By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Munas I Alumni IPNU di Bondowoso Bahas isu utama Pendidikan Dasar Gratis bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Munas I Alumni IPNU di Bondowoso Bahas isu utama Pendidikan Dasar Gratis bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Nahdliyyin

Munas I Alumni IPNU di Bondowoso Bahas isu utama Pendidikan Dasar Gratis bagi Seluruh Rakyat Indonesia

30/07/2025 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – Musyawarah Nasional (Munas) I Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (MA IPNU) di Bondowoso, Jawa Timur pada 2-3 Agustus 2025, juga membahas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hak atas pendidikan dasar, yaitu pendidikan dasar 9 tahun yang mencakup jenjang SD hingga SMP harus diselenggarakan tanpa pungutan biaya, baik di sekolah negeri maupun swasta.

“Putusan ini merupakan hasil dari permohonan uji materi yang diajukan oleh Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia, sehingga pemerintah pusat dan pemerintah daerah berkewajiban menjamin terselenggaranya program wajib belajar tanpa pungutan biaya,” kata Sekretaris MA IPNU Jatim, Dr H.M. Isa Anshori,SE.,M.Si, di Surabaya, Rabu.

Ia menjelaskan putusan ini bertujuan untuk memastikan kesetaraan akses dan kualitas pendidikan dasar bagi seluruh anak Indonesia, sehingga implementasi putusan ini masih menunggu regulasi teknis lebih lanjut dari pemerintah, khususnya dalam hal skema pembiayaan dan pengawasan.

Sementara itu, Ketua Panitia Daerah, HM. Hamzah, ST menyampaikan bahwa persiapan teknis dan akomodasi telah mencapai tahap final. Sebanyak 300 peserta dan peninjau dari seluruh Indonesia akan hadir dalam perhelatan akbar ini.

“Ada 150 peserta dan 150 peninjau yang terkonfirmasi hadir. Jumlah itu belum termasuk para muhibbin, terutama dari wilayah Jawa Timur. Sementara peserta dari luar Jawa akan transit di Surabaya sebelum diarahkan ke lokasi Munas di Bondowoso,” kata Hamzah.

Munas ini diharapkan menjadi tonggak baru untuk meneguhkan peran strategis alumni IPNU dalam pembangunan bangsa dan menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kepeloporan di tengah tantangan zaman.

Calon Ketua MA

Menyikapi munas itu, mantan Ketua PW IPNU Jawa Timur 1988-1992, Sudarsono Rahman, menilai pemilihan Jawa Timur sebagai lokasi Munas memiliki makna strategis.

“Munas MA IPNU di Jawa Timur ini menjadi simbol bahwa alumni IPNU dari Jawa Timur hadir untuk Indonesia. Jawa Timur adalah barometer kaderisasi, baik dalam tubuh IPNU maupun di kalangan alumninya. Apalagi, Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid merupakan alumni IPNU dan kini menjabat sebagai Ketua Majelis Alumni IPNU Jawa Timur,” ungkapnya.

Munas pertama ini tak hanya menjadi ajang konsolidasi nasional, tetapi juga akan memilih Ketua Umum Majelis Alumni IPNU periode 2025–2030. Sejumlah tokoh yang kiprahnya tidak diragukan lagi, juga memiliki pemikiran yang visioner dan progresif dari berbagai daerah telah muncul sebagai kandidat kuat.

Beberapa nama yang telah disebutkan antara lain: Drs. H. Syaifullah Yusuf (Mensos RI), Prof. Dr. H. Asrorun Ni’am Sholeh, MA (Staf Ahli Menpora dan Ketua Bidang Fatwah MUI), Dr. Abdullah Azwar Anas (Mantan Bupati Banyuwangi 2 Periode dan Mantan Menteri PAN – RB), Prof. Dr. H. Ali Ramdhani, STP, MT (Kepala BMBP-SDM Kemenag RI), dan H. Abdul Aziz (DKI Jakarta).

“Mereka adalah tokoh-tokoh alumni IPNU yang kiprahnya telah dikenal secara nasional. Mereka cerdas, progresif, dan visioner—karakter yang sangat dibutuhkan dalam kepemimpinan MA IPNU ke depan,” ujar Cak Dar.

Alumni IPNU saat ini telah tersebar di berbagai sektor strategis: ada yang menjadi politisi, pejabat negara, pengusaha, pendidik, hingga aktivis sosial. Peran mereka menjadi tulang punggung yang memperkuat eksistensi dan keberlanjutan nilai-nilai IPNU di masyarakat.

“MA IPNU akan menjadi supporting system bagi adik-adiknya yang masih aktif di organisasi, sekaligus menopang jejaring alumni di tingkat nasional. Ini penting untuk menjaga semangat kaderisasi lintas generasi,” tambahnya. (*/pna)

Iklan.

You Might Also Like

Ribuan Siswa-Guru “Khadijah” Surabaya Semarakkan “Sholawat Merah Putih 2026”

Perkuat Hubungan Antar-Pesantren, Gus Kikin Silaturahim ke Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo

Selama Muktamar 35 NU, MWCNU Mulyorejo-Surabaya Buka Posko Kesehatan Gratis di Tambakberas

PWNU Sumbar Apresiasi Gus Kikin soal Revitalisasi Qanun Asasi dan Program Pendidikan-Ekonomi

Jelang Muktamar NU di Tambakberas, Mbah Wahab Dianugerahi Gelar Bapak ISHARI

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article PWNU Jatim Harapkan PMKNU V-VI Jadi Solusi Era Digital yang justru Banyak Masalah
Next Article Mendikbudristek bersama Prof. Mas’ud Said Gagas Roadmap Intelektual NU dalam Halaqah Kebangsaan PP ISNU

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Adab, Kritik, dan Menjaga Marwah NU
Kolom
Gerakan Eksternal Menjelang Muktamar NU ke-35: Antara Khidmah, Kontestasi, dan Independensi Jam’iyyah
Kolom
Arjunu–RJI International Forum 2026 Perkuat Kolaborasi Dorong Jurnal Indonesia Menuju Scopus
Sospol
BAZNAS Jatim Hadirkan Layanan Ambulans Gratis di Kediri dan Sekitarnya
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Dzurriyah Hasan Gipo: Muktamar Tambakberas Simbol Ajakan Pulang ke Muassis

19/08/2026
Nahdliyyin

Dari Pesantren ke Guru Besar, Prof Hamdanah Utsman Dorong Wajah Baru Pendidikan Islam di Era Digital

17/08/2026
Nahdliyyin

Gus Ipang: Kiai Imjaz Tokoh Transformatif Pesantren dan Pemimpin Masa Depan NU

17/08/2026
Nahdliyyin

Di Makassar, Gus Kikin Serukan Pentingnya Qanun Asasi untuk NU

15/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?