Surabaya, radar96.com – Sebanyak 57 Bhante atau biksu dari empat negara menyinggahi Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) dalam perjalanan spiritual “Indonesia Walk for Peace” (IWFP) menuju Candi Borobudur untuk menyuarakan perdamaian dan semangat persatuan di tengah keberagaman bangsa.
Puluhan Bhante (biksu) itu sedang melaksanakan ritual Thudong, sebuah perjalanan spiritual dengan berjalan kaki jarak jauh, yang kali ini mengambil rute unik melintasi Pulau Dewata hingga Jawa Tengah. Pada Jumat (15/5), rombongan tersebut terpantau telah memasuki wilayah Kota Surabaya, Jawa Timur.



Perjalanan ritual bertajuk “Indonesia Walk for Peace” ini dipimpin dan didampingi oleh tokoh lintas agama serta perwakilan umat Buddha, salah satunya adalah Romo James Palayukan dari Vihara Budhayana Dharmawira Centre (BDC) Surabaya.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya memulai start dari Jakarta, namun Thudong pada tahun ini memilih rute yang berbeda.
Romo James Palayukan menjelaskan bahwa pemilihan rute dari Bali menuju Jawa Timur bertujuan untuk memberikan nuansa baru, sekaligus menyapa masyarakat di bagian timur Pulau Jawa.
“Kali ini, kita mau sesuatu yang berbeda, kita mulai dari Bali, menuju Jawa Timur, baru berakhir di Candi Borobudur,” ujar Romo James saat ditemui di pelataran depan Masjid Al-Akbar Surabaya.
Sepanjang perjalanan, para Bhante tidak hanya melakukan ritual keagamaan, tetapi juga membawa misi sosial.
“Pesannya untuk perdamaian, Indonesia Walk for Peace. Kita menyuarakan perdamaian dan Bhinneka Tunggal Ika. Kita ini bangsa yang majemuk, harus bersatu membangun Indonesia dengan mengedepankan welas asih,” tambahnya.
Total perjalanan ini diperkirakan menempuh jarak sekitar 600 kilometer lebih. Setelah melewati Surabaya, rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Jawa Tengah.
Para Bhante ditargetkan sampai di Candi Borobudur pada 28 Mei 2026, agar dapat mengikuti rangkaian prosesi puncak Hari Raya Waisak yang jatuh pada tanggal 30 Mei 2026.
Di sepanjang rute yang dilalui, pengelola Masjid Al-Akbar tampak antusias memberikan dukungan, baik berupa air mineral maupun makanan, sebagai cerminan tingginya toleransi antarumat beragama di Indonesia. (*/mas/Arkanda Styabudi)



