Bangkalan, radar96.com – Kepedulian dari Madura kembali menembus batas negara. Untuk keenam kalinya, Ikatan Alumni (IKA) Universitas Airlangga (UNAIR) Cabang Bangkalan, Madura, Jawa Timur menyalurkan donasi kemanusiaan bagi warga Gaza, Palestina.
“Kali ini, donasi IKA UNAIR Bangkalan digunakan membeli bahan bakar untuk mengoperasikan generator dan pompa air sehingga sumur bor di Gaza Utara dapat kembali berfungsi. Saat ini, air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar bagi lebih dari 10.000 pengungsi,” kata Ketua IKA UNAIR Cabang Bangkalan, dr. Raudatul Hikmah, di Bangkalan, Kamis (30/7).

Ia mengatakan bantuan telah sampai kepada masyarakat Gaza. “Alhamdulillah, donasi IKA UNAIR Cabang Bangkalan sudah sampai di Gaza. Bantuan ini digunakan untuk membeli bahan bakar guna menghidupkan generator dan pompa air, karena keberadaannya sangat terbatas dan harganya mahal,” kata Raudatul.
Menurut dia, keberadaan sumur bor tersebut sangat penting bagi warga dan pengungsi di Gaza Utara. Di tengah musim kemarau dan keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar, upaya untuk mendapatkan air bersih menjadi perjuangan tersendiri bagi masyarakat, bahkan sebagian warga harus berjalan sejauh 2-3 kilometer untuk mendapatkan air bersih.
“Karena itu, kembali berfungsinya sumur bor akan dapat meringankan beban ribuan warga. Air yang dihasilkan tidak hanya digunakan untuk minum, tetapi juga untuk beribadah, menjaga kebersihan, serta memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Sumur bor ini diperkirakan bisa memenuhi kebutuhan air bersih lebih dari 10.000 pengungsi di Gaza Utara,” ujarnya.
Dewan Pembina Muslimat NU Bangkalan itu menjelaskan bantuan tersebut menjadi aksi kemanusiaan keenam yang dilakukan IKA UNAIR Bangkalan untuk masyarakat Gaza, meski persoalan kemanusiaan itu terjadi ribuan kilometer dari tempat mereka berada.
“Kami bergerak dari Bangkalan, tetapi kepedulian terhadap kemanusiaan tidak boleh dibatasi wilayah. Sekecil apa pun bantuan kita, sangat berarti bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan,” kata Raudatul sambil menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang memberi kepercayaan pada IKA UNAIR Bangkalan.
Raudatul menambahkan bantuan yang diberikan mungkin tidak mampu menyelesaikan seluruh persoalan yang dihadapi masyarakat Gaza. Namun, langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat nyata, terlebih ketika diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Meski kami peduli Gaza, kami tetap tak melupakan Bangkalan. Kegiatan sosial bagi kelompok mustadh’afin atau masyarakat lemah dan kurang beruntung di Bangkalan juga terus dilakukan, terutama diberikan kepada anak-anak yatim. Kegiatan tersebut juga telah dilakukan secara rutin dengan dipusatkan di RSIA Hikmah Sawi, Bangkalan,” katanya.
Bagi Raudatul, dua bentuk pengabdian itu tidak perlu dipertentangkan. “Pengabdian harus dimulai dari lingkungan kita sendiri, tetapi kepedulian tidak harus berhenti di sana. Dari Bangkalan, kami ingin terus menjaga semangat berbagi dan solidaritas kemanusiaan di tingkat global,” kata Raudatul. (*/ikaunair)



