By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Santunan dan Petualangan Sejarah, Pengalaman Baru Anak Yatim di Malang
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Santunan dan Petualangan Sejarah, Pengalaman Baru Anak Yatim di Malang
Sospol

Santunan dan Petualangan Sejarah, Pengalaman Baru Anak Yatim di Malang

06/07/2026 Sospol
SHARE

Malang, radar96.com – Ahad pagi (5/7/26) menjadi pengalaman yang berbeda bagi puluhan anak yatim dan penyandang disabilitas di Kota Malang. Di momen Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, mereka bukan hanya menerima santunan, tetapi juga diajak menjelajahi sejarah, budaya, dan nilai-nilai kehidupan melalui sebuah field trip edukatif.

Sebanyak 65 anak yatim, termasuk penyandang disabilitas tunanetra, mengikuti kegiatan bertajuk Santunan dan Field Trip Muharram 1448 Hijriah yang dipusatkan di Pendopo Wali Kota Malang. Sejak pagi, wajah-wajah penuh antusias tampak menghiasi rombongan yang bersiap mengikuti perjalanan belajar di sejumlah lokasi bersejarah dan edukatif.

Perjalanan diawali dengan mengunjungi Balai Kota Malang. Di sana, anak-anak diajak mengenal sejarah berdirinya gedung pemerintahan yang menjadi salah satu ikon Kota Malang sekaligus melihat lebih dekat ruang kerja Wali Kota. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan langka bagi mereka untuk memahami bagaimana pemerintahan daerah bekerja melayani masyarakat.

Petualangan berlanjut ke Markas Dinas Pemadam Kebakaran. Suasana riuh penuh semangat terlihat ketika para peserta dikenalkan dengan berbagai peralatan pemadam kebakaran dan mengikuti simulasi penanganan kebakaran sederhana. Bagi sebagian anak, pengalaman tersebut menjadi kali pertama mereka melihat secara langsung tugas para petugas Damkar yang setiap hari menjaga keselamatan masyarakat.

Rombongan kemudian menyusuri kawasan Heritage Kayutangan. Di kawasan yang menjadi saksi perjalanan sejarah Kota Malang itu, anak-anak belajar bahwa bangunan-bangunan tua bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan bagian dari identitas kota yang harus dijaga bersama. Mereka juga dikenalkan pada potensi kawasan heritage sebagai penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.

Perjalanan edukatif ditutup dengan napak tilas ke kompleks Makam Mbah Bungkuk di Singosari. Selain melaksanakan shalat berjamaah, tahlil, dan doa bersama, peserta diajak meneladani perjuangan para ulama yang telah memberikan kontribusi bagi penyebaran Islam dan pembangunan masyarakat.

Wali Kota Malang, Dr Ir H Wahyu Hidayat, MM, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengajak anak-anak menjadikan semangat Tahun Baru Islam sebagai motivasi untuk terus belajar dan menggapai cita-cita.

“Teruslah belajar dan menatap masa depan dengan optimisme. Jadilah generasi yang memiliki ilmu, wawasan, percaya diri, serta mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama,” pesannya.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Malang bersama Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi (PDUF) MUI Jawa Timur serta berbagai elemen masyarakat. Bagi penyelenggara, Muharram bukan sekadar momentum berbagi, tetapi juga kesempatan menanamkan nilai pendidikan dan kepedulian sosial kepada generasi muda.

Pembina PDUF MUI Jawa Timur, Dr KH Noor Sodiq Askandar, MM (Gus Shodiq), mengatakan, pengalaman belajar langsung di lapangan akan lebih mudah membekas dalam ingatan anak-anak dibandingkan sekadar mendengarkan penjelasan di dalam ruangan.

