By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gus Rifqil: Patriot itu Berperan, bukan Baperan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Gus Rifqil: Patriot itu Berperan, bukan Baperan
Sospol

Gus Rifqil: Patriot itu Berperan, bukan Baperan

10/11/2024 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com/MAS – Pengasuh Pesantren Mambaul Hikmah Kaliwungu Kendal, Jateng, Gus Rifqil Muslim Suyuthi, menyatakan Generasi Z Islami (GenZI) dapat menjadi patriot atau superhero bila mampu berperan, bukan baperan (bawa perasaan/emosi).

“Patriot itu apa yang bisa kita berikan, jangan baperan, tapi harus berperan, jangan bilang leluhur saya begini, tapi bilang saya lho begini,” katanya dalam Majelis Subuh GenZI (MSG) edisi ke-14 di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Minggu.

Saat tampil berduet dengan sang istri yang juga putri pengasuh Pesantren Lirboyo, Kediri, Jatim, Imaz Fatimatuz Zahra (Ning Imaz) dalam MSG bertema “GenZI, Patriot Masa Kini” itu, ia berpesan agar GenZI berperan sebagai patriot/pahlawan dengan meningkatkan kualitas.

“Semua orang bisa menjadi pahlawan bagi dirinya sendiri, bagi orang terdekat dan kawan, minimal jadi diri sendiri yang terbaik dengan cara memperbaiki kualitas diri secara keilmuan, baru manfaat pahlawan bagi orang lain,” katanya.

Dalam MSG yang dihadiri ribuan GenZI itu, Ning Imaz mengatakan Al-Qur’am mengupas pemuda secara istimewa, bahkan diungkapkan dalam surat khusus yakni Al-Kahfi yang menceritakan Pemuda Ashabul Kahfi, yang heroik dan diberi pertolongan Allah karena beriman dan tidak menyimpang.

“Nabi Muhammad juga mempunyai sahabat muda yang disebut agent of change, yakni Sahabat Ansor. Jadi, Allah menyebut pemuda itu mempunyai dampak/pengaruh luar biasa, karena ada waktu dan tenaga, karena itu untuk menjadi patriot itu tidak perlu menjadi influencer, tapi agama mengajarkan untuk jangan menyimpang,” katanya.

Untuk menjaga diri dari penyimpangan atau melanggar agama, Ning Imaz memberikan tiga resep yakni iman dan menyandarkan hidup kepada Allah; memiliki motivasi dan disiplin karena motivasi, disiplin, dan ketrampilan yang dibiasakan akan menjadi perilaku dan membuat manusia berbeda dengan mesin; dan akhlak/adab (moralitas dan budaya/tradisi).

Dalam kesempatan itu, Ning Imaz sempat menjawab pertanyaan tentang feminisme. “Islam memang ingin perempuan itu berdaya, seperti Sayyidah Fatimah yang menjadi ibu, Sayyidah Aisyah sebagai intelektual, Sayyidah Khadijah sebagai perempuan mandiri, dan sebagainya,” katanya.

Namun, posisi berdaya bagi perempuan itu bukan untuk berkompetisi dengan laki-laki, namun berkolaborasi dengan laki-laki, karena wanita dan laki-laki memiliki fitrah yang berbeda yakni laki-laki sebagai pengayom/nafkah dan wanita sebagai pengasuhan/anak, karena itu laki-laki diberi peran wali, nafkah, dan nikah sesuai fitrah. (*/mas)

Iklan.

You Might Also Like

Sejumlah Fraksi di DPRD Desak Pemkab Bondowoso Jelaskan Pelaksanaan APBD

Risma pada Pidato Dies Natalis ke-13 Unusa: Kampus Harus Jadi Penggerak Solusi Pembangunan Berkelanjutan

Polisi Gagalkan 50,90 Gram Sabu Masuk Bondowoso

Empat Santri SMP Sains Tebuireng Lolos OSN Provinsi, Pertahankan Rekor Terbaik Jombang Dua Tahun Beruntun

Dekan FH Umaha Apresiasi Peluncuran SiMantap Polresta Sidoarjo

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article PBNU: Gelar Pahlawan Saja Tidak Cukup Bagi Pejuang NU
Next Article Hari Santri, 1.100 Anak Yatim Disantuni ALFIRA dan MWC NU Sawahan-Surabaya

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Sejumlah Fraksi di DPRD Desak Pemkab Bondowoso Jelaskan Pelaksanaan APBD
Sospol
Risma pada Pidato Dies Natalis ke-13 Unusa: Kampus Harus Jadi Penggerak Solusi Pembangunan Berkelanjutan
Sospol
Polisi Gagalkan 50,90 Gram Sabu Masuk Bondowoso
Sospol
APA JADINYA NU TANPA QONUN ASASI
Kolom

You Might also Like

Sospol

Lulus “Cumlaude” Doktor Unair, Hj Lelly Kikin: Pimpinan PBNU Agak Lupa Qonun Asasi

30/06/2026
Sospol

Usia 13 Tahun, Unusa Kantongi Delapan Paten

30/06/2026
Sospol

Program Holiday Anak Pesisir Pantai Sine yang Menarik

30/06/2026
Sospol

Tradisi “Nyonteng Kolbu'” dari Desa Sumberwringin, Bondowoso di Kawasan Wisata Ijen, Diusulkan Jadi Warisan Budaya

29/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?