By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Setia Jalani Hidup Seperti Setrika
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Setia Jalani Hidup Seperti Setrika
Nahdliyyin

Setia Jalani Hidup Seperti Setrika

20/04/2022 Nahdliyyin
Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar
SHARE

Surabaya. Radar96.com.
Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, adalah sosok teladan bagi umat. Betapa tidak, setelah menerima amanat sebagai Rais Aam PBNU, mantan Rais Syuriah PWNU Jawa Timur itupun harus bisa membagi waktu dengan sebaik-baiknya. Apalagi setelah menerima amanat kedua sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, waktu dan tenaganya harus benar-benar semakin diperhitungkan.

Hal itu dikarenakan beliau tinggal di Surabaya, sedangkan Kantor PBNU dan Kantor MUI Pusat berada di Jakarta.

Maka Kiai Miftah harus membagi waktunya, empat hari di Surabaya dan tiga hari di Jakarta.

Itupun kadang berubah secara mendadak. Misalnya pagi baru datang dari Jakarta, ternyata malamnya harus balik lagi ke Jakarta.

“Ada yang bilang, saya ini hidup seperti setrika. Maju-mundur, maju-mundur, Jakarta- Surabaya, Jakarta-Surabaya,” kata Kiai Miftah di kediamannya, Pondok Pesantren Miftachussunnah Kedungtarukan Surabaya, Selasa (19/04/22) malam.

Selama bolak-balik rutin Jakarta-Surabaya itu Kiai Miftah memilih perjalanan darat dengan menaiki mobil pribadinya. Bukan naik pesawat udara. Hal itu dikarenakan perjalanan udara lebih ribet. Apalagi ketika swab dan PCR masih diberlakukan.
“Toh waktu tempuh dan capeknya hampir sama, kok,” tuturnya.

Putra menantu KH Masduki Lasem itu mengaku tidak merasa keberatan dengan pola hidup seperti setrika itu. Namanya juga bagian dari perjuangan dan dalam rangka mengemban amanat.

Untuk itulah ketika jabatan Ketua Umum MUI Pusat beliau lepas, sebagai bagian dari pemenuhan permintaan salah seorang anggota Ahlul Halli wal Aqdi dalam forum muktamar yang lalu, beliau malah merasa lebih ringan. Ngantor di Jakartanya berkurang, cukup satu kantor di PBNU, tidak perlu lagi ke Kantor MUI Pusat.

Bahkan ketika mendapat permintaan untuk tidak merangkap jabatan di MUI kala itu, Kiai Miftah malah menambah jawaban, “Tidak hanya dari Ketua Umum MUI Pusat, mundur dari Rais Aam PBNU pun, selalu siap sewaktu-waktu.”

Permintaan mundur dari Ketua Umum MUI Pusat itu, menurut Kiai Miftah, malah kebetulan.

Makanya saat permintaan itu muncul, cepat-cepat beliau jawab tanpa ragu sedikit pun.

“Sebab pada dasarnya saya ini tidak suka rangkap jabatan,” jelasnya.

“Maka ketika amanat itu berkurang satu, setrikanya menjadi lebih ringan, he he he,” tutur Kiai Miftah.

Iklan.

You Might Also Like

Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim Pimpin “Dzikir Sambut Muktamar NU Ke-35” oleh LDNU

Pelantikan PW IPPNU Jatim 2026-2029, Khofifah: IPPNU jadi Kader Adaptif tapi Tetap Berkarakter

Loyalitas Pagar Nusa hanya pada NU, Ini 9 Pesan Ketua PCNU Kota Surabaya

Delegasi BARMM Mindanao-Filipina Adakan “Studi Banding” Pendidikan ke PWNU Jatim

Gus Kikin tekankan pentingnya sanad keilmuan dan semangat persatuan

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article IPNU Jatim perkuat 254 Komisariat Sekolah bersama LP Ma’arif NU-Kemenag-Disdik
Next Article Gubernur Khofifah dan Baznas Santuni 1.000 Anak Yatim Se-Malang Raya

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Persaudaraan Bawean Nusantara (PBN) terbentuk di Bondowoso
Sospol
Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim Pimpin “Dzikir Sambut Muktamar NU Ke-35” oleh LDNU
Nahdliyyin
Pelantikan PW IPPNU Jatim 2026-2029, Khofifah: IPPNU jadi Kader Adaptif tapi Tetap Berkarakter
Nahdliyyin
Loyalitas Pagar Nusa hanya pada NU, Ini 9 Pesan Ketua PCNU Kota Surabaya
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

LDNU Jatim Adakan Dzikir Akbar untuk Doakan Muktamar Ke-35 NU dan Indonesia

23/07/2026
Nahdliyyin

PWNU dan PCNU se-Jatim Usulkan 16 Nama AHWA yang Pilih Rais Aam

22/07/2026
Nahdliyyin

PWNU Jatim Tugaskan KH Abdul Hakim Mahfudz jadi calon Ketua Umum PBNU 2026-2031

21/07/2026
Nahdliyyin

Jelang Muktamar NU ke-35, ISHARI gelari KHA Wahab Hasbullah sebagai “Bapak ISHARI”

20/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?