Surabaya, radar96.com – Seorang agnostic (tidak beragama) asal Prancis, yakni Yanis Lionel Amar Orhon (23), mengikrarkan diri masuk Islam di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), karena dirinya merasa menemukan kedamaian di dalam Islam.
“Didampingi istrinya, teknisi pada perusahaan transportasi itu mengaku motivasi dirinya masuk Islam karena menemukan kedamaian dalam Islam,” kata Kasie Ibadah dan Dakwah BPP (Badan Pelaksana Pengelola) MAS, Ustadz Abdul Choliq Idris, di MAS, Jumat.

Yanis melaksanakan ikrar mualaf itu pada 14 Agustus 2026. “Setiap bakda Sholat Jumat, kami melaksanakan Ikrar Mualaf sejak tahun 2005-an dan mualaf yang WNA juga banyak, seperti Amerika, Australia, Kanada, Spanyol, Jepang, Korea Selatan, China, India,” kata Choliq Idris.
Pada Jumat (21/8/2026) terdapat lima mualaf yang mengikrarkan masuk Islam di MAS, tapi semuanya dari kalangan pribumi. Dari kelima pribumi itu tercatat tiga orang dalam satu keluarga (ibu dan dua anaknya/Rusun Penjaringan Sari-Surabaya) dan dua orang lainnya dari Kutisari Indah Barat-Surabaya dan Genteng-Surabaya melakukan ikrar secara pribadi.
“Tiga mualaf dalam satu keluarga yang masuk Islam adalah Pipit Widyowati (42/swasta/ibu), Natasha Hanny Putri S (11/pelajar), dan Alexandria Magdalena S (13/pelajar), sedangkan ayahnya dan empat anak lainnya masih memeluk Kristen Protestan,” katanya.
Dua pribumi lain yang masuk Islam adalah Natasya Anggarani W (26) dari Kutisari Indah Barat-Surabaya yang semula beragama Katholik, dan Patricius Purnama Putra (39) dari Kalisari Krajan, Kapasari-Genteng, Surabaya yang semula juga pemeluk Kristen.
“Natasya yang Katholik mengaku masuk Islam, karena hendak menikah, tapi dirinya sudah lama hidup dalam lingkungan Muslim, bahkan dirinya sempat ikut berpuasa dalam tiga tahun terakhir karena memang sudah lama berniat masuk Islam,” katanya. (*/mas)



