By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Membangun dan Merajut Kembali  solidaritas di NU  Pasca MUKTAMAR NU ke 35
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kolom > Membangun dan Merajut Kembali  solidaritas di NU  Pasca MUKTAMAR NU ke 35
Kolom

Membangun dan Merajut Kembali  solidaritas di NU  Pasca MUKTAMAR NU ke 35

31/08/2026 Kolom
Nonot Sukrasmono, Ketua Lesbumi PWNU Jatim
SHARE

Membangun dan merajut kembali soliditas organisasi pasca-Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, memerlukan langkah nyata rekonsiliasi, penegakan aturan organisasi, serta fokus pada kemaslahatan umat.
Rangkaian muktamar yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 ini telah menetapkan kepengurusan baru masa khidmah 2026–2031 dengan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU.  Langkah strategis untuk merajut kembali kebersamaan di tubuh NU

  1. Rekonsiliasi dan Konsolidasi Internal

Menyatukan Barisan  Mengakhiri perbedaan pendapat dan dinamika kontestasi selama muktamar NU. Merangkul Semua Pihak Melibatkan berbagai elemen kader dan pengurus daerah secara adil. Penguatan Ukhuwah Nahdliyin  Mengembalikan semangat persaudaraan antarwarga Nahdliyin di semua tingkatan cabang dan wilayah.

  1. Menjaga Marwah Lewat Aturan Baru

Penegakan Larangan Rangkap Jabatan. Mematuhi keputusan muktamar yang melarang Ketua Umum dan Rais Aam merangkap jabatan politik. Penguatan Sistem AHWA Mendukung mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (penunjukan oleh kiai sepuh) untuk menjaga moralitas organisasi dari praktik politik praktis.

  1. Fokus pada Kemaslahatan Umat dan Kemandirian
    Kemandirian Ekonomi Jam’iyyah: Mengembangkan program ekonomi kerakyatan yang langsung menyentuh basis pesantren dan warga di akar rumput.

Menatap ke Depan: Rekonsiliasi dan Penyamaan Visi

  • Ukhuwah Nahdliyyah: Menjadikan persaudaraan sesama warga NU sebagai fondasi utama di atas segala kepentingan kelompok.
  • Satu Komando: Menghilangkan polarisasi kubu dan kembali merapat dalam satu barisan di bawah kepemimpinan terpilih.
  • Tabayyun Massal: Membuka ruang dialog yang inklusif untuk menjembatani perbedaan pendapat selama muktamar.
  • Khittah 1926: Menegaskan kembali komitmen NU untuk tetap tegak lurus pada urusan keumatan, bukan politik praktis.
    Program Prioritas Penataan Organisasi
  • Digitalisasi Jam’iyah: Mempercepat integrasi data keanggotaan dan sistem administrasi dari pusat hingga ranting.
  • Kemandirian Ekonomi: Membangun jaringan bisnis berbasis pesantren dan optimalisasi Lembaga Perekonomian NU (LPNU).
  • Kaderisasi Terstruktur: Memperkuat kurikulum Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) untuk mencetak pemimpin masa depan.
  • Penguatan Ranting: Menggeser fokus gerakan dari pengurus pusat langsung ke akar rumput (PCNU dan MWCNU).
    Respons Tantangan Zaman
  • Generasi Muda: Merangkul Gen Z dan Milenial Nahdliyin melalui pendekatan dakwah digital yang kreatif dan moderat.
  • Isu Global: Aktif menyuarakan perdamaian dunia, keadilan sosial, dan aksi nyata perubahan iklim.
  • Pendidikan & Kesehatan: Meningkatkan mutu universitas NU (UNU) dan memperbanyak fasilitas kesehatan bagi warga siber.
    Penguatan Peran Kebangsaan Menjaga komitmen moderasi beragama serta mengawal stabilitas dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Nonot S mono

Iklan.

You Might Also Like

Memperbaiki atau Merusak NU?

Kesaksian: PENGAJIAN RUTIN PWNU JATIM ZAMAN DULU DAN SEKARANG

Kader Intelektual Muslim ala Khofifah Indar Parawansa Panen Prestasi di Kampus Al Azhar Kairo Mesir

Fenomena Lilur dan Ujian Etika Komunikasi Nahdliyyin

Saat Jamaah Sendiri Ikut Menyalahkan NU

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Setelah Muktamar: Menerima Takdir, Mengawal Amanah, Membiarkan Waktu Membuka Kebenaran
Next Article Presiden Prabowo Terima Kartu Anggota NU “Seumur Hidup”

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Di UIN Khas Jember, Ketua LTN Bondowoso Tekankan Pentingnya Publikasi Ilmiah Berdampak
Sospol
KH Zakariya Al Ansori Siap Pimpin PCNU Situbondo sebagai Amanah Pengabdian
Nahdliyyin
Toko Sembako di Bondowoso Layani Transaksi Keuangan bagi Warga Tapen
Uncategorized
Masjid Al-Akbar Bagikan 810 Melon Hasil Panen kepada Jamaah
Sospol

You Might also Like

Kolom

NUku, NUmu, dan NUnya Hadratussyaikh

17/09/2026
Kolom

Menanamkan Integritas di Koridor Sekolah

17/09/2026
Kolom

MENGENANG H. ABDUL MUID (ABA MUID)

16/09/2026
Kolom

Merayakan Al-Qur’an, Menghidupkannya

13/09/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?