By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: IPNU IPPNU songsong Satu Abad NU
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kolom > IPNU IPPNU songsong Satu Abad NU
Kolom

IPNU IPPNU songsong Satu Abad NU

01/02/2023 Kolom
HM Muzammil Syafi'i (penulis/*/dokpri)
SHARE

Oleh HM Muzammil Syafi’i *)

Nadhlatul Ulama (NU) akan memasuki usia yang ke 100 dihitung dari kelahirannya tanggal 16 Rojab 1344.H. dan sekarang Rojab 1444. H (tahun Hijriyah), namun apabila dilihat dari tahun Masehi NU lahir tanggal 31 Januari 1926 dan saat ini tanggal 31 Januari 2023 berarti NU berusia 97 tahun.

Namun sebagai organisasi keagamaan NU lebih memilih hitungan tahun Hijriyah sehingga usia NU memasuki usia 100 tahun.

Banyak analisis bahwa Indonesia pada tahun 2030 sampai 2050 diprediksi akan memimpin dunia dengan beberapa indikator bahwa Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi Negara-Negara Maju (OECD), memperkirakan bahwa pada tahun 2045 ekonomi Indonesia akan mencapai U$Rp8,89 triliun dan menjadi ekonomi terbesar ke-4 di dunia.

Prediksi tersebut dilatarbelakangi, pada tahun 2030-2040, Indonesia akan mengalami bonus demografi. Jumlah penduduk Indonesia usia produktif akan mencapai 64 persen dari total penduduk sekitar 297 juta jiwa.

Menyongsong kemungkinan Indonesia kelak akan menjadi Raksasa Dunia, maka kiranya harus dipersiapkan sejak kini, terutama sekali, