Surabaya (Radar96.com/ipnujatim.or.id) – Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur siap menggarap segmen pelajar secara serius dengan memperkuat 254 Komisariat Sekolah yang sudah dikembangkan melalui MoU (nota kesepahaman) bersama LP Ma’arif NU, Kemenag, dan Dinas Pendidikan.
“Alhamdulillah, keseriusan kami dalam menggarap segmen pelajar di sekolah swasta maupun negeri yang ada di Jawa Timur ini sudah mencapai titik serius dan maksimal. Karena pelajar merupakan wahana untuk menyelami segala bentuk potensi diri yang ada di setiap individu,” kata Wakil Ketua Bidang Jaringan Sekolah PW IPNU Jatim, Aan Andri Ardiyansah, di Surabaya, Ahad (17/04/2022).
Informasi dari seorang pengurus LP Ma’arif NU Jatim yang juga mantan aktivis IPNU menyebutkan LP Ma’arif sudah mendampingi Komisariat Sekolah dengan PW IPNU dan PW IPPNU yang sekarang tercatat ada 254 Komisariat binaan yang akan terus dikembangkan melalui Instruksi LP Ma’arif NU dan dinas terkait dengan target 2.000 komisariat.
Menurut Wakil Ketua Bidang Jaringan Sekolah PW IPNU Jatim, Aan Andri Ardiyansah, pelajar merupakan manifestasi pemimpin bangsa di masa yang akan datang. “Untuk menumbuhkan kreativitas, inovasi, dan progresivitas pelajar Nahdlatul Ulama (NU) di masa yang akan datang, maka kami mengembangkan komisariat,” katanya.
Ia menjelaskan beberapa capaian prestasi yang sudah didapatkan IPNU Jawa Timur merupakan bukti keseriusannya dalam memfokuskan arah dan langkah gerak kaderisasi NU, mulai dari akar rumput yang paling dasar yakni sekolah, baik dalam naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, Kementerian Agama, atau Dinas Pendidikan, melalui MoU.
Pelajar asal Babat itu juga memaparkan jika keseriusan PW IPNU Jatim sudah menerbitkan buku pedoman komisariat sebagai bukti keseriusan untuk menggarap segmen pelajar.
“Kami juga sudah membuat gerakan pendamping belajar bagi para pelajar dengan program ‘IPNU EDUCARE’ dan berhasil membuat gerakan 2.000 Komisariat IPNU secara masif di sekolah swasta maupun negeri yang ada di Jawa Timur dengan gerakan IPNU back to school dan IPNU back up school,” tandasnya.
Pimpinan Komisariat, lanjut Aan, merupakan ujung tombak IPNU dalam sekolah formal. Bahkan, IPNU hadir sebagai wadah kaderisasi, sekaligus sebagai percepatan kreativitas dan inovasi untuk kadernya. “Departemen Jaringan Sekolah PW IPNU Jawa Timur berharap gerak IPNU di sekolah formal semakin masif. PBNU telah mengamanahkan segmen pelajar kepada IPNU, maka kita juga harus serius,” jelasnya.
Ia juga mengatakan bahwa IPNU di sekolah nantinya akan berorientasi untuk membantu sekolah dalam mengembangkan skill siswa. Selain itu, IPNU juga berorientasi untuk menyiapkan regenerasi kepemimpinan NU di masa depan.
“Jadi, kalau akhirnya IPNU juga mengembangkan Komisariat di Perguruan Tinggi/Universitas, bukan berarti IPNU mengabaikan Pelajar, karena data-data yang ada merupakan bukti keseriusan IPNU menggarap segmen pelajar. Kalau pun dikembangkan ke Universitas berarti IPNU juga mulai diminati pada segmen pelajar di universitas dan santri-santri di pesantren. Jadi, mari dikembangkan terus melalui support para alumni IPNU-IPPNU dan sesepuh di NU, mulai cabang hingga pusat,” katanya. (*/ipnujatim.or.id)
Sumber: https://ipnujatim.or.id/ipnu-jatim-serius-garap-pimpinan-komisariat-sekolah-bahkan-telah-mou-dengan-dinas-terkait/

