Bondowoso, radar96.com – Penguatan budaya literasi menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pameran dan Festival Literasi 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Bondowoso mulai 25 Juli hingga 9 Agustus 2026.
Festival ini menjadi wadah bagi pemerintah daerah untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari dunia pendidikan, komunitas literasi, penerbit, penulis, pelaku usaha, media, hingga masyarakat dalam satu gerakan bersama membudayakan membaca dan menulis.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bondowoso, Nunung Setianingsih, mengatakan Festival Literasi merupakan program yang telah direncanakan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2026.
“Melalui kegiatan tersebut, kami ingin memperluas akses masyarakat terhadap literasi, sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap budaya membaca,” katanya.
Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin meningkatkan budaya baca, memperluas akses informasi, serta menumbuhkan kreativitas dan kecintaan masyarakat terhadap literasi.
“Festival ini juga menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem literasi di Bondowoso,” ujarnya.
Menurut Nunung, festival dirancang tidak hanya sebagai ajang pameran, tetapi juga menghadirkan ruang edukasi melalui berbagai kegiatan yang mendorong masyarakat lebih dekat dengan buku dan perpustakaan.
Selama penyelenggaraan, masyarakat dapat mengikuti pameran literasi bersama Gramedia Jember, wisata literasi, lomba mewarnai, talkshow, hingga berbagai agenda yang melibatkan Bunda Literasi Daerah, komunitas literasi, dan sejumlah tokoh.
Ia menegaskan keberhasilan gerakan literasi tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, media, dan komunitas menjadi kunci dalam membangun budaya literasi yang berkelanjutan di Bondowoso,” katanya.
Selain festival, DPK juga telah menggelar lomba bertutur tingkat SD/MI, lomba resensi buku berbasis koleksi perpustakaan, serta lomba perpustakaan desa yang pemenangnya akan diumumkan selama rangkaian Festival Literasi 2026.
Menanggapi festival itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, M.Ag., menilai penyelenggaraan Festival Literasi harus menjadi momentum untuk menggerakkan budaya membaca secara lebih luas di tengah masyarakat.
“Kita berharap ini menjadi semacam simbol tekad bersama untuk mulai mendorong literasi dan membudayakan literasi di tengah masyarakat,” katanya.
Ia menilai kampanye literasi harus terus diperluas melalui kolaborasi berbagai pihak agar mampu membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya membaca sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kita harapkan ini lebih giat lagi dilakukan kampanye untuk mendorong agar masyarakat lebih giat lagi, bunda-bunda literasi kita, kemudian giat bersinergi dan berkolaborasi dengan komponen lain untuk mendorong dan meningkatkan literasi,” katanya.
Melalui Festival Literasi 2026, DPK Bondowoso berharap lahir gerakan literasi yang semakin masif dan berkelanjutan, sehingga budaya membaca tidak hanya tumbuh di lingkungan pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. (*/Rif)



