By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Wisudawan Fresh Graduate Unusa Tembus RS di Arab Saudi
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Wisudawan Fresh Graduate Unusa Tembus RS di Arab Saudi
Milenial

Wisudawan Fresh Graduate Unusa Tembus RS di Arab Saudi

23/04/2026 Milenial
SHARE

Surabaya, radar96.com – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali menunjukkan kiprahnya dalam mencetak lulusan berdaya saing global. Wisudawan Program Studi S1 Kebidanan Alih Jenjang, berhasil menembus dunia kerja global dengan berkarier di rumah sakit di Arab Saudi. Tepatnya di Rumah Sakit dr Sulaiman Alhabib, Sahafa, Riyadh, Arab Saudi.


Bagi Maulidiya, wisuda kali ini (22/4/26) adalah wisuda dirinya yang tertunda. Pada September 2025 lalu ia seharusnya diwisuda. Tapi karena sedang bekerja di Arab Saudi, ia memutuskan tidak ikut diwisuda dan baru kali ini ia sempat mengikuti acara wisuda, kebetulan sedang menjalani masa cuti.


Gadis kelahiran Pamekasan, 15 September 2001 ini adalah anak tunggal dari pasangan Nasihah dan Sayuti. Ketertarikannya pada dunia kebidanan didorong oleh keluarga serta keinginan kuat untuk berkontribusi dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak. “Orang tua dan keluarga menjadi motivasi utama saya. Saya ingin bisa berkontribusi di bidang kesehatan, khususnya untuk ibu dan anak,” ujarnya.


Perjalanan karier Maulidiya terbilang cepat. Ia mengikuti proses seleksi mulai dari administrasi hingga wawancara langsung dengan pihak rumah sakit di Arab Saudi. Setelah dinyatakan lolos, ia segera melengkapi dokumen yang dibutuhkan hingga akhirnya berangkat bekerja. “Dari proses wawancara sampai bekerja hanya sekitar dua bulan. Sambil menunggu, saya juga meningkatkan kemampuan bahasa secara mandiri,” ungkapnya.


Keberhasilan tersebut menjadi momen yang penuh haru bagi dirinya. “Saya sangat bersyukur, senang, dan terharu karena ini merupakan karier pertama saya dan langsung bekerja di luar negeri. Semua usaha dan doa akhirnya terbayarkan,” tambahnya.


Selama bekerja, Maulidiya menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perbedaan standar operasional hingga budaya kerja yang lebih disiplin dan berbasis teknologi. “Ada perbedaan dalam standar operasional, teknologi yang lebih maju, serta kedisiplinan kerja yang tinggi. Namun ini menjadi pengalaman berharga untuk terus belajar dan beradaptasi,” jelasnya.


Ia juga mengaku sempat mengalami tantangan emosional sebagai anak tunggal yang harus jauh dari keluarga. “Pernah merasa lelah dan rindu keluarga, tetapi saya mengatasinya dengan tetap berkomunikasi dan mengingat tujuan awal,” katanya.


Pengalaman bekerja di lingkungan multinasional juga memberinya pelajaran penting dalam komunikasi lintas budaya. “Saya bertemu pasien dari berbagai negara, sehingga belajar banyak tentang komunikasi lintas budaya,” ujarnya.


Saat ini, Maulidiya telah menyelesaikan kontrak kerja pertamanya (2023–2025) dan melanjutkan kontrak kedua selama dua tahun berikutnya.


Keberhasilan Maulidiya merupakan bagian dari capaian yang lebih luas. Hingga saat ini, lulusan Unusa telah banyak yang bekerja di luar negeri dan tersebar di berbagai negara seperti Arab Saudi, Jepang, dan Taiwan.


Tidak hanya dari bidang kesehatan, alumni yang berkiprah di tingkat global juga berasal dari berbagai program studi lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa Unusa mampu menghasilkan sumber daya manusia yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing internasional.


Dalam beberapa tahun terakhir, tren lulusan yang bekerja di luar negeri juga terus meningkat, seiring dengan penguatan kompetensi, pelatihan bahasa, serta kesiapan kerja global yang dikembangkan kampus. Kini di Prodi Keperawatan, Unusa juga telah membuka kelas internasional.


Capaian ini sekaligus mencerminkan kontribusi Unusa dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peran tenaga kesehatan, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dalam menghasilkan lulusan unggul, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui daya serap lulusan di dunia kerja global.
Sebaran alumni yang bekerja di berbagai negara juga memperkuat posisi Unusa dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Impact Rankings, khususnya pada indikator kontribusi terhadap kesehatan masyarakat, kualitas pendidikan, dan employability lulusan.


Maulidiya pun membagikan pesan bagi mahasiswa dan tenaga kesehatan yang ingin mengikuti jejaknya. “Jangan ragu untuk memulai. Persiapkan diri dengan baik, baik dari segi ilmu, keterampilan, maupun bahasa. Kesempatan bekerja di luar negeri terbuka lebar bagi yang mau berusaha,” pesannya.


Ia juga menegaskan bahwa pengalaman global merupakan nilai tambah yang sangat berharga. “Bekerja di dalam negeri memang impian, tetapi memiliki pengalaman di belahan dunia lain juga menjadi pelajaran yang sangat berarti,” tutupnya.

Iklan.

You Might Also Like

Gerakan Seribu Buku Karya Murid Dimulai, Korwilcam Pendidikan dan Dispendik Bondowoso Perkuat Budaya Literasi

LDNU Jatim dan UNISMA Cetak 200 Da’i Gen-Z yang Moderat dan Adaptif di Era Digital

SMP Khadijah Surabaya Cetak Kader Pemimpin NU Abad Kedua lewat IPNU-IPPNU

Polisi cilik MI At-Taqwa Bondowoso Tampil Memukau di Hari Bhayangkara ke-80

Kepada GenZI Masjid Al-Akbar Surabaya, Ustadz Syam: Ikhlas Karena Cinta Itu Dimulai dari Menjaga Hati

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Muktamar NU: ABUKTOR—Asal Bukan Koruptor
Next Article Hardiknas dan Kebangkitan Intelektual Profesor Muslimat NU

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Demasindo-DMI Jatim: Tahun 2026 ada 37 kegiatan DMI untuk Masjid
Sospol
Gerakan Seribu Buku Karya Murid Dimulai, Korwilcam Pendidikan dan Dispendik Bondowoso Perkuat Budaya Literasi
Milenial
LDNU Jatim dan UNISMA Cetak 200 Da’i Gen-Z yang Moderat dan Adaptif di Era Digital
Milenial
Harmonisasi Dua Kutub Tradisi
Kolom

You Might also Like

Milenial

334 Lulusan MI At-Taqwa Bondowoso Raih Prestasi TKA di Atas Nasional dan Jatim

21/06/2026
Milenial

Wisuda Tahfidz Juz 30 Warnai Pelepasan siswa kelas 6 SD Al Islam Surabaya

18/06/2026
Milenial

Saat Lantik OSIM di MDW Putri Pesantren Sukorejo, Wabup Situbondo Ulfiyah Ajak Santri Percaya Diri dan Terus Berkembang

17/06/2026
Milenial

Pesantren Bayt Al-Hikmah dan Al Yasmin Siapkan Kolaborasi Program Penguatan Kompetensi Digital Santri

15/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?