“Field trip ini bukan sekadar jalan-jalan. Anak-anak diajak mengenal sejarah Kota Malang, meneladani perjuangan para ulama dan tokoh bangsa melalui napak tilas ke makam mereka, sekaligus memperoleh pengalaman belajar yang memperluas wawasan. Kami ingin mereka tumbuh dengan rasa cinta terhadap sejarah, budaya, dan bangsanya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi PDUF MUI Jawa Timur, KH Miftah Jauhari, berharap kegiatan tersebut menjadi awal kolaborasi yang lebih luas dalam membangun program filantropi yang berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal terbangunnya kolaborasi yang lebih luas antara PDUF MUI Jawa Timur dengan Pemerintah Kota Malang dan berbagai pemangku kepentingan. Filantropi tidak cukup diwujudkan melalui santunan yang bersifat sesaat, tetapi harus berkembang menjadi program pemberdayaan yang berkelanjutan, mulai dari pendidikan, penguatan ekonomi umat, hingga pelestarian lingkungan. Dengan sinergi yang baik, manfaatnya akan dirasakan masyarakat secara lebih luas dan dalam jangka panjang,” katanya.

Ia menambahkan, salah satu peluang yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi tersebut adalah pemanfaatan potensi perdagangan karbon (carbon trading) berbasis kawasan hutan lindung di wilayah Malang sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, Wakil Ketua Departemen III PDUF MUI Jawa Timur, M Syafii, menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari jumlah santunan yang disalurkan, melainkan dari pengalaman dan semangat baru yang tumbuh dalam diri setiap anak.

“Bagi kami, keberhasilan kegiatan ini bukan diukur dari banyaknya santunan yang diberikan, tetapi dari senyum, rasa ingin tahu, dan kepercayaan diri yang tumbuh dalam diri anak-anak. Pengalaman belajar seperti ini diharapkan menjadi inspirasi bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Inilah semangat filantropi yang ingin terus kami bangun melalui kolaborasi yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Peringatan Muharram kali ini membuktikan bahwa berbagi tidak selalu identik dengan pemberian bantuan materi. Ketika kepedulian dipadukan dengan pendidikan, pengalaman, dan pembentukan karakter, setiap perjalanan dapat menjadi ruang belajar yang menumbuhkan harapan baru bagi anak-anak untuk menyongsong masa depan dengan lebih percaya diri.

Iklan.

You Might Also Like

Al Irsyad Bondowoso Buka Program Milad dengan Pendaftaran Gratis dan Dukungan Biaya Rp1 Juta

Agnostik Prancis Ikrarkan Masuk Islam di Masjid Al-Akbar Surabaya

Prof. Halim Soebahar Raih “The Religious Leadership, Education, and Social Harmony Award”

Santri Jember Zaky Faizal Huda Buktikan Santri Bisa Juara MQK Jatim

Kado HUT ke-81 Kemerdekaan RI, BAZNAS Salurkan 81 Paket Bantuan Bedah Rumah

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article PCNU Surabaya turba ke MWCNU Mulyorejo yang rantingnya miliki Mobil Ambulans
Next Article Menag Nasaruddin Umar dan KH Imam Jazuli Bertemu Jelang Muktamar ke-35

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

PWNU Sumbar Apresiasi Gus Kikin soal Revitalisasi Qanun Asasi dan Program Pendidikan-Ekonomi
Nahdliyyin
Menakar Usulan Kiai Sepuh dalam Penyusunan AHWA
Kolom
Al Irsyad Bondowoso Buka Program Milad dengan Pendaftaran Gratis dan Dukungan Biaya Rp1 Juta
Sospol
Harapan Muktamar NU ke-35 Jombang : Refleksi, Muhasabah, dan Dinamika NU Menyongsong Abad Kedua
Kolom

You Might also Like

Sospol

BASSRA Bantah Tolak Industri di Bangkalan

17/08/2026
Sospol

270 Warga Binaan Lapas Bondowoso Terima Remisi Kemerdekaan

17/08/2026
Sospol

Guru Besar UIJ Prof. Hamdanah Utsman: Pendidikan Islam Tak Boleh Kalah oleh AI

17/08/2026
Sospol

KETUA UMUM DPP LPKAN INDONESIA TERIMA BUKU “EKONOMI PANCASILA” ABAH DJONI: KEMERDEKAAN HARUS HADIR DI MEJA RAKYAT

16/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?