By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Jatim-Lampung jalin kerja sama pertanian, tanaman pangan, peternakan, perkebunan, perindustrian dan perdagangan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Ekraf > Jatim-Lampung jalin kerja sama pertanian, tanaman pangan, peternakan, perkebunan, perindustrian dan perdagangan
Ekraf

Jatim-Lampung jalin kerja sama pertanian, tanaman pangan, peternakan, perkebunan, perindustrian dan perdagangan

29/01/2022 Ekraf
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk menjalin kerja sama dalam bidang pertanian, tanaman pangan dan hortikultura, peternakan dan kesehatan hewan, perkebunan, perindustrian dan perdagangan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menandatangani MoU itu di Mahan Agung Lampung, Jumat (28/1/2022). (*/hmn)
SHARE

Lampung (Radar96.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk menjalin kerja sama dalam bidang pertanian, tanaman pangan dan hortikultura, peternakan dan kesehatan hewan, perkebunan, perindustrian dan perdagangan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menandatangani MoU itu di Mahan Agung Lampung, Jumat (28/1). Kerjasama antar provinsi itu juga menyasar penguatan kelembagaan serta pengembangan Koperasi dan UMKM, investasi dan penanaman modal, pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia dan bidang lainnya.

Usai penandatanganan MoU, dilanjutkan dengan penandatanganan naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala Organisasi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur dan Kepala Organisasi Pemerintah Daerah Provinsi Lampung, yang berisikan tentang fasilitasi pengembangan sektor industri dan perdagangan, fasilitasi pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan, fasilitasi pengembangan peternakan dan kesehatan hewan dan fasilitasi peningkatan dan pengembangan sumber daya perkebunan, yang ditandatangani oleh masing-masing Kepala Perangkat Daerah.

Setelah menyaksikan penandatangan kerjasama antar kedua provinsi, Gubernur Khofifah menyampaikan, kerjasama tersebut merupakan upaya penguatan kembali terhadap potensi andalan dan unggulan yang dimiliki kedua provinsi.

“Masing-masing kita memiliki potensi andalan dan unggulan, terutama peternakan, pertanian, perkebunan dan tentu industri khususnya industri pengolahan dan perdagangan. Kalau kita bangun strong partnership, akan banyak yang kita persembahkan bagi percepatan pembangunan bagi negeri ini,” jelas Khofifah.

Khofifah mengatakan bahwa salah satu bidang yang dikerjasamakan yaitu pengembangan sektor peternakan. Kerjasama ini diharapkan bisa mendorong terwujudnya swasembada daging.

Dalam pengembangannya, lanjut Khofifah, Provinsi Jawa Timur ditunjang dengan keberadaan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) di Malang Jawa Timur milik Kementerian Pertanian. Efektivitasnya dapat dirasakan manfaatnya cukup maksimal, begitu juga bagi Provinsi Lampung bisa belajar di BBIB ini.

Khofifah meyakini kerjasama yang dilakukan antara Jatim dan Lampung ini mampu mendorong terwujudnya swasembada daging. Terlebih, lanjut dia, kebutuhan daging di pasar luar cukup besar, diantaranya Brunei Darussalam, Dubai, Qatar dan beberapa negara di Timur Tengah lainnya.

“Ada BBIB Kementan di Jatim, balai besar insemnisasi buatan ini besar sekali manfaatnya. Kalau di Lampung dan beberapa provinsi lain menggenjot kuantitas populasi sapi potong, saya rasa Indonesia bisa segera swasembada daging, tidak hanya itu kita akan bisa menjadi eksportir. Dalam 3-4 tahun ke depan, jika diseriusi oleh beberapa provinsi tentu dalam komando Kementan dalam hitungan saya kedepan kita tidak hanya swasembada tapi jadi pengekspor daging,” imbuhnya.

Mengutip data Badan Pusat Statistik, Khofifah menerangkan bahwa angka populasi sapi di Jawa Timur per tahun 2021 mencapai 4,93 juta ekor, semantara pada tahun 2020 berjumlah 4,8 juta ekor. Sedangkan untuk provinsi lain diposisi kedua berjumlah 1,8 juta ekor.

“Ini potensi yang sangat kasat mata, kita memiliki SDM untuk mewujudkan itu, pakan ternak cukup, kultur beternak cukup kuat, maka dengan peta yang ada, saya rasa Pak Gubernur Lampung serta Gubernur Provinsi lainnya bisa melakukan komunikasi dengan tim yang bisa membantu bagaimana percepatan memberikan perluasan beternak sapi potong seperti yang saat ini cukup sukses di Jawa Timur,” ujarnya.

