By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: LPH Halal Center Universitas Trunojoyo Madura (UTM) diresmikan Wapres
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Ekraf > LPH Halal Center Universitas Trunojoyo Madura (UTM) diresmikan Wapres
Ekraf

LPH Halal Center Universitas Trunojoyo Madura (UTM) diresmikan Wapres

13/01/2022
Wakil Presiden RI KH. Ma'ruf Amin meresmikan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Halal Center Universitas Trunojoyo Madura, Kamis (13/1). (*/hmn)
SHARE

Bangkalan, Madura (Radar96.com) – Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin meresmikan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Halal Center Universitas Trunojoyo Madura, Kamis (13/1).

Wapres mengapresiasi inisiatif dari Universitas Trunojoyo Madura dalam membangun LPH Halal Center di wilayah ini.

Wapres KH. Ma’ruf Amin menyatakan bahwa ini merupakan wujud komitmen pemerintah terhadap upaya Percepatan Pembangunan Halal Lifestyle di Jawa Timur. Selain itu, ini juga merupakan upaya mewujudkan Halal Lifestyle Nasional.

Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin meresmikan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Halal Center Universitas Trunojoyo Madura, Kamis (13/1). (*/hmn)

Wapres Ma’ruf Amin menambahkan, bahwa di Jatim sendiri telah berdiri satu Kawasan Industri Halal yang berada di Kab. Sidoarjo. Bahkan, Kab. Gresik saat ini sedang menyiapkan hal yang sama. Sekarang ini Kab. Bangkalan telah menyatakam kesiapannya.

Atas kesiapan tersebut, Wapres KH. Ma’ruf Amin mengaku optimis bahwa Jawa Timur nantinya bisa menjadi Kawasan Industri Halal (KIH) terbesar di Indonesia.

“Saya menyambut baik atas usulan agar di Madura juga ada area yang ditetapkan sebagai Kawasan Industri Halal. Dengan kesiapan tersebut, artinya Jawa Timur ada tiga KIH. Berarti Jatim akan menjadi kawasan Produk Halal terbesar di Indonesia nantinya,” ucap Wapres Ma’ruf Amin optimis.

Wapres Ma’ruf Amin menjelaskan, penggunaan produk Halal saat ini tak hanya sebagai bentuk kewajiban, namun telah menjadi suatu gaya hidup. Ditambah dengan masyarakat Madura yang terkenal akan culture ketaatan terhadap agama yang sangat tinggi, kehadiran Halal Center, bahkan KIH, sangat mendukung gaya hidup masyarakat yang telah semakin cerdas dan selektif sebagai konsumen.

“Kehalalan dapat mencakup zatnya, maupun prosesnya. Seluruh aspek halal tersebut saat ini telah menjadi faktor pertimbangan masyarakat muslim global dalam memilih produk yang berkualitas,” terangnya.

Di hadapan Wapres, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan dukungannya agar ada area di Madura untuk ditetapkan sebagai Kawasan Industri Halal (KIH).

Khofifah juga berharap Pemerintah Pusat dapat mempercepat pembangunan Indonesia Islamic Science Park (IISP) di Bangkalan – Madura.

“Saat ini kami telah memiliki KIH di kawasan Kab. Sidoarjo, dan sedang disiapkan KIH di Gresik, kedepan kami akan terus menyiapkan kawasan yang berpotensi sebagai KIH. Dimana, salah satunya di Madura ini,” kata Khofifah

“Saya berharap Madura bisa diberi kesempatan untuk ikut ambil bagian dalam massifnya perkembangan industri halal sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Madura , Jawa Timur dan nasional,” tambah dia.

Hingga saat ini, lanjut Khofifah, Pemerintah telah menetapkan tiga Kawasan Industri Halal di Indonesia yaitu masing-masing Bintan Inti Halal Hub di Kepulauan Riau, Halal Modern Valley di Serang, Banten dan Halal Industrial Park di Sidoarjo, Jawa Timur.

