CIREBON – Di sela-sela agenda kunjungan kerja dan silaturahmi ke PT SBCR Cirebon pada Rabu (7/10), Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (PW IKAPETE) Jawa Timur, secara tegas menolak dan menyesalkan adanya upaya framing negatif yang mengaitkan agenda Halaqoh Kebangsaan dan Silaturahmi Nasional Alumni Tebuireng di Gedung MPR RI dengan isu dugaan praktik politik uang Muktamar ke-35 NU.
Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas laporan sepihak dari salah satu Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) luar Jawa ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang menyeret rangkaian acara resmi alumni Tebuireng di Jakarta sebagai bagian dari pengondisian dukungan.
Ketua PW IKAPETE Jawa Timur menegaskan bahwa kegiatan yang berlangsung di Gedung MPR RI tersebut adalah agenda yang sakral, murni ilmiah, dan sarat akan nilai perjuangan. Forum tersebut diinisiasi murni sebagai wadah silaturahmi untuk membedah kembali Qonun Asasi—prinsip dasar organisasi NU yang dirumuskan oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari—serta meneguhkan komitmen kebangsaan para alumni.
“Kami sangat menyayangkan dan keberatan jika kegiatan mulia yang membahas pondasi pemikiran pendiri NU ini diseret-seret dan dijadikan framing negatif oleh oknum tertentu. Agenda IKAPETE di Gedung MPR RI murni kegiatan khidmat alumni untuk umat dan bangsa, sama sekali tidak ada kaitannya dengan urusan bagi-bagi uang atau politik praktis Muktamar,” tegas Ketua PW IKAPETE Jatim setelah meninjau fasilitas PT SBCR Cirebon.
Lebih lanjut, Ketua PW IKAPETE Jatim menekankan bahwa sebagai organisasi wadah alumni Pesantren Tebuireng, pihaknya berkomitmen penuh untuk selalu menjaga marwah pondok pesantren dan netralitas organisasi. Dinamika politik luar ataupun peristiwa yang terjadi di hotel luar acara tidak boleh dikaitkan dan mengaburkan substansi positif dari kegiatan resmi ikatan alumni.
Melalui rilis yang dikeluarkan usai kunjungan di Cirebon ini, PW IKAPETE Jatim berharap masyarakat luas, khususnya warga nahdliyin, dapat memilah informasi secara objektif dan bijak, serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi sepihak yang merugikan nama baik ikatan alumni Tebuireng.