Belum lagi, lanjut Khofifah, potensi turunannya berupa susu sapi, yang mana secara nasional cukup besar import susu kita. Menurut dia, meski Jawa Timur tercatat sebagai produsen sapi perah terbesar, namun ternyata masih belum bisa mencukupi secara keseluruhan. Masih ada bahan baku susu yang masih mengimpor.

“Ini marketnya luar biasa. Khusus ternak sapi baik potong maupun perah, Provinsi Lampung memiliki potensi yang sangat besar. Baik ketersediaan bahan pakan ternak, kultur beternak serta kedekatan geografis dengan Banten dan Jakarta .Kita bersama-sama bisa memberikan dedikasi terbaik bagi negeri melalui sektor peternakan sapi ini. Tidak hanya bisa mewujudkan swasembada daging, sekaligus kita bisa mengekspor,” jelasnya.

Di sektor pertanian dan perkebunan, tambah Khofifah, dirinya menyampaikan telah berdiskusi dengan Gubernur Lampung utamanya terkait produksi jagung, kopi, kakau dan sebagainya. Diharapkan, usai MoU tersebut akan dilakukan berbagai upaya percepatan untuk menggenjot hasil pekebunan, pertanian dan peternakan kedua wilayah.

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, kerjasama antar kedua provinsi ini merupakan kerjasama yang saling menguntungkan dan membutuhkan.

“Saya mengenal cukup lama beliau (Gubernur Khofifah), sudah berapa kali kami menginisiasi kerjasama, Alhamdulilah terwujud, ternyata kita saling membutuhkan. Saya ingin kedepan kita kerjasama ternak yang tujuannya untuk kesejahteraan rakyat,” kata Gubernur Lampung.

Tak hanya disektor pertanian, perkebunan dan peternakan, Gubernur Arinal juga menginginkan kerjasama antara Jatim dan Lampung ialah pada pengembangan budidaya bawang merah.

“Kita kompak kerja, dan kita bicarakan. Karena fluktuasi harga bawang merah tidak menentu dan membuat geleng kepala. Tidak hanya itu, kami juga akan ke Jawa Timur untuk meninjau sektor Pariwisata yaitu Jatim Park. Agar bisa kami aplikasikan disini, nanti kita lihat mana yang pembiayaannya cukup untuk ditiru dari Jatim Park 1 hingga 4,” katanya. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Gus Lilur Apresiasi Menkeu Purbaya dorong Legalitas Rokok Rakyat dan Percepatan KEK Tembakau Madura

Serukan Tritura Nelayan, Gus Lilur Desak Prabowo Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan BBL

Biaya Umroh 2026 Naik Akibat Dampak Global, Chatour Travel Beri Solusi Transparan dan Garansi Refund 100%

Dipimpin Dicky Fanani, ABC Unair Perkuat Networking Alumni

120 Pelaku UMKM di Jatim Ikuti Pelatihan “Platform Marketplace” ISNU Jatim

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Meningkatnya perusahaan konstruksi 26,59 persen bangkitkan Infrastruktur di Jatim
Next Article Evaluasi Penyusunan Buku Sejarah

Advertisement

Iklan.

Iklan.

Iklan.

Berita Terbaru

Menjajaki Kolaborasi Riset Penyakit Infeksi, RC-GERID UNAIR Benchmarking ke Pusat Genom Malaysia
Sospol
Puluhan biksu dari empat negara singgahi Masjid Al-Akbar Surabaya dalam perjalanan spiritual IWFP
Uncategorized
Pesantren Bayt Al-Hikmah dan Al Yasmin Siapkan Kolaborasi Program Penguatan Kompetensi Digital Santri
Milenial
MUI Jatim Kolaborasi dengan Pemkot Madiun, Kembangkan Ekonomi Kreatif Santri
Sospol

You Might also Like

Ekraf

Petani Tembakau Madura Keluarkan Tritura

16/04/2026
Ekraf

Kopontren Nurul Hijrah Diapresiasi Kadis Koperasi dan UKM Kalsel

28/03/2026
Ekraf

Hanya 3 Minggu, PW DMI Jatim Terbitkan 27 Sertifikat Halal bagi UMKM

10/03/2026
Ekraf

NU Care-LAZISNU PWNU Jatim Adakan Literasi Keuangan untuk Perempuan Muda

13/02/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?