By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Cara Berpikir Level Awam, Salikin, dan Majdzubin
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Tasawuf Urban > Cara Berpikir Level Awam, Salikin, dan Majdzubin
Tasawuf Urban

Cara Berpikir Level Awam, Salikin, dan Majdzubin

03/12/2021
Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar (*/NUO Jatim)
SHARE

Oleh KH Miftachul Akhyar *)

Manusia diberi nikmat berupa akal oleh Allah swt agar bisa mendekatkan diri dan meningkatkan keimanan kepada Sang Pencipta. Hanya saja, tidak semua hamba mampu mengontrol aktivitas pikiran masing-masing.

Meski kebanyakan manusia tidak bisa mengontrol pikirannya untuk selalu bisa meningkatkan iman, ada golongan tertentu yang selalu mengupayakan diri untuk memikirkan dan merenungi ciptaan-ciptaan Allah sehingga keimanannya selalu meningkat. Mereka adalah hamba yang sudah mencapai level salikin dan majdzubin.

Kalau maqam (level) salikin dan majdzubin, cara berpikirnya adalah bagaimana mereka menghasilkan nilai tambah. Sekali mikir tambah iman, sekali mikir tambah iman, dan seterusnya.

Sebaliknya, orang yang belum bisa mencapai cara berpikir yang demikian, digolongkan sebagai kelompok manusia awam. Salah satu ciri-ciri kelompok ini adalah mudah goyah oleh urusan duniawi yang juga menandakan tipisnya iman. “Iman yang setipis kulit bawang, kedatangan uang bisa melayang”.

Manusia awam pada dasarnya meyakini wujud Allah swt, hanya saja pikirannya belum sampai pada tahap tashdiq atau kemantapan iman. Mereka berusaha menemukan hakikat keimanan, tapi belum pada kesimpulan terakhir (tashdiq).

Ada dua model berpikir level salikin dan majdzubin, yaitu fikrah tashdiqin wa iman (berpikir sampai pada level tashdiq dan keimanan) dan fikratussyuhud wa ‘iyan (berpikir dengan melihat objek secara langsung).

Fikrah tashdiqin wa iman adalah berpikirnya seseorang yang benar-benar mengimani Allah swt. Dengan bekal yang ia miliki, hari-harinya hanya digunakan untuk memproduksi cara berpikir yang bisa mendekatkan diri kepada Allah dan menjauhi hal-hal yang mendatangkan murka-Nya. Apapun yang dipikirkan, pasti selalu memancarkan cahaya keimanan.

Sementara fikratussyuhud wa ‘iyan adalah berpikir ketika seseorang sudah melihat langsung objek yang ia pikirkan. Model pikir seperti ini biasanya dimiliki oleh hamba yang sudah mencapai level majdzubin. Orang pada level ini seolah-olah melihat Allah secara langsung. Ibarat orang meyakini keberadaan ka’bah karena sudah melihat ka’bah tersebut dengan mata kepala sendiri. (*)

*) KH Miftachul Akhyar adalah Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pengasuh Pondok Pesantren Miftsachus Sunnah, Surabaya
*) Sumber: https://nu.or.id/nasional/kh-miftachul-akhyar-jelaskan-cara-berpikir-level-salikin-dan-majdzubin-DClZr (ngaji Al-Hikam di TVNU)

Iklan.

You Might Also Like

Islam, Tradisi, dan Toleransi
Masjid, Islam, dan Sekulerisme di Turki (1)
Ibrahim Inspiring dan Moderasi Beragama
Mindset
Surga-Neraka…..semua ada di Dunia ini !
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Alhamdulillah, Vaksinasi Dosis Pertama Jatim Tembus 71 Persen
Next Article Pemprov Jatim sediakan kuota ASN bagi penyandang disabilitas

Advertisement

Iklan.

Iklan.

Berita Terbaru

LAZISNU PCNU Sidoarjo Dukung Dana Pembangunan Rumah Anggota Banser
Nahdliyyin
Menteri ATR/BPN Serahkan 2.532 sertipikat tanah wakaf rumah ibadah di Masjid Al-Akbar
Sospol
LPT UNAIR Targetkan Inovasi Berimpak Nasional-Global
Sospol
Ketua PWNU Jatim: Modal Utama NU adalah Silaturrahmi dan Tradisi
Nahdliyyin

You Might also Like

Tasawuf Urban

10 Tanda Orang miliki Iman dan Akhlak Baik

03/08/2022
Tasawuf Urban

Islam, Agama yang Moderat sejak awal

14/12/2021
Tasawuf Urban

Di KJRI Hamburg Jerman, Guru Besar UIN KHAS Jember Jelaskan 3 Manfaat Dzikir dalam Islam

25/03/2024
Tasawuf Urban

Apa Sih Ruginya Beriman kepada Allah?

08/04/2024
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?