Bondowoso, radar96.com – Persaudaraan Bawean Nusantara (PBN) terus memperluas penguatan organisasi di berbagai daerah. Terbaru, masyarakat Bawean di Kabupaten Bondowoso resmi membentuk kepengurusan Persaudaraan Bawean Nusantara (PBN) melalui forum Silaturahmi dan Temu Kangen Keluarga Bawean di Graha NU Bondowoso, Ahad (26/7/2026).
Kegiatan bertema “Merajut Ukhuwah, Mempererat Tali Persaudaraan dan Merawat Kebersamaan” tersebut diawali dengan pembukaan, tawasul batin, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan mahalul qiyam, dilanjutkan sambutan para tokoh, pengarahan Pengurus PBN Pusat, musyawarah pemilihan ketua umum, doa bersama, hingga ramah tamah.
Melalui musyawarah mufakat yang berlangsung penuh kekeluargaan, peserta memilih Glory Bastian, S.Sy., S.H., M.Kn. sebagai Ketua Umum Persaudaraan Bawean Nusantara (PBN) Kabupaten Bondowoso.
Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Panitia Suhairiyanto dan dihadiri tokoh serta masyarakat Bawean dari berbagai wilayah di Bondowoso.
Sekretaris Jenderal Persaudaraan Bawean Nusantara (PBN) Pusat, H. Ahmad Fatah Yasin, menjelaskan bahwa pembentukan PBN berangkat dari keinginan para tokoh dan sesepuh Bawean untuk menghadirkan wadah yang mampu mempersatukan masyarakat Bawean di seluruh Indonesia maupun diaspora.
Menurutnya, organisasi keluarga Bawean sebenarnya telah lama tumbuh di berbagai daerah, seperti Gresik, Malang, Tulungagung, Solo, Yogyakarta, Riau, hingga di luar negeri seperti Singapura dan Malaysia.
Berangkat dari semangat kebersamaan tersebut, para tokoh kemudian bersepakat membentuk Persaudaraan Bawean Nusantara sebagai rumah besar masyarakat Bawean.
“Tujuan PBN adalah mewujudkan persatuan dan kesatuan masyarakat Bawean di Nusantara maupun diaspora, menguatkan peran masyarakat Bawean dalam bidang sosial, pendidikan, ekonomi, dan kebangsaan, mendorong kemajuan Pulau Bawean, serta menjadi wadah koordinasi seluruh organisasi kebawaianan tanpa menghilangkan identitas masing-masing,” jelas Ahmad Fatah Yasin.
Ia menambahkan, PBN juga memiliki komitmen melestarikan budaya dan adat istiadat Bawean sekaligus menjadi ruang silaturahmi, musyawarah, dan sinergi seluruh masyarakat Bawean agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi daerah asal maupun bangsa Indonesia.
Perwakilan Sesepuh Bawean Tingkat Provinsi Jawa Timur sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Samwil, S.H., S.IP., M.M., menilai kehadiran PBN memiliki arti penting karena menjadi sarana untuk menjaga ikatan nasab dan mempererat hubungan kekeluargaan masyarakat Bawean yang kini tersebar di berbagai daerah bahkan hingga mancanegara.
“Sebagai orang Bawean, kita memiliki tanggung jawab untuk terus mengingat sejarah, asal-usul, serta menghormati perjuangan para leluhur yang telah mewariskan nilai persaudaraan, gotong royong, dan kebersamaan,” ujarnya.
Sementara itu, Perwakilan Sesepuh Keluarga Bawean di Bondowoso, Dra. Ny. Hj. Mustakmilah, berharap terbentuknya PBN Kabupaten Bondowoso mampu menjadi rumah besar bagi seluruh masyarakat Bawean di daerah tersebut.
Ia mengajak seluruh masyarakat Bawean untuk menjadikan organisasi ini sebagai wadah memperkuat ukhuwah, menjaga adat istiadat, melestarikan budaya, mengenalkan sejarah Bawean kepada generasi muda, serta membangun semangat gotong royong dan saling membantu dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui terbentuknya kepengurusan PBN Kabupaten Bondowoso, diharapkan sinergi masyarakat Bawean semakin kuat sehingga organisasi ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu melahirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bawean, baik di Bondowoso maupun di seluruh Nusantara. (*/Rif)



