Tulungagung, radar96.com – Gedung Dakwah Abi KH M Ihya’ Ulumiddin pada Sabtu (13/9) pagi tadi berubah menjadi ruang spiritual, intelektual, dan tempat berkumpul ahlul Quran. Sebanyak 300 guru Al Azhaar Kedungwaru, Tulungagung duduk bersila. Bukan untuk mendengar ceramah biasa, tapi untuk menyegarkan kembali bagaimana menerapkan metode Yanbu’a untuk para muridnya. Yanbu’a merupakan metode membaca Al-Quran dari Pondok Pesantren Yanbu’ Kudus Mojokerto.
Ketua Muroqobah Yanbu’a Kabupaten Tulungagung, Kiai Abdullah Hadirin, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Dr KH Jauhari Nadzirun. Ia berhahap momentum penyegaran itu akan mendapatkan berkah.
KH Imam Mawardi Ridlwan, pengasuh Pesantren Al Azhaar, memberi sambutan dengan berkisah bahwa sanad Yanbu’a di Al Azhaar Kedungwaru Tulungagung bersambung. “Sanad Yanbu’a di Al Azhaar ini tersambung ke Mbah KH Aminuddin Ridlo, dan Mbah Yai Amin itu murid Mbah KH Arwani Kudus,” ujarnya.
Dr KH Muhammad Jauhari Nadzirun dari Lajnah Muroqobah Yanbu’a Mojokerto sebagai narasumber penyegaran Metode Yanbu’a hadlir untuk memberi semangat. Ia menegaskan penting sosok guru yang berkualitas. “Metode itu penting, tapi yang lebih penting adalah gurunya,” jelasnya
Lebih detail Gus Jauhari menuturkan, sebaiknya para guru dapat melepas dan melupakan masa lalu yang kurang baik. Guru Al-Quran sebaiknya juga harus tetap semangat, istiqamah, telaten, dan memahami karakter murid dan wali muridnya.
Ia juga menegaskan bahwa guru itu ruh. Maka mengajar harus dengan hati, agar masuk ke hati murid. Inilah ketulusan dalam mengajar.



