Bojonegoro (Radar96.com) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU bersama Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Bojonegoro menyelenggarakan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dengan peserta dari Madrasah/Sekolah jenjang MTs/SMP binaan LP Ma’arif NU Bojonegoro.
Kegiatan yang di laksanakan di Lemcadika selama tiga hari pada 9- 11 September 2022 itu diikuti 33 peserta terdiri dari 13 Madrasah/Sekolah yakni MTs Darul Ulum Nglumber, MTs Salafiyah Syafi’iyah Sukosewu, MTs Islamiyah Balen, dan SMP Baitul Muttaqin Wotan Sumberrejo.
Selain itu, MTs Ulul Albab Plesungan, MTs Mambaul Ulum Wadang, MTs Al Yakin Pungpungan, MTs Hidayatul Islam Tanjungharjo, MTs. Raudlatul Huda Sukoharjo, MTs Abu Darrin Kendal, MTs Islamiyyah Temayang, SMP Plus Al- Amanah Balungsumber, dan MTs Ma’arif Sukorejo.
Sehabis sholat Subuh berjamaah dengan para peserta Makesta, Ketua PC LP Ma’arif NU Bojonegoro M. Syaifuddin Asyhari menyampaikan pihaknya sangat mendukung sekali dengan kegiatan yang dilaksanakan PC. IPNU-IPPNU Bojonegoro.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi PC. LP. Ma’arif NU terdahulu tentang Pendirian Komisariat IPNU-IPPNU di Lembaga-lembaga yang bernaung dibawah LP. Ma’arif NU. Alhamdulillah sebagian besar sudah menindaklanjuti dan mendirikan Komisariat IPNU-IPPNU,” katanya.
Setelah terbentuk Komisariat IPNU-IPPNU ditindaklanjuti Makesta ini, maka pelaksanaan Makesta diserahkan kepada PC.IPNU-IPPNU Bojonegoro, namun demikian PC. LP. Ma’arif NU tetap mengawal dan mendukung kegiatan ini.
Bentuk dukungan dari PC. LP. Ma’arif NU diantaranya merekomendasikan kepada Kepala Sekolah/Madrasah supaya mendelegasikan peserta untuk mengikuti Makesta, serta dukungan lain berupa konsumsi peserta, dimana untuk konsumsi semua ditanggung oleh PC. LP. Ma’arif NU Bojonegoro.

Harapannya, setelah mengikuti Makesta ini nantinya bisa menjadi kader IPNU-IPPNU yang militan dan bisa mengembangkan organisasi di lembaga masing-masing dan kelak menjadi kader NU yang handal tetap memperjuangkan Islam ala Ahlussunnah wal Jama’ah Annahdliyah didalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara. (*/pna)



