By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Prof Ali Masykur Moesa: Politik Pendidikan Islam Jangan Kaji Ulang Pancasila
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Prof Ali Masykur Moesa: Politik Pendidikan Islam Jangan Kaji Ulang Pancasila
Nahdliyyin

Prof Ali Masykur Moesa: Politik Pendidikan Islam Jangan Kaji Ulang Pancasila

18/11/2023 Nahdliyyin
Guru Besar Kehormatan Universitas Islam Malang (Unisma) Prof (HC, Unisma) DR H Ali Masykur Moesa SH MHum MSi dalam pengukuhan dirinya di kampus Unisma Malang, Sabtu. (*/isnu)
SHARE

Malang, Radar96.com – Guru Besar Kehormatan Universitas Islam Malang (Unisma) Prof (HC, Unisma) DR H Ali Masykur Moesa SH MHum MSi menegaskan bahwa Politik Pendidikan Islam jangan sampai mengkaji ulang Pancasila.

“Pendidikan tidak boleh terpisah dari politik dan politik juga tidak boleh terpisah dari pendidikan, karena itu penddkn harus legal, nggak boleh ekstrem terhadap Pancasila, jangan sampai mengkaji ulang Pancasila,” katanya dalam pengukuhan di kampus Unisma Malang, Sabtu.

Dalam acara yang dihadiri Menhan Prabowo Subianto, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dan Rektor Unisma Prof Masykuri, ia menjelaskan kebijakan pendidikan (politik pendidikan) harus menghasilkan “cultural diversity competence”.

“Cultural Diversity Competence itu yang disebut Mikel Hogan (2003) sebagai kompetensi dalam pendidikan itu tidak boleh eksklusif, pendidikan harus membumi, sesuai konteks, multikultural,” katanya.

Apalagi, kata Ketua Umum PP ISNU itu, politik pendidikan Islam di Indonesia harus mengangkat multikultural, karena kultur itu bukan pilihan.

“Kita nggak bisa menolak menjadi Jawa, Sunda, Manado, Gorontalo, karena menjadi Indonesia itu memang menjadi ada dalam keberagaman,” katanya.

Menurut dia, sejumlah tokoh bangsa seperti Gus Dur (mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid) menyatakan semakin tinggi ilmu seseorang, seharusnya membuatnya semakin toleransi, bukan sombong.

“Jadi, politik pendidikan harus berdimensi kultural, berdamai dengan beragam agama yang ada, berdamai dengan masyarakat yang majemuk, berdamai dengan lingkungan, berdamai dengan perbedaan. Nabi juga membangun Madinah dengan damai, dengan Piagam Madinah sebanyak 47 pasal, bahkan sekretaris pertama Nabi adalah Yahudi untuk memudahkan komunikasi,” katanya.

Oleh karena itu, Islam dan nasionalisme itu harus dalam satu tarikan nafas. Al Qur’an menyatakan Allah menciptakan manusia dengan penuh perbedaan untuk saling mengenal (QS Al Hujurat : 13). Al Qur’an juga menyebut perbedaan adalah rahmat, kalau perbedaan diperbesar akan terjadi perpecahan (QS Ali Imron : 103).

“Saya jatuh cinta pada politik pendidikan Islam, karena kemajuan bangsa itu bersumber pada SDM dan kunci kualitas SDM adalah pendidikan dan kunci pendidikan yang tepat di negara Indonesia adalah multikultural. Pancasila itu given,” katanya.

Merespons pidato pengukuhan itu, Menhan Prabowo mengaku nyaman dengan pandangan Prof Ali Masykur Moesa yang berasal dari keluarga besar NU (ISNU).

“Saya hadir di sini merasa nyaman dan mendapat tambahan ilmu lagi dari Prof Ali Masykur. Saya memang cocok dengan NU, karena NU menjaga Islam tetap moderat, islam menjadi sejuk, Islam yang melindungi semuanya, Islam yang nggak izinkan kekerasan dan ekremisme,” katanya.

Sementara itu, Rektor Unisma Prof Dr H Masykuri MSi menilai pandangan Prof Ali Masykur Moesa itu penting, karena agama diletakkan sebagai pilar utama dalam politik pendidikan, sekaligus pilar dalam menghargai kebhinnekaan.

“Masalahnya, agama sebagai faktor penting dalam kebahagiaan di era digital ini menghadapi tantangan berat.
Faktanya,
23,4 persen pelajar/mahasiswa setuju dengan khilafah,
18-19 persen pekerja swasta dan ASN juga setuju khilafah, karena politik pendidikan Islam yang berbasis kedamaian dan moderasi,” katanya. (*/isnu)

Iklan.

You Might Also Like

MEKANISME BARU, KEPEMIMPINAN BARU dan ARAH BARU NU.

Muktamar 35 NU Sepakati Pilih Ketum PBNU melalui AHWA

Jatim Usulkan Aswaja Center NU jadi Lembaga

Di Markaz Alumni IPNU, Baznas RI Luncurkan Program Beasiswa Santri

Hari Pertama, 300 Penggembira Sambangi Posko PCNU Sidoarjo di Lokasi Muktamar

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Prabowo mengaku cocok dengan NU dan Gus Dur
Next Article Prof Mas’ud Said Kembali Terpilih Pimpin ISNU Jatim 2023-2028 Secara Aklamasi

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Ketua KOPRI PMII se-Bondowoso Soroti Tantangan Regenerasi
Sospol
Hari Jadi Bondowoso ke-207, 2.350 Pelari Ramaikan “Night Run” Harjabo
Uncategorized
Menunggu Perbaikan Data, DPRD Bondowoso Soroti Nasib Warga Penerima Bansos
Sospol
AHWA dan Seni Menimbang Amanah: Dari Politik Kandidat Menuju Fiqih Kepemimpinan
Kolom

You Might also Like

Nahdliyyin

Prabowo Minta Kartu NU

27/08/2026
Nahdliyyin

Sambut Muktamar NU ke-35, PW IKAPETE Jatim Siap Gelar Muswil dan Rumuskan Rekomendasi Strategis

27/08/2026
Nahdliyyin

Buka Pameran Ribuan Turots Muktamar, Gubernur Jatim: UINSA buka Prodi Pasca SarjanaTurots

27/08/2026
Nahdliyyin

Ribuan Siswa-Guru “Khadijah” Surabaya Semarakkan “Sholawat Merah Putih 2026”

25/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?