By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Lantik Dokter Baru, Rektor Unusa Tekankan Integritas dan Empati
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Lantik Dokter Baru, Rektor Unusa Tekankan Integritas dan Empati
Sospol

Lantik Dokter Baru, Rektor Unusa Tekankan Integritas dan Empati

13/08/2026 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali melantik dan mengambil sumpah dokter baru Fakultas Kedokteran (FK) Unusa, Kamis (13/8/26). Di tengah perkembangan teknologi kesehatan dan kecerdasan buatan (AI), para dokter baru diminta tidak hanya menguasai kompetensi klinis, tetapi juga menjunjung tinggi integritas, adab, dan empati dalam menjalankan profesinya.

Rektor Unusa, Prof Tri Yogi Yuwono, mengatakan, sumpah dokter yang diikrarkan bukan sekadar formalitas untuk memenuhi persyaratan profesi, melainkan janji moral yang harus melekat sepanjang perjalanan pengabdian seorang dokter.
“Profesi dokter harus kalian dudukkan sebagai sebuah panggilan kemanusiaan, bukan alat mengejar materi semata,” ujar Tri Yogi dalam sambutannya.

Menurutnya, dokter lulusan Unusa memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar karena dididik dalam lingkungan yang menjunjung nilai Rahmatan lil ‘Alamin. Karena itu, ilmu kedokteran harus berjalan beriringan dengan akhlak dan kepedulian terhadap manusia.
Pesan tersebut, kata Tri Yogi, menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan pelayanan kesehatan, termasuk munculnya persoalan etika dan empati di ruang digital.
Ia menyinggung kasus almarhum Yurizal Tri Chaerawan, seorang pasien yang sebelumnya menyampaikan keluhan mengenai pelayanan kesehatan melalui media sosial. Menurut Tri Yogi, persoalan tersebut seharusnya menjadi refleksi bersama bagi dunia kesehatan, terutama mengenai pentingnya menjaga nurani, adab, dan empati terhadap pasien, baik dalam pelayanan langsung maupun ketika berkomunikasi di ruang digital.
“Kejadian memilukan seperti itu tidak boleh terjadi lagi. Saya haramkan perbuatan nirempati itu keluar dari jari atau lisan seorang dokter lulusan Unusa,” tegasnya.

Enam Pilar Dokter Unusa
Tri Yogi kemudian menitipkan enam karakter yang harus menjadi bagian dari kepribadian setiap dokter lulusan Unusa, yakni integritas, adab, sopan santun, empati, solidaritas, dan menghormati sesama.
Integritas diperlukan agar dokter tetap teguh pada prinsip moral, baik ketika menjalankan praktik maupun berkomunikasi di ruang digital. Adab dan sopan santun menjadi bagian penting dalam membangun hubungan dokter dengan pasien.
Sementara empati, menurutnya, membuat dokter mampu memahami bahwa pasien datang dalam kondisi membutuhkan pertolongan, sering kali disertai rasa takut, sakit, dan kecemasan. “Pasien adalah amanah kudus, bukan beban,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para dokter untuk memberikan pelayanan secara adil tanpa membedakan latar belakang sosial maupun kondisi pasien.
Enam karakter tersebut, lanjut Tri Yogi, diharapkan menjadi pembeda dokter lulusan Unusa. Masyarakat tidak hanya mengenal mereka karena kemampuan klinisnya, tetapi juga karena sikap dan perilakunya.

