By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Khofifah: Pesantren Digital Al Yasmin Jadi “Kafetaria” Dakwah Bil Mal
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Khofifah: Pesantren Digital Al Yasmin Jadi “Kafetaria” Dakwah Bil Mal
Nahdliyyin

Khofifah: Pesantren Digital Al Yasmin Jadi “Kafetaria” Dakwah Bil Mal

29/02/2024 Nahdliyyin
Pembina Pesantren Digipreneur Al Yasmin, Pagesangan, Surabaya, Hj Khofifah Indar Parawansa, dalam Doa Bersama dan Peletakan Batu Pertama Pesantren Digipreneur Al-Yasmin di Surabaya, Kamis (29/2/24) petang. (*/yasmin)
SHARE

Surabaya, radar96.com – Pembina Pesantren Digipreneur Al Yasmin, Pagesangan, Surabaya, Hj Khofifah Indar Parawansa, menilai Pesantren Digipreneur Al Yasmin akan menjadi “kafetaria sistem” dalam penguatan dakwah bil mal/harta.

“Ini (Pesantren Digipreneur Al Yasmin) akan menjadi ‘kafetaria sistem’ dakwah bil mal/harta, karena ada sisi digital dan ada sisi entrepreneur. Sisi entrepreneur ini yang akan menjadi penguatan dakwah bil mal,” katanya dalam Doa Bersama dan Peletakan Batu Pertama Pesantren Digipreneur Al-Yasmin di Surabaya, Kamis (29/2/24) petang.

Pembina Pesantren Digipreneur Al Yasmin, Pagesangan, Surabaya, Hj Khofifah Indar Parawansa, dalam Doa Bersama dan Peletakan Batu Pertama Pesantren Digipreneur Al-Yasmin di Surabaya, Kamis (29/2/24) petang. (*/yasmin)

Menurut Ketua Umum PP Muslimat NU itu, peran Pesantren Digipreneur Al Yasmin ini didukung dengan berkembangnya kalangan profesional yang sangat luar biasa di lingkungan NU, sehingga dakwah lisan dan dakwah berbasis kitab akan berkembang lebih luas dengan penguatan ekonomi/mal.

“Saya katakan Pesantren Digipreneur ini akan dapat menjadi kafetaria sistem dalam dakwah bil mal, karena pesantren ini akan menjadi pertemuan pemikiran yang berlanjut dalam pertemuan programatik, lalu berkembang menjadi pertemuan jejaring dalam perekonomian,” katanya dalam acara yang dihadiri sejumlah pengurus Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) dan kalangan pesantren.

Bahkan, pertemuan jejaring itu akan mampu menata pengembangan UMKM menjadi mikro menjadi kelas tengah, menjadi besar dan menjadi ‘potensi pasar’. “Nanti bisa masuk dalam kerjasama OPOP dengan IDB yang mengembangkan potensi pasar dari negara anggota OKI,” katanya.

Sementara itu, inisiator Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya H Helmy M Noor menyatakan pesantren yang dirintis sejak 2021 dengan keputusan Kemenkumham Nomor AHU-0014731.AH.01.04 itu telah mengadakan kegiatan ngaji, santunan anak yatim, pelatihan dakwah digital, dan bantuan kamera profesional ke beberapa pesantren.

“Sekarang, kami siapkan pembangunan pondoknya dengan dana yang masih terkumpul sekitar 50 persen lebih dari kebutuhan. Kedepan akan kami kembangkan tiga program pesantren yakni pesantren mahasiswa, pesantren tematik, dan pesantren tahfidz/TPQ,” katanya.

Ia menambahkan pesantren mahasiswa untuk mahasiswa bertalenta khusus (public speaking, desain grafis, vocal/musik, dan sebagainya), sedangkan pesantren tematik bersifat pesantren kilat untuk ketrampilan khusus (digital marketing, pertanian digital, konten kreator, media, advertising digital, dan sebagainya). (*/yasmin)

Iklan.

You Might Also Like

Jatim Usulkan Aswaja Center NU jadi Lembaga

Di Markaz Alumni IPNU, Baznas RI Luncurkan Program Beasiswa Santri

Hari Pertama, 300 Penggembira Sambangi Posko PCNU Sidoarjo di Lokasi Muktamar

Prabowo Minta Kartu NU

Sambut Muktamar NU ke-35, PW IKAPETE Jatim Siap Gelar Muswil dan Rumuskan Rekomendasi Strategis

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article ITS Bersama UNICEF Latih Kemampuan Digital Dua Ribu Lebih Generasi Muda Jatim
Next Article IPNU-IPPNU Diharapkan Jadi Pilar Terdepan Generasi Digital

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Jatim Usulkan Aswaja Center NU jadi Lembaga
Nahdliyyin
Di Markaz Alumni IPNU, Baznas RI Luncurkan Program Beasiswa Santri
Nahdliyyin
Keputusan Muktamar Berlaku Sejak Ditetapkan ?
Uncategorized
GEGERAN DULU GERGERAN KEMUDIAN
Kolom

You Might also Like

Nahdliyyin

Buka Pameran Ribuan Turots Muktamar, Gubernur Jatim: UINSA buka Prodi Pasca SarjanaTurots

27/08/2026
Nahdliyyin

Ribuan Siswa-Guru “Khadijah” Surabaya Semarakkan “Sholawat Merah Putih 2026”

25/08/2026
Nahdliyyin

Perkuat Hubungan Antar-Pesantren, Gus Kikin Silaturahim ke Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo

23/08/2026
Nahdliyyin

Selama Muktamar 35 NU, MWCNU Mulyorejo-Surabaya Buka Posko Kesehatan Gratis di Tambakberas

23/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?