By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: KKN UNIBO di Tlogosari-Bondowoso Berakhir, Mahasiswa Tinggalkan Pengalaman dan Manfaat bagi Warga
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > KKN UNIBO di Tlogosari-Bondowoso Berakhir, Mahasiswa Tinggalkan Pengalaman dan Manfaat bagi Warga
Sospol

KKN UNIBO di Tlogosari-Bondowoso Berakhir, Mahasiswa Tinggalkan Pengalaman dan Manfaat bagi Warga

09/09/2026 Sospol
SHARE

Bondowoso, radar96.com – Ada hal yang tidak tercantum dalam lembar penilaian akademik ketika mahasiswa menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN): pengalaman berhadapan langsung dengan kehidupan masyarakat. Hal tersebut menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa Universitas Bondowoso (UNIBO) selama melaksanakan KKN di Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso.

Setelah menjalani rangkaian pengabdian di tengah masyarakat, mahasiswa KKN UNIBO resmi ditarik pada Selasa (8/9/2026). Prosesi penarikan berlangsung di Pendopo Kecamatan Tlogosari dan dihadiri perwakilan Pemerintah Kecamatan Tlogosari, jajaran Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bondowoso serta perwakilan mahasiswa.

Bagi mahasiswa, berakhirnya KKN bukan sekadar waktunya kembali ke lingkungan kampus. Selama berada di desa, mereka belajar bahwa persoalan masyarakat memiliki karakter yang jauh lebih kompleks dibandingkan persoalan yang dibahas di ruang perkuliahan.

Mahasiswa harus berkomunikasi dengan berbagai kalangan, memahami kebutuhan warga, berkoordinasi dengan pemerintah desa hingga mencari cara agar program yang dirancang dapat benar-benar diterima dan dimanfaatkan masyarakat.

Salah satu pendekatan yang dibawa dalam KKN UNIBO 2026 adalah pemanfaatan teknologi digital. Namun, teknologi tersebut tidak ditempatkan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai alat untuk membantu masyarakat menyelesaikan kebutuhan tertentu.

Ketua LPPM Universitas Bondowoso, Mohammad Haris Taufiqur Rahman, menjelaskan bahwa sejumlah program digital telah dijalankan mahasiswa selama berada di lokasi KKN.

“Peserta KKN sudah menyelesaikan beberapa program kerja yang tentu mendorong tema KKN tahun 2026 ini, yakni digitalisasi. Seperti pembuatan website di Desa Jebung Kidul, pembuatan QRIS di beberapa UMKM, pendaftaran BPJS melalui Mobile JKN, penambahan titik koordinat Google Maps bagi pelaku UMKM, workshop literasi digital, pendampingan pembuatan akun media sosial UMKM, dan beberapa kegiatan lainnya yang menjadi kegiatan penunjang,” jelasnya.

Program tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan masyarakat menjadi titik penting dalam menentukan bentuk pengabdian.

Pelaku UMKM didampingi agar lebih mengenal transaksi dan promosi digital. Masyarakat diperkenalkan dengan akses layanan publik melalui aplikasi. Sementara pemerintah desa mendapatkan dukungan dalam pemanfaatan media digital untuk penyebaran informasi.

Mewakili Camat Tlogosari, Ibu Yayuk menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa selama menjalankan KKN.

“Terima kasih sudah menjadikan Kecamatan Tlogosari sebagai tempat pelaksanaan KKN. Semoga apa yang telah dikerjakan bermanfaat untuk masyarakat dan menjadi keberkahan bagi semuanya,” tuturnya.

Ucapan tersebut menjadi bagian dari pesan bahwa keberadaan mahasiswa di desa diharapkan tidak hanya meninggalkan kegiatan, tetapi juga memberikan pengalaman dan pengetahuan yang dapat terus dimanfaatkan.

Dosen Pembimbing Lapangan, Yuda Yuliyanto, juga menekankan bahwa KKN merupakan bagian dari proses pendidikan mahasiswa di luar ruang kelas.

“KKN bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar dari masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata. Jadikan pengalaman selama KKN sebagai bekal untuk terus membangun kepedulian sosial dan tanggung jawab sebagai insan akademik,” ujarnya.

Pengalaman tersebut menjadi penting karena mahasiswa tidak hanya dituntut mengetahui teori, tetapi juga belajar bagaimana sebuah gagasan diterapkan dalam situasi nyata.

Di lapangan, tidak semua persoalan dapat diselesaikan dengan pendekatan yang sama. Mahasiswa harus belajar menyesuaikan diri, mendengar, berdialog dan bekerja bersama masyarakat.

