By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Komisi PDUF MUI Jatim dan DMC Dompet Dhuafa Sasar Masjid, Sekolah dan Pesantren Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Komisi PDUF MUI Jatim dan DMC Dompet Dhuafa Sasar Masjid, Sekolah dan Pesantren Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
Sospol

Komisi PDUF MUI Jatim dan DMC Dompet Dhuafa Sasar Masjid, Sekolah dan Pesantren Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

01/11/2026 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com – Upaya membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman terus diperkuat melalui kolaborasi lintas lembaga. Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi (PDUF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur bersama Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menyelenggarakan rangkaian edukasi dan simulasi mitigasi bencana serta perlindungan komunitas pada Rabu-Jumat (28-30/10/26).


Kegiatan selama tiga hari itu dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Kantor MUI Jawa Timur dan BPBD Jawa Timur di Surabaya, SMP Maryam Surabaya, serta Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.
Program ini menyasar berbagai elemen masyarakat, mulai dari pengurus masjid dan mushala, pelajar, hingga santri. Selain edukasi mengenai potensi gempa bumi dan ancaman megathrust, kegiatan juga dilengkapi simulasi gempa bumi, praktik pemadaman api ringan, serta edukasi pencegahan kekerasan seksual dan perlindungan santri.
Kegiatan ini melibatkan Dompet Dhuafa dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur sebagai mitra kolaborasi dalam memperkuat edukasi, kesiapsiagaan, dan perlindungan masyarakat.


Pada pembukaan kegiatan di Kantor MUI Jawa Timur, hadir KH Sonhaji, Direktur Sosial Dakwah Dompet Dhuafa sekaligus Direktur Yayasan Sumberdaya Masyarakat Indonesia, yang menjadi Keynote Speech. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan kelembagaan Dompet Dhuafa dalam mendorong gerakan kemanusiaan dan kesiapsiagaan masyarakat melalui kolaborasi dengan lembaga keagamaan dan berbagai pemangku kepentingan.

Tiga Hari, Tiga Lokasi, Perluas Jangkauan Edukasi
Rangkaian kegiatan diawali pada 28 Oktober di Kantor MUI Jawa Timur dengan melibatkan 50 peserta dari unsur pengurus masjid dan mushala. Para peserta mendapatkan sosialisasi mengenai mitigasi bencana, khususnya potensi gempa bumi dan risiko gempa megathrust. Materi dilanjutkan dengan kunjungan ke fasilitas simulator gempa di BPBD Jawa Timur.
Melalui pengalaman langsung menggunakan simulator gempa, peserta memperoleh gambaran mengenai situasi ketika terjadi guncangan serta pentingnya memahami tindakan penyelamatan diri, prosedur evakuasi, dan langkah-langkah keselamatan dalam situasi darurat.
Pemilihan pengurus masjid dan mushala sebagai sasaran kegiatan didasarkan pada peran strategis mereka di tengah masyarakat. Selain menjadi pusat ibadah, masjid dan mushala juga merupakan pusat interaksi sosial dan komunikasi warga. Dengan meningkatnya kapasitas pengurus, diharapkan edukasi kebencanaan dapat diteruskan kepada jamaah dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Pada hari kedua, kegiatan berlanjut di SMP Maryam Surabaya dengan menyasar kalangan pelajar. Para peserta mendapatkan edukasi kebencanaan yang dilengkapi dua praktik simulasi, yaitu simulasi gempa bumi dan simulasi pemadaman api ringan.
Simulasi gempa bumi memberikan pengalaman praktis kepada pelajar mengenai tindakan perlindungan diri ketika terjadi guncangan. Sementara itu, simulasi pemadaman api ringan membekali mereka dengan pengetahuan dasar dalam menangani kebakaran skala kecil secara aman dan sesuai prosedur.
Melalui kegiatan ini, lingkungan sekolah diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran kesiapsiagaan bencana, sehingga para pelajar tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan dasar untuk menghadapi keadaan darurat.
Pada hari ketiga, di Pesantren Tebuireng, edukasi tidak hanya berfokus pada mitigasi bencana, tapi diperluas pada isu perlindungan santri dan penciptaan lingkungan pesantren yang aman.
Para santri mendapatkan pembekalan mengenai mitigasi bencana yang dilengkapi dua praktik simulasi, yaitu simulasi gempa bumi dan simulasi pemadaman api ringan. Kedua simulasi tersebut bertujuan memberikan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat serta meningkatkan kesiapsiagaan di lingkungan pesantren.
Selain edukasi kebencanaan, kegiatan di Tebuireng juga menghadirkan materi Pencegahan Kekerasan Seksual dan Perlindungan Santri. Materi ini mencakup pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan pesantren yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai deteksi dini terhadap dugaan kekerasan, mengenali tanda-tanda dan situasi yang berpotensi membahayakan, serta memahami mekanisme pelaporan apabila ditemukan dugaan tindak kekerasan.
Pembekalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh elemen pesantren mengenai pentingnya perlindungan santri, keberanian melaporkan dugaan kekerasan, serta tersedianya mekanisme penanganan yang tepat dengan tetap memperhatikan keamanan dan kerahasiaan korban.
Melalui integrasi edukasi mitigasi bencana dan perlindungan santri, pesantren diharapkan tidak hanya menjadi lembaga pendidikan yang tangguh menghadapi risiko bencana, tetapi juga menjadi lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan memberikan perlindungan bagi seluruh santri.
Ketua Komisi PDUF MUI Jawa Timur, KH Miftah Jauhari, menekankan pentingnya keterlibatan lembaga keagamaan dalam membangun budaya sadar bencana sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat.
“Masjid, mushala, sekolah, dan pesantren memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, edukasi mitigasi bencana dan perlindungan terhadap kelompok rentan perlu menjadi bagian dari penguatan kapasitas umat. Kita ingin membangun kesadaran bahwa menjaga keselamatan jiwa dan melindungi sesama merupakan tanggung jawab bersama. Lembaga keagamaan harus turut mengambil peran dalam membangun masyarakat yang tangguh, aman, dan peduli,” ungkap Gus Miftah.
Sementara itu, KH Sonhaji menyoroti pentingnya kolaborasi antara lembaga filantropi, lembaga keagamaan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat gerakan kemanusiaan.
“Gerakan kemanusiaan tidak hanya hadir ketika bencana terjadi, tetapi juga harus dimulai dari upaya pencegahan dan kesiapsiagaan. Edukasi dan simulasi seperti ini menjadi investasi penting untuk membangun masyarakat yang lebih siap, tanggap, dan memiliki kepedulian terhadap keselamatan sesama. Dompet Dhuafa terus mendorong kolaborasi agar manfaat edukasi kebencanaan dan perlindungan masyarakat dapat menjangkau lebih banyak komunitas,” tutur Kiai Sonhaji.
Perwakilan BPBD Jawa Timur, Dadang, menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi dan praktik langsung.
“Pengetahuan tentang kebencanaan perlu diikuti dengan latihan dan simulasi. Masyarakat harus mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Dengan latihan yang berulang, diharapkan respons masyarakat menjadi lebih tepat dan tidak mudah panik ketika menghadapi situasi darurat,” ungkap Dadang.
Menurutnya, keterlibatan komunitas keagamaan dan lembaga pendidikan dapat membantu memperluas jangkauan edukasi kebencanaan hingga ke lingkungan masyarakat yang lebih luas.

