By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Penguatan Koalisi Seiring dengan Penentuan Figur
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Inforial > Penguatan Koalisi Seiring dengan Penentuan Figur
Inforial

Penguatan Koalisi Seiring dengan Penentuan Figur

19/07/2022 Inforial
Dr.phil Aditya Perdana, S.IP, M.Si
SHARE

Jakarta. Radar96.com.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menungkapkan, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) masih membuka peluang bagi partai lain untuk bergabung. Sementara ini, KIB terus membangun komunikasi politik dengan partai lain.

Ia memastikan, meskipun sudah terbentuk KIB, komunikasi dengan partai lain tak terputus. Menurutnya KIB menganut asas inklusif terbuka.

“Interaksi sih selalu tidak pernah putus dengan berbagai partai,” ucap Airlangga yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini pada Selasa (19/07/22).

Pengamat Politik dan Kebijakan UPNVJ, Danis TS. Wahidin menilai sikap terbuka KIB adalah terobosan baru, setelah sebelumnya pada Pemilu 2014 dan 2019 kental dengan polarisasi politik yang kuat.

“Kita patut berbangga dan berbahagia bagaimana kemudian sikap para elit yang berorientasi pada nilai kebersamaan dan kebangsaan, otentikasi pada pembangunan kerakyatan yang tradisi ini tidak pernah hadir di dalam negeri ketika kontestasi politik,” jelasnya.

Menurutnya, pengalaman pahit 2019 harus menjadi pelajaran bagi elit politik untuk mengedepankan persatuan kebangsaan. “Kesadaran kolektif elit bangsa ini bahwa semua pihak harus berorientasi pada penyatuan, kebersamaan, kebangsaan. Bahwa semua pihak harus kemudian inklusif dan berorientasi pada koalisi itu betul sekali,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Direktur Indodata ini.

Langkah KIB untuk mengumpulkan partai-partai koalisi lalu kemudian mencari calon, sudah sesuai sistem. Diejelaskannya, koalisi yang baik adalah koalisi yang berjalan paralel dengan upaya penguatan koalisi partai dan pembentukan figur.

“Karena kalkulasi kemenangan politik pada Pemilu 2024 tidak bisa dilepaskan dari peran koalisi partai politik untuk menyentuh presidensial treshold 20% dan elektabilitas pasangan figur untuk memenang Pemilu 2024 secara langsung pemilihan dan pemasangan kandidat harus dibicarakan oleh koalisi secara mendalam,” tutur Danis.

Sementara itu Direktur Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI) Aditya Perdana mengungkapkan KIB sedang melakukan penjajakan dengan partai lain untuk mencari titik persamaan di antara mereka. Artinya, segala kemungkinan masih bisa terjadi, termasuk masuknya anggota koalisi dari partai lain.

“Saya pikir sih kalau dalam masa sekarang saya mengistilahkan masa panjajakan, kayak orang pacaran. Jadi apapun itu terjadi untuk saling menyamakan persepsi, pandangan, pikiran, termasuk emosi. Jadi peluang-peluang itu masih terbuka kemungkinan, termasuk mengajak partai lain yang kemungkinan-kemungkinan itu bisa terjadi,” terang Aditya.

Memperbesar Koalisi

Menurutnya, bergabungnya partai dalam KIB lebih didasari pada kecocokan pandangan dari para elit KIB dalam melihat potensi bakal calon presiden yang akan diusung dalam Pemilu 2024.

“Kalau soal platform itu kadang-kadang partai politik kita tidak punya satu ikatan-ikatan ideologis yang relatif kuat, kalau saya melihatnya begitu. Sehingga yang masih diutamakan itu adalah kecocokan pandangan dari para tokoh atau figur, termasuk kalau bicara ini soal calon presidennya,” tegasnya.

Aditya menambahkan KIB sedang ingin mewujudkan politik kebangsaan yang dinilai mampu menghadapi politik identitas yang sempat muncul dan membesar pada Pilpres 2019.

“Saya pikir semuanya atas nama politik kebangsaan. Karena yang dimaksud teman-teman politisi, politik kebangsaan tentu tidak ingin terulang kembali satu situasi di mana polarisasi politik atau politisasi identitas itu kuat,” tegas dia.

Aditya menilai KIB tengah berupaya mencari kesepahaman atas politik kebangsaan untuk membendung politisasi identitas. “Jadi saya pikir mereka sedang mencari pencocokan-pencocokan di area itu, biar kemudian tidak terekspos kembali,” tandasnya.(*)

Iklan.

You Might Also Like

Debat Capres Tanpa Dibarengi Strategi Komunikasi Berbasis Pemilih Akan Sia-sia

LBH Sebut Demokrasi Telah Dikooptasi

Perkuat Keamanan IT KPU, Waspadai Sabotase Rekapitulasi Suara

Integritas Gelaran Pemilu Dipertaruhkan

Jangan Salah Pilih, Agar Reformasi Tidak Kembali ke Titik Nol

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Syarat Booster untuk Mobilitas, Epidemiolog: Kurangi Tingkat Keparahan
Next Article Gubernur Khofifah siap percantik Anjungan Jatim di TMII jelang KTT G20

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

41 Mahasiswa Prodi Sejarah UIN KHAS Jember Kunjungi PWNU Jatim
Nahdliyyin
7 Mahasiswa Unusa Lulus di Taiwan, Rektor Sampaikan Sambutan Wisuda
Uncategorized
Komisi PDUF MUI Jatim Siapkan Ekosistem Filantropi Modern
Sospol
Masjid Al-Akbar Surabaya panen ratusan melon pada 1 Muharram 1448 H
Sospol

You Might also Like

Inforial

Capres Pro Desa akan Jadi Identitas Politik Ganjar

29/11/2023
Inforial

Kecurangan Masif, Kemunduran Demokrasi tidak Terhindarkan

29/11/2023
Inforial

Pemberdayaan Guru Ngaji Harus Diadopsi Jadi Kebijakan Nasional

28/11/2023
Inforial

Komitmen Ganjar Membangun Desa Tidak Perlu Diragukan

28/11/2023
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?