Bondowoso, radar96.com — Upaya mencegah pernikahan dini di kalangan pelajar terus dilakukan melalui edukasi sejak bangku sekolah. KKN 02 Desa Jebung Kidul Universitas Bondowoso bersama Kantor Urusan Agama (KUA) Tlogosari menggelar sosialisasi bertema “Cegah Pernikahan Dini” di Madrasah Miftahul Ulum 1, Bondowoso, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut menyasar para siswa sebagai generasi muda agar memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai kesiapan sebelum memasuki jenjang pernikahan. Tidak hanya berkaitan dengan usia, peserta juga diajak memahami pentingnya kesiapan pendidikan, mental, emosional, tanggung jawab, serta kemampuan membangun kehidupan rumah tangga.
Sosialisasi berlangsung secara edukatif dan interaktif. Para siswa diberikan kesempatan berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait persoalan pernikahan dini yang masih menjadi perhatian di tengah masyarakat.
Ketua KKN 02 Desa Jebung Kidul, Muhamad Wasil, menekankan bahwa pernikahan bukanlah jenjang yang dapat dijalani tanpa persiapan.
Menurutnya, pasangan yang memutuskan menikah harus memiliki kesiapan untuk saling melengkapi, menerima kekurangan, serta menjalankan tanggung jawab bersama dalam membangun keluarga.
“Pernikahan bukan jenjang main-main. Kedua pasangan harus bisa saling melengkapi dan menerima kekurangan masing-masing hingga mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” ujarnya.
Sementara itu, Neng Ulfa, yang mewakili Ketua Yayasan, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia menilai edukasi mengenai pernikahan dini sangat dibutuhkan lingkungan pendidikan.
Menurutnya, masih terdapat kasus ketika pelajar telah ditunangkan sejak masa pendidikan hingga akhirnya memilih menikah dan meninggalkan sekolah. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat keberlanjutan pendidikan dan masa depan siswa.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran siswa sehingga pernikahan dini tidak lagi menjadi pilihan yang mengorbankan pendidikan.
Materi utama disampaikan Husnul Ibad, S.H.I. Ia menjelaskan bahwa pernikahan dini masih menjadi persoalan yang rentan terjadi di lingkungan masyarakat pedesaan.
Ia juga menyinggung tingginya angka perceraian di Bondowoso. Berdasarkan data yang disampaikannya dalam kegiatan tersebut, terdapat sekitar 1.200 kasus perceraian, dengan pernikahan dini disebut sebagai salah satu faktor yang banyak berkontribusi.
Karena itu, para pelajar diminta tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk menikah sebelum memiliki kesiapan yang matang.
Husnul juga mengingatkan para peserta agar lebih berhati-hati dalam menjalin hubungan dan tidak mudah terpengaruh bujuk rayu. Menurutnya, hubungan yang sehat seharusnya tidak membawa seseorang pada tindakan yang merugikan masa depan maupun pendidikan.
Pesan tersebut juga ditujukan kepada para pelajar laki-laki agar memahami bahwa rasa cinta bukan alasan untuk merusak masa depan perempuan yang mereka sayangi.
“Kalau memang cinta, jangan sampai kalian justru merusak perempuan yang kalian cintai,” pesan Husnul kepada peserta.
Bagi KKN 02 Desa Jebung Kidul Universitas Bondowoso, kegiatan tersebut bukan sekadar sosialisasi, tetapi menjadi langkah preventif untuk membangun kesadaran generasi muda sejak dini.
Pelajar didorong untuk lebih fokus menyelesaikan pendidikan, mengembangkan kemampuan, mengejar cita-cita, dan mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan besar dalam kehidupan.
Kolaborasi KKN Universitas Bondowoso dengan KUA Tlogosari diharapkan dapat terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kesiapan dalam membangun keluarga.
Sebab, mencegah pernikahan dini bukan berarti menolak pernikahan, melainkan memastikan setiap pernikahan lahir dari kesiapan, tanggung jawab, dan keputusan yang matang.
Cegah pernikahan dini, lanjutkan pendidikan, siapkan masa depan. (*/Rif)



