By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Harlah ke-77 Muslimat NU diikuti hampir 2 Juta Anggota/Pengurus dari Dalam dan Luar Negeri secara Hybrid
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Harlah ke-77 Muslimat NU diikuti hampir 2 Juta Anggota/Pengurus dari Dalam dan Luar Negeri secara Hybrid
Nahdliyyin

Harlah ke-77 Muslimat NU diikuti hampir 2 Juta Anggota/Pengurus dari Dalam dan Luar Negeri secara Hybrid

29/03/2023 Nahdliyyin
Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa saat menyampaikan pidato Harlah Resepsi Harlah ke-77 Muslimat NU yang digelar secara hybrid di Kantor Muslimat NU, Jl. Pengadegan Timur, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Rabu (29/3). (*/hmn)
SHARE

Jakarta, Radar96.com – Khofifah Indar Parawansa sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU mendorong penguatan peran Muslimat NU dalam membangun peradaban. Dengan tidak hanya berkontribusi, namun juga memberi sesuatu yang lebih baik untuk agama, bangsa, negara, ummat dan peradaban dunia.

“Penguatan peran adalah kata kerja yang memerlukan usaha-usaha kongkret. Di Muslimat NU peran yang terbaik InSya-Allah sudah terpupuk lama dan menjadi ‘kredo’ bagi gerak langkah pimpinan, pengurus, anggota Muslimat NU,” katanya.

Khofifah yang juga menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU saat menyampaikan pidato Harlah Resepsi Harlah ke-77 Muslimat NU yang digelar secara hybrid di Kantor Muslimat NU, Jl. Pengadegan Timur, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Rabu (29/3).

Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa saat menyampaikan pidato Harlah Resepsi Harlah ke-77 Muslimat NU yang digelar secara hybrid di Kantor Muslimat NU, Jl. Pengadegan Timur, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Rabu (29/3). (*/hmn)

Komitmen tersebut juga selaras dengan tema Harlah ke-77 Muslimat NU yakni ‘Menguatkan Peran Muslimat NU dalam Membangun Peradaban’.
 
Khofifah mengatakan bahwa peningkatan peran ini adalah tagline perjuangan Muslimat NU selama beberapa tahun yang akan datang.
 
“Saya menyampaikan kepada kita semua bahwa dalam kondisi apapun, Muslimat NU akan hadir untuk melayani melalui berbagai program peningkatkan peran bagi ummat dan bangsa. Saya mengajak kita semua untuk menjadikan kata kerja baik kerja bersama, kerja ikhlas ini falsafah perjuangan,” katanya.

Menurutnya, membangun peradaban bisa dimaknai dengan program agar ummat dan bangsa, agar tatanan dunia, dan moral dunia lebih beradab, yakni dengan menjunjung nilai kemanusiaan, menjunjung tinggi nilai keadilan dan implementasi nilai Maqasidus Syariah al muhafadhotu Aladdin, almuhafadhotu alal maal, al muhafadhotu alala aql, al muhafadhotu alan nafs dan al muhafadhotul alal irdhi wan nasl] dan peradaban mulia.

“Dalam maqasidussyariah kita harus menaikkan jenjang wilayah perjuangan kita ke arena nasional dan internasional.
Kata peradaban mulia sesungguhnya selalu didengungkan oleh para ulama, pimpinan ponpes, para pahlawan kemerdekaan, diperjuangkan oleh para pemimpin terutama cita cita Muslimat NU dan jam’iyah Nahdlatul Ulama pada umumnya. HUT Satu Abad NU kemarin juga menjadikan pengembangan peradaban dunia sebagai tema sentral,” katanya.
 
Bentuk dari hidmad Muslimat NU agar Indonesia berperadaban mulia, lanjutnya, yakni dengan jalan menguatkan kemandirian. Termasuk diantaranya penguatan pendidikan dan karakter di belasan ribu unit-unit pendidikan yang dikelola dan dikembangkan oleh Muslimat NU, pembangunan Lembaga Pendidikan, poliklinik dan rumah sakit, serta lembaga sosial yang diikhtiarkan secara mandiri.
 
“Sekali lagi, yang dimaksud peradaban mulia itu itu antara lain keunggulan akhlaq bangsa, meningkatnya kesejahteraan, kualitas dan keunggulan sumberdaya manusia, kuatnya karakter kebudayaan dan peradaban yang unggul, penguasaan ilmu dan teknologi, berperan dalam perjuangan keadilan dan perdamaian dunia,” imbuhnya.
 
Tidak hanya itu, Muslimat NU akan terus bertekad untuk mengangkat derajatnya, berkontribusi, menguatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia yang lebih sejahtera. Muslimat NU akan melanjutkan kiprahnya melalui bidang dakwah dan pengembangan masyarakat, bidang ekonomi koperasi dan agrobisnis.

Kemudian bidang  pendidikan dan pelatihan, bidang sosial, budaya, lingkungan hidup dan ketenagakerjaan. Muslimat NU juga akan tetap mendukung terwujudnya bangsa yang kuat dengan mengedepankan kerukunan dan kesatuan.

