By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Guru Besar UIJ Prof. Hamdanah Utsman: Pendidikan Islam Tak Boleh Kalah oleh AI
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Guru Besar UIJ Prof. Hamdanah Utsman: Pendidikan Islam Tak Boleh Kalah oleh AI
Sospol

Guru Besar UIJ Prof. Hamdanah Utsman: Pendidikan Islam Tak Boleh Kalah oleh AI

17/08/2026 Sospol
SHARE

Jember, radar96.com — Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah wajah pendidikan. Namun, kemajuan teknologi dinilai tidak boleh membuat pendidikan Islam kehilangan nilai, tradisi keilmuan, dan orientasi pembentukan karakter manusia.

Pandangan tersebut menjadi bagian penting dari pemikiran Prof. Dr. Dra. Hj. Hamdanah Utsman, M.Hum., CPLA, Guru Besar Universitas Islam Jember (UIJ), yang selama ini aktif mengembangkan kajian manajemen pendidikan Islam, gender, pesantren dan pemberdayaan perempuan.

Menurut Prof. Hamdanah, AI memang dapat memberikan kemudahan dalam proses pembelajaran, pengelolaan informasi hingga evaluasi pendidikan. Namun, teknologi harus ditempatkan sebagai alat, bukan sebagai tujuan pendidikan.

AI tidak boleh menggantikan posisi manusia dalam menentukan nilai, arah dan tujuan pendidikan. Sebaliknya, pemanfaatan teknologi harus tetap berada dalam kerangka iman, ilmu, moralitas dan hikmah.

Gagasan tersebut menjadi semakin relevan ketika lembaga pendidikan Islam mulai berhadapan dengan tuntutan digitalisasi. Persoalannya bukan sekadar apakah pesantren dan madrasah mampu menggunakan teknologi terbaru, tetapi apakah teknologi tersebut digunakan untuk memperkuat kualitas manusia.

Prof. Hamdanah juga menilai transformasi pendidikan Islam tidak bisa dilakukan dengan menyeragamkan seluruh lembaga pendidikan. Pesantren memiliki karakter dan tradisi berbeda dengan madrasah maupun sekolah umum.

Karena itu, rekonstruksi pendidikan membutuhkan pendekatan yang mempertimbangkan sejarah, kultur dan kebutuhan masing-masing lembaga. Modernisasi tidak harus berarti meninggalkan tradisi.

Di tengah transformasi tersebut, isu keadilan gender juga menjadi bagian penting dalam pemikiran Prof. Hamdanah. Ia mendorong agar perempuan memiliki ruang yang setara untuk mengembangkan keilmuan, memimpin dan memberikan pengabdian di lingkungan pendidikan Islam.

Perempuan di pesantren, menurutnya, tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai pendamping. Mereka memiliki kapasitas untuk menjadi pendidik, penggerak masyarakat, fasilitator hingga pemimpin.

Pemikiran mengenai perempuan dan pesantren telah menjadi bagian panjang dari perjalanan akademiknya. Sejumlah karya yang dihasilkan antara lain Pesantren Gender, Pemberdayaan Perempuan Berbasis Kebijakan Publik, serta berbagai kajian mengenai hak perempuan, keluarga, pesantren dan kepemimpinan perempuan.

Sementara dalam bidang teknologi, pemikirannya berkembang hingga kajian Manajemen Pendidikan Islam Berbasis Artificial Intelligence. Hal tersebut menunjukkan bagaimana perjalanan intelektual Prof. Hamdanah terus beradaptasi dengan persoalan baru tanpa meninggalkan akar kajian pendidikan Islam.

Prof. Hamdanah menyelesaikan pendidikan S1 Fakultas Tarbiyah IAIN Jember, S2 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, dan S3 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember.

Selain menjadi Guru Besar UIJ, ia juga tercatat sebagai dosen Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember serta pengasuh Pondok Pesantren Shofa Marwa Jember.

Dengan latar pendidikan dan pengalaman tersebut, gagasannya mempertemukan dunia pesantren, pendidikan, kebudayaan, gender, manajemen hingga teknologi.

Pada akhirnya, tantangan pendidikan Islam bukan memilih antara tradisi atau teknologi. Tantangannya adalah bagaimana tradisi tetap memiliki relevansi, teknologi tetap memiliki batas, dan manusia tetap menjadi pusat pendidikan.

Sebab, pendidikan Islam yang mampu menjawab masa depan bukanlah pendidikan yang sekadar paling modern, melainkan pendidikan yang mampu berubah tanpa kehilangan nilai yang membuatnya tetap bermakna. (*/Rif)

Iklan.

You Might Also Like

Rapat Paripurna DPRD Bondowoso, Fraksi Demokrat-PKS Minta Raperda LP2B Tak Abaikan Hak Pemilik Tanah

Bupati Cup VI 2026, IKSPI Kera Sakti Bondowoso Raih 13 Medali

HUT TNI ke-81, Kapolres Bondowoso Sambangi 4 Markas, Bawa Tumpeng dan Kue Tart

Matangkan Kesiapan Verpol dan Target Legislatif, DPW Perindo Jatim Gelar Bedah Dapil hingga TOT KTA Offline

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Bondowoso Raya Rawat Ingatan dan Serukan Keadilan

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article KETUA UMUM DPP LPKAN INDONESIA TERIMA BUKU “EKONOMI PANCASILA” ABAH DJONI: KEMERDEKAAN HARUS HADIR DI MEJA RAKYAT
Next Article Qanun Asasi: Khazanah Keulamaan yang menjadi Fondasi Kebangsaan

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Airlangga Business Community/ABC: Perubahan Kebijakan Publik Harus Dibaca Sebagai Terbukanya Peluang Bisnis
Ekraf
Konsolidasi di Bangkalan, ISNU Jatim Doakan PBNU dan Ziarah ke Maqbaroh Syaichona Cholil
Nahdliyyin
Rapat Paripurna DPRD Bondowoso, Fraksi Demokrat-PKS Minta Raperda LP2B Tak Abaikan Hak Pemilik Tanah
Sospol
Bupati Cup VI 2026, IKSPI Kera Sakti Bondowoso Raih 13 Medali
Sospol

You Might also Like

Sospol

Koperhaji Al Mabrur Jadi Program Unggulan Rakerwil PW IPHI Jawa Timur

01/10/2026
Sospol

Jamaah Masjid Al-Akbar Bantu Masyarakat NTT lewat BAZNAS Jatim

30/09/2026
Sospol

Separuh Lebih Wisudawan Unusa Telah Bekerja Sebelum Diwisuda

29/09/2026
Sospol

Fraksi Demokrat-PKS Sampaikan Catatan terhadap APBD 2027 Bondowoso

28/09/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?