Sidoarjo, radar96.com –
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat Jawa Timur menjadikan akhlak sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Sesuai ajaran Syekh Afeefuddin Al-Jailani, my morality, my religion atau akhlakku agamaku, yang menjadikan akhlak sebagai pedoman kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Khofifah dalam ‘Dzikir, Doa Bersama, Sholawat Kemerdekaan, dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Majelis Ta’lim Al-Yasmin di Pendopo Sidoarjo, Sabtu (5/9/2026).

Menurut dia, ajaran tersebut menegaskan bahwa akhlak dan perilaku baik merupakan wujud nyata seorang Muslim dalam menjalankan ajaran agama sekaligus menjadi landasan untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Ia mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berdekatan dengan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat rasa syukur atas kemerdekaan.
Khofifah menilai dzikir dan doa bersama juga menjadi ikhtiar spiritual untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus meneladani Rasulullah SAW dalam menumbuhkan kepedulian, kejujuran, kasih sayang, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurut dia, pembangunan Jawa Timur selain dilakukan melalui kerja keras juga perlu diiringi doa untuk memohon keberkahan dan kemudahan dari Allah SWT.
Khofifah mengajak masyarakat menjaga semangat nasionalisme melalui gotong royong, memperkuat persaudaraan dan toleransi, serta mengisi kemerdekaan dengan karya terbaik sesuai bidang masing-masing.
“Mari kita isi kemerdekaan dan peringatan Maulid Nabi dengan karya terbaik kita, menjaga persaudaraan, memperkuat toleransi, serta terus menebarkan optimisme,” kata Khofifah.
Karena itu, ketika Khofifah mengajak masyarakat Jawa Timur memperkuat dzikir dan doa sekaligus memperbaiki akhlak, sesungguhnya ia sedang meletakkan pembangunan dalam perspektif yang lebih utuh: lahiriyah bekerja, batiniyah berdoa; tangan bergerak, hati berserah; teknologi berkembang, moralitas tetap menjadi kompas.
Acara itu tampak dihadiri founder Pesantren Digipreneur Al Yasmin, Helmy M. Noor dan Nur Cita Qomariyah bersama Pembina MDS Al-Yasmin Yuni, Bupati Sidoarjo Subandi, imam Masjid Al-Akbar KH. Muzzaky Al Hafidz, serta seluruh jamaah Al-Yasmin. (*/yasmin)



