dan etika keilmuan Nahdlatul Ulama.

Melalui forum silaturahim akademik ini diharapkan lahir berbagai kolaborasi yang mampu menjaga mata rantai keilmuan ulama Nusantara sekaligus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, serta memiliki komitmen untuk mengabdi kepada agama, bangsa, dan kemanusiaan dengan spirit Qanun Asasi. (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

LPT PBNU–LPDP Siapkan Rp7,5 Miliar untuk Perkuat Riset PTNU

LP Maarif Jatim Sowan ke Ketum PBNU Gus Kikin

SMA Khadijah Surabaya Berikan Beasiswa Pendidikan 100 Persen kepada Tiga Hafidzah

Gus Kikin Takkan Lupakan PWNU Jatim

Resmikan Kantor Baru, GP Ansor Bondowoso Tegaskan Tak Ada Alasan Berhenti Bergerak

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Perluas Jejaring Global, Unusa Jalin Kemitraan Strategis dengan Dua Kampus Informatika di Kyoto
Next Article LPKAN Jatim: Penegakan Hukum Harus Tegas, Kebijakan Tembakau Jangan Korbankan Petani

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Unusa Gandeng 2 Kampus Kesehatan di Malaysia Perkuat Teknologi Laboratorium Patologi Anatomi
Sospol
KHR Achmad Azaim Kukuhkan Pengurus Ijtihad Rayon IKSASS Bondowoso saat Maulid Nabi
Sospol
Hari Pelanggan Nasional 2026, Manajemen BRI Bondowoso Sapa Nasabah dan Beri Apresiasi
Ekraf
Dzurriyah Hasan Gipo: Kiai Miftah-Gus Kikin jadi Paket Ideal Awali Abad Kedua NU
Uncategorized

You Might also Like

Nahdliyyin

IKAPETE Jatim Sampaikan Blueprint Kemandirian Umat Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy’ari

05/09/2026
Nahdliyyin

ISNU Jatim Gagas Konsep “Orkestrasi Sumber Daya NU” Pasca-Muktamar

04/09/2026
Nahdliyyin

Hari Pertama Kerja, Gus Kikin Mulai Siapkan Kepengurusan PBNU dengan Istikhoroh

04/09/2026
Nahdliyyin

566 Santri Diduga Keracunan MBG, Ansor Desak SPPG Kalitengah Diusut Transparan

03/09/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?