By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gubernur Khofifah minta pers tingkatkan kualitas di tengah Disrupsi Informasi
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Gubernur Khofifah minta pers tingkatkan kualitas di tengah Disrupsi Informasi
Sospol

Gubernur Khofifah minta pers tingkatkan kualitas di tengah Disrupsi Informasi

09/02/2022 Sospol
SHARE

Surabaya (Radar96.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta insan pers Indonesia untuk meningkatkan kualitas informasi dan pemberitaan di tengah disrupsi informasi.

“InSya-Allah, pers Indonesia mampu mendorong literasi media karena sebagian besar masyarakat lebih banyak membaca berita dari media sosial (medsos) ketimbang media massa sebagai sumber utamanya. Disinilah penyebab berita bohong begitu cepat tersebar luas,” ungkapnya dalam peringatan Hari Pers Nasional 2022 di Gedung Negara Grahadi, Selasa (9/2).

Khofifah mengatakan terbatasnya jumlah karakter di media sosial menjadikan informasi atau berita yang disajikan sangat terbatas. Alhasil, informasi yang diperoleh masyarakat pun menjadi tidak utuh.

“Belum lagi ditambah budaya membaca masyarakat kita yang masih relatif kurang. Masyarakat kita juga ada yang belum tahu dan belum bisa memilah, mana informasi yang valid, mana informasi yang sesungguhnya,” katanya.

Khofifah menyebut jika pekerjaan rumah insan pers, bertambah berat dengan semakin maraknya bermunculan citizen journalism seiring kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Dimana masyarakat umum melakukan aktivitas jurnalistik tanpa memiliki dasar jurnalistik dan mematuhi etika jurnalistik.

Sudah bisa ditebak, karya jurnalistiknya pun menjadi sangat variatif dan tidak mengikuti standar jurnalistik. Jamak ditemui, jurnalisme warga sering mengejar kecepatan informasi tanpa mengedepankan faktual tidaknya.

Maka dari itu, lanjut Khofifah, media massa perlu memberikan edukasi kepada masyarakat untuk memilah berita maupun informasi yang diterima. Perusahaan media juga harus benar-benar menerapkan prinsip dasar jurnalisme. Dengan demikian, hasil karya jurnalisme yang dihasilkan bisa memberikan manfaat kepada masyarakat dan juga negara.

“Fenomena saat ini, tidak sedikit media yang tidak survive, tapi saya yakin jika media massa tersebut secara konsisten menyajikan karya jurnalistik yang bagus, berbobot, dan beretika, masyarakat tetap akan mencarinya sebagai sumber referensi terpercaya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Khofifah mengingatkan agar media massa terus melakukan inovasi dan beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi. Dengan begitu, eksistensi media massa sebagai salah satu pilar demokrasi dapat terus bertahan. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

MUI Jatim Kolaborasi dengan Pemkot Madiun, Kembangkan Ekonomi Kreatif Santri

Pesantren se-Madura Raya Bergerak Bersama, Modernisasi Koperasi jadi Fokus Utama

Al Yasmin Gandeng UNITOMO Perkuat Kolaborasi Pendidikan Digital

Al Yasmin dan UMAHA Kembangkan Mahasiswa Berbasis Digital Entrepreneurship

Kontroversi Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Tanggapan Pakar: Pendidikan Bukan Sekadar Menang-Kalah, Tapi Soal Kejujuran dan Keadilan

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article IPNU Jatim Lakukan Tour of Duty untuk Semangati Cabang
Next Article Uji coba Vaksin Merah Putih dimulai, Gubernur Khofifah ajak masyarakat jadi relawan

Advertisement

Iklan.

Iklan.

Iklan.

Berita Terbaru

Pesantren Bayt Al-Hikmah dan Al Yasmin Siapkan Kolaborasi Program Penguatan Kompetensi Digital Santri
Milenial
MUI Jatim Kolaborasi dengan Pemkot Madiun, Kembangkan Ekonomi Kreatif Santri
Sospol
30 Mahasiswa UINSA Ikuti Lakmud Komisariat IPNU-IPPNU
Nahdliyyin
Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: Haji itu soal Panggilan dan Mampu
Kultural

You Might also Like

Sospol

MUI Jatim Siap Edukasi Pengelolaan Dana Pesantren

12/05/2026
Sospol

Kajian Senja Al Yasmin, KH Muzakky AlHafidz : Haji simbolkan manusia itu sama dan fakir

07/05/2026
Sospol

Umaha Tebar Beasiswa untuk Generasi Berprestasi hingga Miliaran Rupiah

07/05/2026
Sospol

Ketua KPU RI: Mini Soccer di Masjid Al-Akbar Surabaya itu Top

06/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?