Bondowoso, radar96.com — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Yayasan Alifya Bondowoso bersama masyarakat Perum Graha Pelita Regency, Kelurahan Tamansari, Sabtu (12/9/2026), menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter sejak usia dini.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa dan wali siswa dari KB, TK, SD, TPQ, dan Madin Alifya. Masyarakat Perum Graha Pelita Regency juga turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung dalam suasana kebersamaan tersebut.
Peringatan Maulid Nabi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan nilai-nilai keteladanan Nabi kepada peserta didik melalui pesan keagamaan dan pembiasaan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Sejak jenjang pendidikan anak usia dini, para siswa dikenalkan dengan pentingnya bersikap jujur, sabar, santun, penyayang dan peduli terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga tumbuh menjadi kebiasaan dalam lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.
Hadir sebagai penceramah, Ust. Zainullah dari Blindungan, Bondowoso. Dalam tausiyahnya, ia memberikan penguatan mengenai kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW serta pentingnya meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan.
Ketua Yayasan Alifya Bondowoso, Dr. H. Moh. Syaeful Bahar, M.Si, menyampaikan bahwa yayasan memiliki perhatian terhadap kegiatan yang dapat memperkuat nilai keagamaan dan kebangsaan dalam diri peserta didik.
“Di Yayasan Alifya, ada dua program atau kegiatan yang kami support secara penuh, yakni pertama memperingati HUT RI dan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.
Menurut Syaeful Bahar, kedua peringatan tersebut memiliki pesan pendidikan yang saling melengkapi. HUT RI menjadi momentum untuk menanamkan kecintaan terhadap bangsa, sedangkan Maulid Nabi menjadi ruang untuk menguatkan pengamalan nilai-nilai agama.
“Oleh karenanya, diharapkan siswa dan santri di Alifya tidak hanya pandai mencintai negaranya, tapi juga pandai mengamalkan ajaran agamanya,” lanjutnya.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan di Yayasan Alifya diarahkan untuk membangun keseimbangan antara kecerdasan, kecintaan terhadap bangsa dan pengamalan agama. Peserta didik tidak hanya diharapkan memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menunjukkan perilaku yang baik.
Dalam proses pembentukan karakter, keteladanan Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu pijakan penting. Kejujuran dalam berbicara, kesabaran menghadapi persoalan, kepedulian kepada orang lain dan kesantunan dalam berinteraksi merupakan nilai yang relevan untuk ditanamkan kepada anak-anak sejak dini.
Keterlibatan wali siswa dan masyarakat dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan lingkungan sosial. Pendidikan akhlak tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga serta masyarakat.
Karena itu, peringatan Maulid Nabi di Yayasan Alifya diharapkan mampu menjadi pengingat bersama bahwa pendidikan karakter membutuhkan proses yang berkelanjutan. Nilai-nilai yang disampaikan dalam kegiatan keagamaan perlu diteruskan melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Yayasan Alifya Bondowoso berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan generasi yang mencintai Rasulullah SAW, mengamalkan ajaran agama, memiliki kepedulian sosial serta tetap menjunjung tinggi kecintaan terhadap bangsa dan negara. (*/Rif)



