Jombang, radar96.com — Tim Digitalisasi Turats Ma’had Aly Lirboyo melakukan kunjungan ke Tim Turats Pesantren Tebuireng, Jombang, Kamis malam Jumat, (30/07/2026).
Rombongan disambut hangat di kediaman Ketua Tim Turats Pesantren Tebuireng, Jombang, Ustaz Viki Junianto.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, namun juga bagian dari agenda studi banding untuk mengoptimalkan pengelolaan naskah klasik atau manuskrip yang dimiliki pondok pesantren.
Tim Turats Pesantren Tebuireng membagikan pengalaman mereka dalam mengelola dan melestarikan naskah turats selama kurang lebih lima tahun terakhir.
Sementara itu, Tim Digitalisasi Turats Ma’had Aly Lirboyo baru terbentuk sekitar dua bulan lalu, sehingga kunjungan tersebut menjadi sarana pembelajaran yang berharga bagi tim yang baru memulai kiprahnya.
Kunjungan diterima langsung oleh Ketua Tim Turats Pesantren Tebuireng, Ustaz Viki Junianto, bersama Ustaz Minahul Asna dan Ustaz Bakhit Jauharulaudza.
Dari Tim Digitalisasi Turats Ma’had Aly Lirboyo, turut hadir Minanul Fuad, M.Ag., selaku ketua tim, bersama M. Fachri Ubeid, M. Labibul Anam Afif, A. Chudaifi, Fahim Barik, dan Dimyati Makshum.
“Di Lirboyo baru dibentuk Tim Digitalisasi Kutubut Turats. Secara kelembagaan, tim ini berada di bawah naungan Ma’had Aly.
Karena masih baru serta minim pengalaman, kami membutuhkan beberapa kali studi banding, salah satunya ke Tebuireng. Tebuireng telah berpengalaman selama lima tahun dalam bidang ini,” ujar Minanul Fuad.
Forum berlangsung santai dan penuh keakraban, tetapi tetap berfokus pada pembahasan teknis serta pengembangan pengelolaan turats di lingkungan pesantren.
Dalam sesi berbagi pengalaman, kedua tim membahas proses pengumpulan naskah kutubut turats, berbagai kendala yang kerap muncul, serta langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk mengatasinya.
Mereka juga mendiskusikan beragam peralatan yang digunakan dalam proses digitalisasi. Pembahasan meliputi fungsi, kelebihan, dan kekurangan setiap alat, serta penyesuaiannya dengan tujuan digitalisasi naskah.
Selain itu, forum juga membicarakan tindak lanjut terhadap naskah yang telah dialihmediakan ke dalam bentuk digital.
Pembahasan tersebut mencakup proses tahqiq naskah kutubut turats dan berbagai metode tahqiq yang selama ini diterapkan di Indonesia.
Pertukaran pengalaman tersebut memberikan gambaran kepada Tim Digitalisasi Turats Ma’had Aly Lirboyo mengenai tahapan kerja yang perlu dipersiapkan, mulai dari inventarisasi, pemindaian, penyimpanan data, hingga pengkajian lebih lanjut terhadap manuskrip yang telah terdigitalisasi.
Sementara itu, Ketua Tim Turats Pesantren Tebuireng, Ustaz Viki Junianto, menyambut baik inisiatif Ma’had Aly Lirboyo dalam membentuk tim khusus digitalisasi turats.
Ia berharap langkah tersebut dapat memperkuat upaya pelestarian manuskrip pesantren sekaligus menginspirasi lembaga-lembaga lain untuk melakukan hal serupa.
“Harapan kami, semakin banyak pondok pesantren yang melakukan langkah serupa, sehingga kajian turats ini tidak hanya terbatas di Tebuireng atau Lirboyo saja,” ungkapnya.
Melalui kunjungan tersebut, kedua tim berharap dapat membangun komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan dalam bidang pelestarian, digitalisasi, dan pengkajian manuskrip pesantren.
Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal bagi Tim Digitalisasi Turats Ma’had Aly Lirboyo untuk memperkuat sistem kerja dan meningkatkan kapasitas anggotanya.
Dengan pengelolaan yang baik, naskah-naskah klasik warisan para ulama diharapkan dapat tersimpan secara aman, mudah diakses, dan terus dikaji oleh generasi mendatang. (*/Zaeini)
Sumber:
https://mahadalylirboyo.ac.id/pelajari-pengelolaan-manuskrip-tim-digitalisasi-turats-mahad-aly-lirboyo-kunjungi-lajnah-turats-tebuireng/