Karenanya, Khofifah berharap Madura juga bisa ditetapkan sebagai Kawasan Industri Halal Indonesia, menyusul pesatnya pertumbuhan pasar atau industri halal akibat meningkatnya gaya hidup halal masyarakat dunia.

Berdasarkan data Global Islamic Economy Report 2020/2021 menunjukkan bahwa pengeluaran konsumen muslim untuk makanan dan minuman halal, farmasi dan kosmetik halal, serta pariwisata ramah muslim dan gaya hidup halal pada tahun 2019 mencapai 2,02 triliun dolar AS.

Tidak hanya itu, konsumsi produk halal Indonesia pada tahun 2019 mencapai 144 miliar dolar AS yang menjadikan Indonesia sebagai konsumen terbesar di sektor ini. Sektor pariwisata ramah muslim menjadikan Indonesia menduduki posisi ke-6 dunia dengan nilai 11,2 miliar dolar AS.

Di sektor busana muslim, Indonesia merupakan konsumen ke-3 dunia dengan total konsumsi 16 miliar US Dolar. Sektor farmasi dan kosmetika halal Indonesia menempati peringkat ke-6 dan ke-2 dengan total pengeluaran masing-masing 5,4 miliar dolar AS dan 4 miliar dolar AS.

Kontribusi industri halal terhadap perekonomi nasional juga meningkat dilihat dari meningkatnya pangsa pasar sektor halal terhadap PDB pada 2016 sebesar 24,3 persen menjadi 24,86 persen di tahun 2020.

“Saya optimistis, jika Madura diberi kesempatan maka akan semakin mendorong percepatan pembangunan daerah dan penanggulangan kemiskinan,” tuturnya.

Sebagai informasi, Universitas Trunojoyo Madura mendirikan LPH Halal Center sebagai penanda bentuk kesiapan Madura menjadi kawasan industri halal untuk percepatan kesejahteraan masyarakat.

Inisiasi pengembangan kawasan industri halal yang telah dimplementasikan oleh UTM di antaranya, kawasan industri halal produk olahan garam, kawasan industri halal produk olahan daging sapi, kawasan industri halal produk olahan rempah (jamu) Madura, olahan jagung, kawasan wisata halal Lon Malang, serta Indonesia Islamic Science Park (IISP). (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

FESyar Jawa 2025, BI dan Gubernur Jatim dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia
Tekan Laju Inflasi, Gubernur Khofifah Bebaskan Pajak Kendaraan “Mikrolet” dan “Ojek Online”
FK Patuh Gelar Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah
Gubernur Khofifah : Realisasi Pendapatan Pemprov Jatim Tertinggi Nasional
ASPERAPI Jatim kembangkan sayap ke lima kabupaten/kota
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Maarif NU Jatim Targetkan Lengkapi Sejarah NU
Next Article Abdullah Azwar Anas jadi Kepala LKPP

Advertisement

Iklan.

Iklan.

Berita Terbaru

Unesa dan Lakpesdam PWNU Jatim Berkolaborasi Riset dan Penguatan SDM
Nahdliyyin
Persiapkan Remaja Tangguh, LKK PWNU Jatim Gelar CKG dan BRUS di Ponpes
Nahdliyyin
Meneguhkan Supremasi Syuriyah: Menjaga Marwah Organisasi Ulama.
Nahdliyyin
Ketua KI Jatim Mantapkan Kolaborasi Keterbukaan Informasi ke PWI dan SMSI
Sospol

You Might also Like

Ekraf

Gubernur Khofifah luncurkan Desa Wisata Nangkula Park Tulungagung

23/05/2021
Ekraf

Jatim Raih Juara Umum Lomba Tenaga Kerja Konstruksi Nasional

06/11/2023
Ekraf

Gubernur Khofifah undang Bocah Penjual Donat Keliling ke Grahadi

31/03/2021
Ekraf

Pioneer Market Place berbasis Pesantren pertama di Indonesia diluncurkan Gubernur Khofifah

12/04/2022
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?