Yogyakarta (Radar96.com) – Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) yang didirikan pada 14 Juli 2011 atau 11 tahun silam mencanangkan “HPN Go Digital” dalam Konferensi Nasional (Konfrenas) II di Yogyakarta pada 1-2 Juni 2022.
“Semula, permusyawaratan tertinggi sebagai event lima tahunan itu akan digelar pada 22 Februari 2022, karena meningkatnya kembali ancaman Covid-19, sehingga ditunda pada 23-24 Juli 2022, namun Mukernas HPN di Surakarta pada Maret 2022 memutuskan Konfernas II dimajukan 1-2 Juni 2022,” kata Ketua Umum DPP HPN Abdul Kholik di Yogyakarta, Rabu (1/6/2022) malam.
Menghadapi Transformasi Digital sebagai keniscayaan global, HPN mencanangkan Gerakan “HPN GO DIGITAL” untuk mendorong pengusaha Nahdliyin memanfaatkan digital platform di era industri 4.0 dan menyongsong era industri 5.0.
“Gerakan HPN Go Digital itu telah ditahbiskan dalam Digital Business Forum di Tabanan pada 26-28 Maret 2021 dengan tiga rencana program utama, yakni: Pendampingan UMKM Go Digital; Penyediaan Platform
Aplikasi Digital untuk Bisnis; dan Kerjasama Pengembangan Teknologi 5G untuk Internet Cepat di Komunitas Warga/Pengusaha Nahdliyin,” katanya.

Hal itu, katanya, sesuai dengan tujuan pendirian organisasi wadah berhimpun para pengusaha Nahdlatul Ulama pada 11 tahun silam untuk mendata, menghimpun, dan mengembangkan kualitas, kapasitas, dan jejaring usaha pengusaha nahdliyin.
“Pendirian HPN dimaksudkan sebagai ikhtiar membangkitkan kembali spirit dan misi Nahdlatut Tujjar yang dideklarasikan pada 1918 dan karenanya HPN diharapkan mampu membentuk Pengusaha Nahdliyin yang berkarakter kuat, bermartabat, berdaya cipta, dan berdaya saing tinggi serta beretika bisnis Islami dalam wadah asosiasi pengusaha yang profesional,” katanya.
Para pendiri HPN antara lain, KH Muhammad Sahal Mahfud (Alm), KH Ahmad Mustofa Bisri, KH Said Aqil Siroj, KH As’ad Said Ali, KH Agoes Ali Mashuri serta sejumlah nama pengusaha dan aktivis gerakan ekonomi di Jam’iyah Nahdlatul Ulama.
Dalam dekade pertumbuhan awal dalam 11 tahun terakhir, HPN mengalami pasang-surut perkembangan dan telah mampu melewati masa kritis dan dinamika sebagai organisasi pengusaha untuk bisa sejajar dengan asosiasi pengusaha profesional yang ada di Indonesia.
“HPN telah menggelar berbagai pertemuan dan perhelatan bisnis yang dihadiri Wakil Presiden Boediono pada 2012, Presiden Joko Widodo pada 2017 serta Wakil Presiden KH Makruf Amin pada 2020 serta ikut serta
mendirikan Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI) sebagai bentuk kesepakatan antara NU, Muhammadiyah, MUI dan ICMI,” katanya.
Hingga saat ini, HPN telah memiliki kepengurusan wilayah di 28 provinsi dan kepengurusan cabang di 172
Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, sehingga sudah memenuhi syarat untuk mendaftar sebagai anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN).
“Untuk ikut membangun kemandirian warga dan organisasi Nahdlatul Ulama, HPN sebagai jaringan pengusaha berkomitmen ikut aktif menjadi penggerak ekonomi dan bisnis bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama (BUMNU),” katanya.
Ia menambahkan HPN juga akan memanfaatkan peluang bisnis dan kemitraan yang ditawarkan pemerintah dan industri lokal/global sebagaimana dalam pengembangan Ekonomi Digital, tren Industri Halal dan Keuangan Syariah, serta Hilirisasi Industri Pertanian,” katanya. (*/pna)