Melek Teknologi, Menjaga Nurani
Di sisi lain, Tri Yogi mengingatkan para dokter baru bahwa mereka memasuki dunia kedokteran yang mengalami perubahan sangat cepat. Perkembangan AI, telemedicine, genomik, big data, hingga berbagai teknologi kesehatan telah mengubah cara profesi kedokteran bekerja.
Sebagai seorang yang memiliki latar belakang insinyur, Tri Yogi melihat perkembangan tersebut sebagai ruang yang semakin mempertemukan ilmu kedokteran dengan teknologi dan disiplin ilmu lainnya. “Dunia kedokteran masa depan adalah dunia yang sangat bergantung pada inovasi dan teknologi interdisipliner,” katanya.
Namun, ia mengingatkan teknologi tidak boleh membuat dokter kehilangan sentuhan kemanusiaan.
Menurutnya, AI dan berbagai teknologi kesehatan dapat membantu dokter dalam meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi tidak dapat menggantikan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi inti profesi tersebut.
“Teknologi medis akan terus berubah, penyakit baru akan terus muncul, namun esensi kemanusiaan dari seorang dokter tidak akan pernah bisa digantikan oleh teknologi secanggih apa pun,” ujarnya.
Karena itu, Tri Yogi meminta para dokter baru menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner). Gelar dokter yang diterima hari ini bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan untuk terus memperbarui kompetensi seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Tri Yogi juga mengingatkan para dokter baru yang akan menjalani program internship dan mengabdi di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia untuk selalu menjaga nama baik almamater.
Ia meminta para dokter tidak menjadikan berbagai keterbatasan sistem pelayanan sebagai alasan untuk melampiaskan kekecewaan kepada pasien. “Di mana pun kalian ditempatkan, jaga nama baik almamater Unusa. Kibarkan bendera Unusa melalui prestasi, dedikasi, dan akhlakul karimah yang kalian tunjukkan kepada masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, kepada para orang tua, Tri Yogi menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pengorbanan yang telah diberikan hingga putra-putri mereka menyelesaikan pendidikan kedokteran.
Ia menilai keberhasilan seorang dokter tidak terlepas dari perjuangan keluarga yang mendampingi selama menjalani pendidikan yang panjang dan penuh tantangan. “Kepada para dokter baru, selamat berjuang, selamat mengabdi. Selamat menyelamatkan kehidupan. Jadilah lilin yang menerangi kegelapan, dan jadilah rahmat bagi alam semesta,” pungkasnya.

Iklan.

You Might Also Like

YTI Walisongo Probolinggo Perluas Pendidikan Qur’ani dengan Rumah Tahfidz Abuya Ja’far Baharun

Cek Kesehatan Jangan Menunggu Sakit, Politisi DPR RI Nihayatul Wafiroh Dorong Budaya Preventif di Bondowoso

Gubernur Apresiasi Umaha atas 200 Beasiswa Penuh dan 800 Bantuan Pendidikan

ISNU Surabaya adakan Bedah Buku “Mozaik Kehidupan” karya Dosen UINSA Dr Yusuf Amrozi

DPP LPKAN INDONESIA: DI TENGAH TANTANGAN GLOBAL, POLRI DI BAWAH JENDERAL LISTYO SIGIT BUKTIKAN KINERJA DAN LAYAK DIDUKUNG PENUH

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article YTI Walisongo Probolinggo Perluas Pendidikan Qur’ani dengan Rumah Tahfidz Abuya Ja’far Baharun

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

YTI Walisongo Probolinggo Perluas Pendidikan Qur’ani dengan Rumah Tahfidz Abuya Ja’far Baharun
Sospol
MANIFESTASI INTEGRITAS DAN AKHLAQUL KARIMAH SEBAGAI PERSYARATAN UTAMA KETUA UMUM PBNU DI ERA MODERN
Nahdliyyin
Dari Kaset, Abah Hasyim Muzadi, hingga Pesantren Digipreneur
Kolom
Dari Kampus, Pesantren, hingga Kamera yang Merekam Zaman
Kolom

You Might also Like

Sospol

Gandeng University of Manchester, Unusa Kembangkan Riset Perkembangan Otak Sejak dalam Rahim

10/08/2026
Sospol

Jadi Pimpinan Termuda, Afif Amrullah Siap Perkuat Transformasi BAZNAS Jatim

10/08/2026
Sospol

DMI Jatim Tanam 300 Bibit Alpukat Tandai “Eco Green Masjid” di Banyuwangi

09/08/2026
Sospol

MUNAS III PERJASI & APTAKSINDO 2026 USUNG TEMA “BERSATU, BERKARYA, MEMBANGUN NEGERI”: 15 BPP SIAP HADIR

07/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?