Kolaborasi Lintas Lembaga, Wujud Kepedulian terhadap Keselamatan Umat
Tim Komisi PDUF MUI Jawa Timur yang turut menangani penyelenggaraan kegiatan ini antara lain KH Miftah Jauhari (Ketua), Gus Moch Rizzqi Aladib (Sekretaris), dan Gus M Syafi’i (Wakil Ketua).
Sementara itu tim fasilitator dari DMC Dompet Dhuafa, yang memberikan pendampingan edukasi dan praktik simulasi kebencanaan kepada peserta di setiap lokasi kegiatan terdiri dari Bapak Lukman, M Syaiban dan dr. Nurul.
Kolaborasi antara Komisi PDUF MUI Jawa Timur, Dompet Dhuafa, DMC Dompet Dhuafa, dan BPBD Jawa Timur menjadi wujud sinergi lintas sektor dalam memperkuat ketangguhan masyarakat sekaligus mendorong perlindungan terhadap kelompok rentan.
Melalui kegiatan ini, masjid dan mushala diharapkan dapat menjadi simpul edukasi kesiapsiagaan masyarakat, sekolah menjadi ruang pembelajaran budaya sadar bencana, serta pesantren menjadi komunitas yang memiliki kapasitas dalam melindungi keselamatan dan hak-hak para santri.
Gerakan ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan bencana dan perlindungan masyarakat bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan lembaga kemanusiaan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Dari masjid, sekolah, hingga pesantren, membangun budaya sadar bencana dan lingkungan yang aman merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga keselamatan, martabat, dan kehidupan umat.

Iklan.

You Might Also Like

Tasyakuran Satu Tahun SPPG Dawuhan Disertai Santunan Anak Yatim

Tim Futsal SD Al Islam Surabaya Sabet Juara 1 di Alfifour Cup 2026 Sidoarjo

388 Turis/Bulan Kunjungi Masjid Al-Akbar Surabaya selama Januari – September 2026

KPLP Bondowoso Lakukan Razia Gabungan bersama TNI-Polri ke Lapas Kelas IIB

BRI Bondowoso Dukung Digitalisasi Layanan KDS Dept Store dan Supermarket

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Gus Kikin: Jangan Terpancing Provokasi, Jaga Sukoharjo Tetap Damai
Next Article Tasyakuran Satu Tahun SPPG Dawuhan Disertai Santunan Anak Yatim

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Tasyakuran Satu Tahun SPPG Dawuhan Disertai Santunan Anak Yatim
Sospol
Gus Kikin: Jangan Terpancing Provokasi, Jaga Sukoharjo Tetap Damai
Uncategorized
Tim Futsal SD Al Islam Surabaya Sabet Juara 1 di Alfifour Cup 2026 Sidoarjo
Sospol
388 Turis/Bulan Kunjungi Masjid Al-Akbar Surabaya selama Januari – September 2026
Sospol

You Might also Like

Sospol

SPPG Pujer Mangli-Bondowoso Salurkan 2.633 Porsi MBG

30/10/2026
Sospol

PP DMI Imbau Suara Luar Masjid hanya 5 Menit

29/10/2026
Sospol

5.000 Mahasiswa dan Santri Deklarasikan Tolak Narkoba dan Perpecahan di Mapolda Jatim

29/10/2026
Sospol

Konfercab III, PA GMNI Bondowoso Berganti Kepemimpinan dengan Tekankan Soliditas

25/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?