Pasuruan (Radar96.com) – Forum lintas generasi dari Majelis Alumni (MA) IPNU se-Jatim menilai PKPT (Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi) IPNU-IPPNU di Perguruan Tinggi (universitas/institut, dan semacam) masih diperlukan, selama masih belum dibentuk Badan Otonom Ikatan Mahasiswa NU, guna menjaga dan mengembangkan Aswaja di Perguruan Tinggi.
“Itu salah satu dari lima rekomendasi alumni IPNU se-Jatim dalam Pertemuan Lintas Generasi dan Halalbihalal oleh Presidium Majelis Alumni IPNU Jatim di Pasuruan,” kata Ketua MA IPNU Jatim H Muzammil Syai’i di Pasuruan, Minggu (22/5/22).
Dalam silaturahmi yang juga dihadiri DR. Hilmy Muhammadiyah (Ketua PP MA IPNU) dan Muhammad Irfansyah (Ketua PW IPNU Jatim) itu, Muzammil Syafii menyampaikan bahwa proses kaderisasi di NU yang paling bagus adalah di IPNU.
“Karena selain memperoleh pendidikan kader secara berjenjang mulai dari Makesta sampai Lakut, kader IPNU juga berproses langsung menjadi pengurus di semua tingkatan sehingga pembentukan pribadi menjadi militan dan kemampuan manajemen terpadu dalam membentuk pejuang organisasi dan masyarakat dan ketika berproses lebih lanjut di Ansor maupun di NU, kader IPNU itu sudah siap pakai, juga siap sebagai pemimpin masyarakat,” katanya.
Rekomendasi lain adalah organisasi kepelajaran IPNU harus dimaknai sebagai pelajar mulai dari tingkat SMP (MTs) hingga SMA (MA) maupun santri di Ponpes, serta mahasiswa juga, sehingga ruang gerak dan lahan garap IPNU berada di Sekolah/Madrasah maupun Ponpes dan juga Perguruan Tinggi.

“Selama belum dibentuk Badan Otonom Ikatan Mahasiswa NU, maka IPNU-IPPNU di kampus bertujuan untuk menjaga dan mengembangkan Aswaja di Perguruan Tinggi,” katanya.
Menurut politisi senior itu, Pendidikan Kader yang disusun PBNU hendaknya memberikan penghargaan secara baik terhadap proses kaderisasi di IPNU dan IPPNU dengan menjadikan salah satu bagian dari kaderisasi di lingkungan NU dan menempatkan kader kader terbaik IPNU dan IPPNU pada jenjang pengurus baik Banom maupun Jamiyah NU di semua tingkatan.
Forum MA IPNU se-Jatim juga merekomendasikan
penyusunan database Kader menjadi sebuah keharusan di MA IPNU, sehingga perlu melakukan pendataan secara konphrehensif di semua tintgkatan kepengurusan.
“Rekomendasi internal yang tak kalah penting adalah MA IPNU perlu mempunyai usaha bidang ekonomi agar MA IPNU mandiri dan memberikan support pada IPNU yang kini sedang menjadi pengurus di semua tingkatan,” katanya.
Forum Lintas generasi IPNU Jatim di Pasuruan itu dihadiri kader lintas generasi IPNU Jatim, yakni generasi Mutaqoddimin (pendahulu) seperti generasi Pengurus Tahun 1980-an yakni KH Sholeh Hayat, H Muzammil Syafii, KH Fuan Anwar dan H Nurhadi Ridlwan.
Selain itu, generasi Mutaakkhirin (periode saat ini) yang sedang menjabat pengurus formal IPNU di semua tingkatan di jatim, serta generasi Mutawassithin (generasi tengah di antara keduanya), seperti Achmad Heri yang mantan Sekretaris PWNU Jatim, DR M Isa Anshori (Malang) dan DR Fathurrohman (Lamongan). (*/MAipnuJtm)



