Surabaya, radar96.com – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali menunjukkan kiprahnya dalam mencetak lulusan berdaya saing global. Wisudawan Program Studi S1 Kebidanan Alih Jenjang, berhasil menembus dunia kerja global dengan berkarier di rumah sakit di Arab Saudi. Tepatnya di Rumah Sakit dr Sulaiman Alhabib, Sahafa, Riyadh, Arab Saudi.
Bagi Maulidiya, wisuda kali ini (22/4/26) adalah wisuda dirinya yang tertunda. Pada September 2025 lalu ia seharusnya diwisuda. Tapi karena sedang bekerja di Arab Saudi, ia memutuskan tidak ikut diwisuda dan baru kali ini ia sempat mengikuti acara wisuda, kebetulan sedang menjalani masa cuti.

Gadis kelahiran Pamekasan, 15 September 2001 ini adalah anak tunggal dari pasangan Nasihah dan Sayuti. Ketertarikannya pada dunia kebidanan didorong oleh keluarga serta keinginan kuat untuk berkontribusi dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak. “Orang tua dan keluarga menjadi motivasi utama saya. Saya ingin bisa berkontribusi di bidang kesehatan, khususnya untuk ibu dan anak,” ujarnya.
Perjalanan karier Maulidiya terbilang cepat. Ia mengikuti proses seleksi mulai dari administrasi hingga wawancara langsung dengan pihak rumah sakit di Arab Saudi. Setelah dinyatakan lolos, ia segera melengkapi dokumen yang dibutuhkan hingga akhirnya berangkat bekerja. “Dari proses wawancara sampai bekerja hanya sekitar dua bulan. Sambil menunggu, saya juga meningkatkan kemampuan bahasa secara mandiri,” ungkapnya.
Keberhasilan tersebut menjadi momen yang penuh haru bagi dirinya. “Saya sangat bersyukur, senang, dan terharu karena ini merupakan karier pertama saya dan langsung bekerja di luar negeri. Semua usaha dan doa akhirnya terbayarkan,” tambahnya.
Selama bekerja, Maulidiya menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perbedaan standar operasional hingga budaya kerja yang lebih disiplin dan berbasis teknologi. “Ada perbedaan dalam standar operasional, teknologi yang lebih maju, serta kedisiplinan kerja yang tinggi. Namun ini menjadi pengalaman berharga untuk terus belajar dan beradaptasi,” jelasnya.
Ia juga mengaku sempat mengalami tantangan emosional sebagai anak tunggal yang harus jauh dari keluarga. “Pernah merasa lelah dan rindu keluarga, tetapi saya mengatasinya dengan tetap berkomunikasi dan mengingat tujuan awal,” katanya.
Pengalaman bekerja di lingkungan multinasional juga memberinya pelajaran penting dalam komunikasi lintas budaya. “Saya bertemu pasien dari berbagai negara, sehingga belajar banyak tentang komunikasi lintas budaya,” ujarnya.
Saat ini, Maulidiya telah menyelesaikan kontrak kerja pertamanya (2023–2025) dan melanjutkan kontrak kedua selama dua tahun berikutnya.
Keberhasilan Maulidiya merupakan bagian dari capaian yang lebih luas. Hingga saat ini, lulusan Unusa telah banyak yang bekerja di luar negeri dan tersebar di berbagai negara seperti Arab Saudi, Jepang, dan Taiwan.
Tidak hanya dari bidang kesehatan, alumni yang berkiprah di tingkat global juga berasal dari berbagai program studi lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa Unusa mampu menghasilkan sumber daya manusia yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing internasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, tren lulusan yang bekerja di luar negeri juga terus meningkat, seiring dengan penguatan kompetensi, pelatihan bahasa, serta kesiapan kerja global yang dikembangkan kampus. Kini di Prodi Keperawatan, Unusa juga telah membuka kelas internasional.
Capaian ini sekaligus mencerminkan kontribusi Unusa dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peran tenaga kesehatan, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dalam menghasilkan lulusan unggul, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui daya serap lulusan di dunia kerja global.
Sebaran alumni yang bekerja di berbagai negara juga memperkuat posisi Unusa dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Impact Rankings, khususnya pada indikator kontribusi terhadap kesehatan masyarakat, kualitas pendidikan, dan employability lulusan.
Maulidiya pun membagikan pesan bagi mahasiswa dan tenaga kesehatan yang ingin mengikuti jejaknya. “Jangan ragu untuk memulai. Persiapkan diri dengan baik, baik dari segi ilmu, keterampilan, maupun bahasa. Kesempatan bekerja di luar negeri terbuka lebar bagi yang mau berusaha,” pesannya.
Ia juga menegaskan bahwa pengalaman global merupakan nilai tambah yang sangat berharga. “Bekerja di dalam negeri memang impian, tetapi memiliki pengalaman di belahan dunia lain juga menjadi pelajaran yang sangat berarti,” tutupnya.