“Dalam konteks kemasyarakatan maka Muslimat NU akan selalu terdepan dalam kesetiakawanan sosial atau solidaritas sosial serta kesolehan sosial melalui yayasan pendidikan, poliklinik dan rumah sakit,  dan yayasan sosial serta unit-unit pelayanan ummat yang  kita kembangkan,” katanya

Dalam kesempatan ini, Khofifah juga mempertegas bahwa Muslimat NU akan tetap menjadi backbone atau tulang punggung bagi NU dan Islam di Indonesia, serta tatanan dunia yang bermartabat dan unggul.

“Kita memang sudah berjuang sebagaimana pendahulu dan para muasis Muslimat NU untuk meningkatkan peran di bidang pembangunan peradaban unggul ini. Bahkan kita juga sudah diakui oleh dunia sebagai organisasi perempuan yang sangat besar dan terbesar di dunia. Terutama dalam perannya di bidang penguatan nilai kemanusiaan dan nilai kebangsaan, serta nilai perdamaian dunia,” pungkasnya.

Muslimat NU sebagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang bersifat sosial  keagamaan di bawah naungan Jam’iyah Nahdlatul Ulama, berdiri pada tanggal  29 Maret 1946 / 26 Robiul Akhir 1365 H, di Purwokerto Jawa Tengah. Muslimat NU telah meneguhkan diri menjadi wadah perjuangan kaum perempuan Indonesia yang  beraqidah Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.

Di usianya yang ke 77, Muslimat NU terus menyapa umat dan berhidmat hingga di tingkatan akar rumput serta terus meneguhkan dukungan dan kontribusinya terhadap NKRI dengan menyebarluaskan nilai-nilai Ukhuwah Wathoniyah (persaudaraan kebangsaan), ukhuwah Islamiyah, dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan kemanusiaan).

Saat ini Pimpinan Wilayah Muslimat NU ada di 34 Provinsi,  546 Pimpinan Cabang di Tingkat Kabupaten/Kota serta 9 Pimpinan Cabang Istimewa  di luar negeri, 5.222 Pimpinan Anak Cabang di Tingkat Kecamatan, 36.000 Pimpinan  Ranting di Tingkat Kelurahan, serta Pimpinan Anak Ranting di tingkatan Rukun  Warga yang masih terus dibangun.
 
Muslimat NU juga terus memperluas
jangkauan layanan perangkatnya melalui 108 Rumah Sakit/RSAB/Poliklinik, 104  Panti Asuhan, 10 Asrama Putri, 10 Panti Jompo, 1 Induk Koperasi, 9 Puskop, 144  Koperasi Primer dan 355 TPK (Tempat Pelayanan Koperasi), serta 9800 TK, 14.350  TPQ, 6.226 PAUD, sekitar 56.000 Kelompok Majelis Ta’lim, 146  Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dan 11 Balai Latihan Kerja (BLK).

Acara peringatan Harlah ke-77 Muslimat NU ini diikuti secara virtual tidak hanya oleh PC Muslimat NU se-Indonesia tapi juga oleh PCI Muslimat NU yang ada di berbagai negara, seperti PCI Muslimat NU London, Jepang, Saudi Arabia, Tiongkok, Hongkong dan Macau, Malaysia, Sudan dan Jerman. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

PCNU Surabaya: Jadikan Demokrasi Ruang Mencari Solusi, Bukan Menyebar Kebencian

Sambut Dies Natalis ke-13 Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan

Pesantren Krapak Mayong Muliakan Anak Yatim di Hari Asyuro

Unusa Tembus Tiga Besar Nasional untuk SDG Kesehatan

Presiden Minta Dukungan NU Atasi Kebocoran 346 Miliar Dolar AS ke Luar Negeri

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Kota Madiun jadi Kota Lengkap Pertama di Jatim dan Kedua di Indonesia
Next Article Gubernur Khofifah Salurkan 2000 Santunan Yatim dan Dhuafa di Tuban

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Akademisi Universitas At-Taqwa Bondowoso: Pertanian Fondasi Ketahanan Ekonomi Nasional
Ekraf
Lulus “Cumlaude” Doktor Unair, Hj Lelly Kikin: Pimpinan PBNU Agak Lupa Qonun Asasi
Sospol
Usia 13 Tahun, Unusa Kantongi Delapan Paten
Sospol
Kreativitas Santri Annur Azzahra Hadirkan Lampu Hias Penguat Ekonomi Pesantren
Ekraf

You Might also Like

Nahdliyyin

Kritik Kapitalisme Global, ISNU Ingatkan Pentingnya Kemandirian Ekonomi Internasional

21/06/2026
Nahdliyyin

PBNU Segera Tetapkan Tuan Rumah Muktamar ke-35 dalam Munas-Konbes

21/06/2026
Nahdliyyin

Semarakkan Munas-Konbes NU, ISNU Jawa Timur Gelar Halaqoh Nasional di UIT

19/06/2026
Nahdliyyin

NBI Usulkan Duet Kiai Alim dan Intelektual Muda Pimpin PBNU 2026-2031 

18/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?