By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: “Green House” Masjid Al Akbar Surabaya siap antisipasi kemarau
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > “Green House” Masjid Al Akbar Surabaya siap antisipasi kemarau
Sospol

“Green House” Masjid Al Akbar Surabaya siap antisipasi kemarau

08/11/2023 Sospol
Benih buah Melon di Green House Masjid Nasional Al Akbar Surabaya yang mulai tumbuh di musim kering/kemarau. (*/mas)
SHARE

Surabaya, Radar96.com/MAS – Pengelola “Green House” yang merupakan tempat budidaya tanaman di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) menyiapkan antisipasi kemarau agar tanaman tidak mati atau tetap tumbuh dan berkembang.

“Antisipasi yang kita lakukan melalui pengaturan air, suhu ruangan, dan juga pemupukan secara berkala sesuai dengan jenis tanaman, apakah vegetatif atau generatif,” kata penanggung jawab Green House MAS Yoswan di taman Green House MAS Surabaya, Rabu (8/11).

Ia menjelaskan musim kering atau kemarau memang perlu solusi yang tepat agar tanaman tetap tumbuh, apalagi cuaca Kota Surabaya akhir-akhir ini sangat panas.

“Solusinya dengan penyiraman yang diatur volume dan waktunya, lalu ada pemberian pestisida yang tepat, karena ada tumbuhan vegetatif yang bisa berkembang tanpa bantuan pupuk, tapi ada yang generatif atau mencari makanan sendiri untuk tumbuh,” katanya.

Khusus tanaman melon yang dikembangkan secara khusus di MAS, pihaknya telah mengatur atur suhu ruangan saat pembibitan, tapi saat ini sudah tumbuh sehingga tidak perlu pengaturan suhu, karena melon justru memerlukan udara yang terbuka.

“Kalau masih pembibitan, kami mengatur suhu ruangan dengan memberi paranet untuk menutupi ruangan sejak jam 10.00 hingga sore jam 15.00, tapi seminggu terakhir sudah tumbuh, sehingga tidak perlu paranet atau penutup ruangan. InSya-Allah, tanaman akan berbuah 70 hari dari pembibitan,” katanya.

Untuk tanaman jeruk, pengembangbiakannya sangat ditentukan awal penanaman. “Kami baru menangani dalam setahunan ini, tapi kami sudah mencoba atur pengairannya, inSya-Allah akan berbuah pada musim hujan, awal Januari-lah,” katanya.

Untuk tanaman lainnya seperti sawi, cabai, dan tomat, juga perlu pengaturan air dan pemantauan pestisida. “Hama di musim hujan dan kemarau itu berbeda, maka pola pestisida juga perlu pemantauan, inSya-Allah 1-2 bulan sudah berbuah,” katanya.

“Green House” merupakan tempat budidaya beberapa varian buah melon, juga ada berbagai tanaman pertanian seperti cabai, tomat, dan sebagainya. Semuanya ditanam dengan menggunakan teknologi modern.

Ada pula tanaman obat keluarga (toga), seperti kumis kucing, jahe, temu ireng, jinten, kayu mint, kayu putih, pecut kuda, rosella, binahong, sambung nyowo, ginseng, serei, dan jarak tintir. (*/mas)

Iklan.

You Might Also Like

PDI Perjuangan Bondowoso Bangun Tradisi Malam Jumat Manis untuk Spiritualitas dan Dialog Kebangsaan

Sejumlah Fraksi di DPRD Desak Pemkab Bondowoso Jelaskan Pelaksanaan APBD

Risma pada Pidato Dies Natalis ke-13 Unusa: Kampus Harus Jadi Penggerak Solusi Pembangunan Berkelanjutan

Polisi Gagalkan 50,90 Gram Sabu Masuk Bondowoso

Empat Santri SMP Sains Tebuireng Lolos OSN Provinsi, Pertahankan Rekor Terbaik Jombang Dua Tahun Beruntun

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Pemprov Jatim jadi Juara 1 Bhumandala Informasi Geospasial Batas Desa/Kelurahan
Next Article Ngotot Politik Dinasti Tunjukkan Keluarga Jokowi Terlena Kekuasaan

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

PDI Perjuangan Bondowoso Bangun Tradisi Malam Jumat Manis untuk Spiritualitas dan Dialog Kebangsaan
Sospol
Sejumlah Fraksi di DPRD Desak Pemkab Bondowoso Jelaskan Pelaksanaan APBD
Sospol
Risma pada Pidato Dies Natalis ke-13 Unusa: Kampus Harus Jadi Penggerak Solusi Pembangunan Berkelanjutan
Sospol
Polisi Gagalkan 50,90 Gram Sabu Masuk Bondowoso
Sospol

You Might also Like

Sospol

Dekan FH Umaha Apresiasi Peluncuran SiMantap Polresta Sidoarjo

01/07/2026
Sospol

Lulus “Cumlaude” Doktor Unair, Hj Lelly Kikin: Pimpinan PBNU Agak Lupa Qonun Asasi

30/06/2026
Sospol

Usia 13 Tahun, Unusa Kantongi Delapan Paten

30/06/2026
Sospol

Program Holiday Anak Pesisir Pantai Sine yang Menarik

30/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?