By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Tradisi “Nyonteng Kolbu'” dari Desa Sumberwringin, Bondowoso di Kawasan Wisata Ijen, Diusulkan Jadi Warisan Budaya
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Tradisi “Nyonteng Kolbu'” dari Desa Sumberwringin, Bondowoso di Kawasan Wisata Ijen, Diusulkan Jadi Warisan Budaya
Sospol

Tradisi “Nyonteng Kolbu'” dari Desa Sumberwringin, Bondowoso di Kawasan Wisata Ijen, Diusulkan Jadi Warisan Budaya

29/06/2026 Sospol
SHARE

Bondowoso, radar96.com – Tradisi Nyonteng Kolbu’ di Desa Sumberwringin, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso mulai dipersiapkan untuk diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI).

Hal itu bersamaan dengan proyeksi Desa Sumberwringin menjadi desa penyangga wisata menuju kawasan Ijen Geopark guna memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Desa Budaya Sumberwringin: “Menggali Permasalahan dan Strategi Pemerintah dalam Melestarikan Kearifan Budaya Nyonteng Kolbu'” di Bondowoso, Senin (29/6/2026).

Nyonteng Kolbu’ merupakan tradisi ruwatan atau selamatan sumber mata air yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Sumberwringin. Tradisi ini menjadi bentuk rasa syukur atas karunia sumber mata air yang menopang kehidupan warga di lereng Gunung Raung sekaligus menjadi simbol pelestarian hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Ritual tersebut diawali dengan penyembelihan seekor kambing yang diiringi musik karawitan, dilanjutkan pelepasan burung merpati, prosesi pengambilan air dari sumber mata air oleh sepasang pengantin berkostum adat, hingga doa bersama yang dipimpin tetua desa. Air yang telah didoakan kemudian dipercikkan ke area pasar tani sebagai simbol keberkahan bagi hasil bumi masyarakat.

Ketua Tim Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan dan Cagar Budaya Bondowoso, Alfareza Firdaus, M.PP, mengatakan tradisi Nyonteng Kolbu’ dipilih karena memiliki nilai budaya yang kuat sekaligus menyimpan pesan pelestarian lingkungan.

“Karena kajian ini berangkat dari Kementerian Kebudayaan, fokus kami adalah ritual dan pelestarian budaya. Nyonteng Kolbu’ dipilih karena memiliki narasi tentang bagaimana kelestarian lingkungan dapat dijaga melalui pelestarian kebudayaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Desa Sumberwringin telah dicanangkan sebagai Desa Budaya sejak 2025. Melalui kajian yang sedang dilakukan, Nyonteng Kolbu’ diharapkan dapat memperoleh pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia sehingga memiliki dasar yang lebih kuat untuk dilestarikan dan dikembangkan.

Menurut Alfareza, pengakuan sebagai WBTBI juga akan membuka peluang dukungan pemerintah pusat dalam pelestarian budaya, sekaligus meningkatkan daya tarik wisata karena tradisi tersebut telah memiliki narasi sejarah dan kajian akademik yang kuat.

Selain menyusun kajian budaya, tim juga menyiapkan rekomendasi kebijakan bagi Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Salah satu poin yang didorong adalah menjadikan Desa Sumberwringin sebagai kawasan transit wisata sebelum wisatawan menuju Kawah Ijen.

Konsep tersebut dinilai mampu memperpanjang lama kunjungan wisatawan sekaligus menciptakan perputaran ekonomi baru bagi masyarakat desa melalui pengembangan wisata budaya, UMKM, hingga produk-produk lokal.

Untuk mendukung pengembangan tersebut, Tim Kajian menggandeng Universitas Jember (UNEJ) melalui program pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi itu meliputi pelatihan manajemen event, digital storytelling, hingga penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola desa budaya secara berkelanjutan.

Alfareza berharap pengembangan Nyonteng Kolbu’ tidak berhenti pada kajian akademik semata, tetapi dapat diwujudkan dalam kebijakan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Harapan kami, hasil kajian ini tidak berhenti sebagai rekomendasi di atas kertas. Kami sudah memulai kajian, menggandeng UNEJ, dan memperkuat kapasitas masyarakat. Selanjutnya kami berharap pemerintah dapat menindaklanjutinya menjadi kebijakan nyata,” pungkasnya. (*/Rif)

Iklan.

You Might Also Like

Tiga Siswa Bondowoso Ukir Prestasi di Jatim, Bersiap Tampil di OSN Nasional

DMI Jatim Miliki 400 Pendamping “Halal” Bantu UMKM Sekitar Masjid

Lantik Dokter Baru, Rektor Unusa Tekankan Integritas dan Empati

YTI Walisongo Probolinggo Perluas Pendidikan Qur’ani dengan Rumah Tahfidz Abuya Ja’far Baharun

Cek Kesehatan Jangan Menunggu Sakit, Politisi DPR RI Nihayatul Wafiroh Dorong Budaya Preventif di Bondowoso

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article PMII Bondowoso Siap Jadi Mitra Kritis Pembangunan Daerah
Next Article PCNU Surabaya: Jadikan Demokrasi Ruang Mencari Solusi, Bukan Menyebar Kebencian

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Bullying Bukan Sekadar Candaan, KKN 02 UNIBO dan Polsek Tlogosari Edukasi Siswa MTs Miftahul Ulum 2 Bondowoso
Milenial
Tiga Siswa Bondowoso Ukir Prestasi di Jatim, Bersiap Tampil di OSN Nasional
Sospol
DMI Jatim Miliki 400 Pendamping “Halal” Bantu UMKM Sekitar Masjid
Sospol
Lantik Dokter Baru, Rektor Unusa Tekankan Integritas dan Empati
Sospol

You Might also Like

Sospol

Gubernur Apresiasi Umaha atas 200 Beasiswa Penuh dan 800 Bantuan Pendidikan

12/08/2026
Sospol

ISNU Surabaya adakan Bedah Buku “Mozaik Kehidupan” karya Dosen UINSA Dr Yusuf Amrozi

12/08/2026
Sospol

DPP LPKAN INDONESIA: DI TENGAH TANTANGAN GLOBAL, POLRI DI BAWAH JENDERAL LISTYO SIGIT BUKTIKAN KINERJA DAN LAYAK DIDUKUNG PENUH

11/08/2026
Sospol

Gandeng University of Manchester, Unusa Kembangkan Riset Perkembangan Otak Sejak dalam Rahim

10/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?