Gresik, radar96.com/Tebuireng.online – Pengasuh Pesantren Tebuireng sekaligus Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, menghadiri peringatan hari ketujuh wafatnya KH. Moch Chisni di Kebungson, Kabupaten Gresik, Selasa (21/4/2026) malam.
Kegiatan tahlil berlangsung khidmat di Langgar Soghir, tepat di samping kediaman almarhum. Selain Gus Kikin, sejumlah tokoh ulama turut hadir, di antaranya Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik yang juga Wakil Rais Syuriyah PCNU Gresik, KH. Ainur Rofiq Thoyyib.
Dalam mauidzah hasanah-nya, Gus Kikin memaparkan kronik sejarah perjuangan bangsa serta kontribusi besar tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Secara khusus, beliau mengenang almarhum KH. Moch Chisni sebagai sosok penjaga arsip dan dokumen penting organisasi.

Arsip-arsip tersebut sebelumnya dihimpun oleh ayah almarhum, yakni KH. Umar Burhan. Sosok KH Umar Burhan sendiri pernah disebut oleh KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai arsiparis NU yang sangat berdedikasi.
Di hadapan ratusan jamaah, Gus Kikin mengajak warga dan pengurus NU untuk terus menjaga kerukunan serta persatuan lahir dan batin. Ia memberikan apresiasi terhadap kekompakan pengurus NU di tingkat basis.
“Kalau saya hadir di MWC (Majelis Wakil Cabang) dan Ranting NU itu rasanya senang, karena kompak, guyub, dan rukun. Selama di tingkat bawah NU selalu rukun, maka tidak akan ada masalah di organisasi,” tutur Gus Kikin.
Ia juga mengajak jamaah untuk terus merajut ukhuwah (persaudaraan) sesuai dengan mandat Hadratussyaikh KH. M Hasyim Asy’ari dalam Qanun Asasi.
Acara ditutup dengan doa oleh KH. Umar Toha, dilanjutkan dengan ramah tamah bersama keluarga besar KH. Umar Burhan dan para alumni Pesantren Tebuireng di Gresik.
Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) Gresik, Ustadz Zainal Abidin, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran Gus Kikin.
Menurutnya, kehadiran ini merupakan upaya menyambung kembali tali sejarah antara Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari dengan KH Umar Burhan, yang dahulu merupakan khatib pribadi Mbah Hasyim pada masa awal berdirinya NU.
“Gus Kikin menekankan perlunya penelusuran data dan arsip sejarah pemikiran serta gerakan para sesepuh NU,” ujar Zainal yang juga menjabat Ketua DMI Gresik.
Melalui data tertulis tersebut, kata Gus Kikin, generasi sekarang dapat mengambil semangat khidmah yang terjadi pada masa lalu untuk dijadikan kompas perjuangan di masa depan. (*/tebuireng.online)
Sumber: https://tebuireng.online/sambung-sejarah-gus-kikin-hadiri-tahlil-hari-ketujuh-kh-moch-chisni-di-gresik/



