By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Cara menghadapi ancaman virus agar ketahanan nasional terjaga
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kolom > Cara menghadapi ancaman virus agar ketahanan nasional terjaga
Kolom

Cara menghadapi ancaman virus agar ketahanan nasional terjaga

03/07/2021
Dr. SusiLawati MA., M.Han
SHARE

Oleh Dr. SusiLawati MA., M.Han *)

Indonesia merupakan salah satu negara dengan luas daratan dan lautan terbesar di dunia dengan penduduk terbesar ke empat di dunia, sebagai negara muslim terbesar di dunia, dan sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia. Sejatinya, anugerah ini menjadi kebanggaan bangsa Indonesia dalam memotivasi diri untuk mencintai Nusantara dengan cara seluruh warga negara Indonesia (WNI) memiliki kesadaran tinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal ini dapat muncul jika setiap individu tahu dan paham siapa dirinya, apa dan bagaimana posisinya, maka ini sebagai dasar untuk berperan serta bertanggung jawab menjaga dan melindungi negaranya sesuai konstitusi, dengan menjalankan sesuai spirit itu akan memudahkan menjalani kehidupan berbangsa.

Seperti saat ini, bangsa Indonesia masih berkutat dan berjibaku menghadapi serangan wabah virus Corona yang sejak setahun lalu mengancam kesehatan dan keselamatan bangsa Indonesia. Sementara di beberapa negara di dunia seperti Amerika, New Zealand dan beberapa negara lain telah pulih dari ancaman wabah virus yang sama, bahkan negara sumber virus (China) sudah dapat beraktivitas normal, tidak lagi terdengar adanya wabah virus Covid-19 yang menakutkan di negara tersebut.

Bagaimana dengan Indonesia? Mengapa hingga hari ini virus tidak berkurang tapi semakin bertambah korban terinfeksi dan meninggal? Kira-kira apa penyebabnya jika melihat anugerah yang dimiliki Indonesia sebagai bangsa besar?.

Sejatinya, dapat dirasakan linier, upaya yang dilakukan dalam mengatasi virus ini dengan berpikir besar bagaimana agar sesegera mungkin tidak semakin membahayakan jiwa masyarakat Indonesia dalam arti semangat kebersamaan untuk menghalau virus dari bumi Indonesia juga besar. Tidak saling menyalahkan antar satu dengan yang lain, karena energi akan terkuras sia-sia. Sangat dibutuhkan upaya bersama dari seluruh elemen bangsa baik dari rakyat maupun dari pemerintah. Pemerintah harus tegas, rakyat juga harus memiliki kesadaran tinggi adalah merupakan kekuatan yang memunculkan kebersamaan yang dibutuhkan untuk melawan virus Covid-19.

Jika masih saling tunjuk dan lempar kesalahan sementara butuh bertindak cepat untuk menghalau virus, karena virus terus bergerak menulari setiap orang. Maka akan semakin buruk keadaan serta semakin melemahkan sendi-sendi kehidupan berbangsa, rakyat sebagai subjek dan objek dalam kehidupan bernegara terancam keselamatan jiwa akibat wabah virus maupun ekonomi yang semakin terpuruk akibat tidak lagi dapat beraktivitas dengan kondisi terdukung untuk bekerja sementara persediaan semakin menipis.

Jika hampir merata kondisi setiap keluarga seperti ini otomatis berpengaruh pada ekonomi negara dan itu sangat membahayakan stabilitas negara. Jika stabilitas negara terganggu, maka anugerah-anugerah yang menjadi kebanggaan Indonesia tersebut menjadi tiada arti. Sebagai bangsa besar harusnya diiringi dengan sikap dan perilaku yang bertanggung jawab, taat aturan hukum yang berlaku agar kehidupan menjadi lebih tertib dan semua masalah lebih mudah teratasi.

Bangsa besar bukan semata terlihat dari bentuk secara fisik tapi juga jiwanya yang berarti setiap masalah dapat diselesaikan bersama dengan baik. Dari situ dapat dinilai bagaimana sebuah bangsa besar dapat mempertahankan kehidupan bersama walau apapun yang datang mengganggu dan melemahkan sifatnya.

Pentingnya, seluruh anak bangsa memiliki kualitas baik, apakah pendidikan, pengetahuan, ekonomi, karakter, mental agar saat mendapat amanah dapat menjalankan dengan kualitas yang baik pula. Kualitas sebagai pemimpin begitu juga rakyatnya selalu patuh dan mendukung kinerja pemimpinnya maka keadilan terwujud. Itulah kualitas bangsa Indonesia yang harus menjadi dasar dalam menjalankan kehidupan bersama dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia. (*)

*) Penulis adalah Wakil kepala Departemen Luar Negeri dan Keamanan Nasional DPP PD.

Iklan.

You Might Also Like

Fenomena “Ghosting Berkedok Lupa: Seni Menghilang Tanpa Rasa Bersalah” dalam Perspektif Relasi Sosial dan Etika Keislaman

Menuju NU yang Profesional dan Mandiri Refleksi Muskerwil 2026 PWNU Jatim)

Presiden Prabowo dan Pelajaran Penting dari “Satu Abad NU”

Jalan Kebudayaan: Strategi NU Merawat Jagat di Abad Kedua

Memperingati Satu Abad NU

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Kasus Harian COVID-19 di Jatim Capai Rekor Tertinggi
Next Article Haruskah meng-Kultus-kan Guru…?

Advertisement



Berita Terbaru

Sekjen Kemendiktisaintek: PTNU harus Atasi “Mismatch” Pendidikan
Nahdliyyin
120 Pelaku UMKM di Jatim Ikuti Pelatihan “Platform Marketplace” ISNU Jatim
Ekraf
Fenomena “Ghosting Berkedok Lupa: Seni Menghilang Tanpa Rasa Bersalah” dalam Perspektif Relasi Sosial dan Etika Keislaman
Kolom
KPK rekomendasikan 7 solusi cegah 8 potensi korupsi program MBG
Sospol

You Might also Like

Kolom

Tentang Janji yang Retak

02/01/2026
Kolom

Di Lirboyo, Desember Itu

01/01/2026
Kolom

Di Antara Tinta dan Kata

31/12/2025
Kolom

Perpaduan Antara Seniman visioner dan Tersetruktur

25/12/2025
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?