Proses tersebut menjadi pembelajaran tersendiri mengenai arti pengabdian.

Sebab, masyarakat bukan sekadar objek program. Masyarakat merupakan mitra yang memiliki pengalaman, pengetahuan lokal dan kebutuhan yang harus dipahami sebelum sebuah program dijalankan.

Karena itu, keberhasilan KKN tidak semata-mata diukur dari jumlah program yang berhasil dilaksanakan. Lebih penting dari itu adalah apakah program tersebut mampu memberikan manfaat dan membuka kemampuan baru bagi masyarakat.

Hal tersebut juga berlaku pada program digitalisasi. Website desa, QRIS, media sosial, Google Maps maupun layanan digital lainnya baru memiliki arti apabila masyarakat mampu menggunakan dan mengembangkannya secara mandiri.

Dengan demikian, kepulangan mahasiswa bukan berarti seluruh proses pengabdian selesai.

Mahasiswa membawa pulang pengalaman sosial dari desa, sedangkan masyarakat diharapkan membawa pulang pengetahuan baru yang diperoleh selama berinteraksi dengan mahasiswa.

Pertemuan keduanya menjadi inti dari KKN: perguruan tinggi hadir membawa pengetahuan, sementara masyarakat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji sekaligus memperkaya pengetahuan tersebut melalui pengalaman nyata.

Kecamatan Tlogosari menjadi salah satu ruang pembelajaran itu.

Berbagai program yang dilaksanakan menunjukkan bahwa pengabdian perguruan tinggi dapat dilakukan melalui hal-hal yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, termasuk membantu pelaku usaha beradaptasi dengan teknologi, memperkenalkan layanan digital dan memperkuat literasi masyarakat.

Penarikan mahasiswa KKN UNIBO akhirnya menjadi penanda berakhirnya satu fase pengabdian, tetapi bukan berarti hubungan antara kampus dan masyarakat harus berhenti.

Program yang telah dimulai dapat terus dikembangkan, sementara pengalaman mahasiswa selama berada di tengah masyarakat dapat menjadi bekal ketika mereka kembali menjalani kehidupan akademik maupun memasuki dunia profesional.

Karena pada akhirnya, KKN bukan tentang berapa lama mahasiswa tinggal di desa, melainkan tentang apa yang mereka pelajari, apa yang mereka berikan, dan apa yang masih dapat tumbuh setelah mereka pergi.

Dari Tlogosari, mahasiswa UNIBO kembali ke kampus membawa cerita tentang masyarakat. Dan masyarakat membawa harapan agar pengetahuan serta program yang telah diperkenalkan dapat terus memberikan manfaat. (*/Rif)

Iklan.

You Might Also Like

Ketua BPP Masjid Al-Akbar: Kunjungan ke China Ajarkan Pentingnya Sejarah/Museum

Aliansi BEM Situbondo Desak BK DPRD Buka Penanganan Kasus Dugaan Narkoba Oknum Legislator

Ribuan orang ikuti “nobar” Timnas Indonesia vs Thailand di Masjid Al-Akbar Surabaya

Kampus Harus Jadi Tempat Paling Aman dan Tepercaya bagi Mahasiswa

Rapat Paripurna DPRD Bondowoso, Fraksi Demokrat-PKS Minta Raperda LP2B Tak Abaikan Hak Pemilik Tanah

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article LPT PBNU–LPDP Siapkan Rp7,5 Miliar untuk Perkuat Riset PTNU
Next Article Universitas At-Taqwa Bondowoso Kenalkan Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Silaturahim dengan Dubes Mesir, PBNU Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Dakwah
Nahdliyyin
12 Perubahan Penting AD/ART NU Hasil Muktamar Ke-35 Disosialisasikan
Nahdliyyin
IPPNU Jatim Gandeng MUI Cetak Daiyah Pelajar di Era Digital
Milenial
NU Care-LAZISNU Jatim Buka Pelatihan Vokasi Teknisi AC Bagi Santri/Kader
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

Bupati Cup VI 2026, IKSPI Kera Sakti Bondowoso Raih 13 Medali

05/10/2026
Sospol

HUT TNI ke-81, Kapolres Bondowoso Sambangi 4 Markas, Bawa Tumpeng dan Kue Tart

05/10/2026
Sospol

Matangkan Kesiapan Verpol dan Target Legislatif, DPW Perindo Jatim Gelar Bedah Dapil hingga TOT KTA Offline

04/10/2026
Sospol

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Bondowoso Raya Rawat Ingatan dan Serukan Keadilan

01/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?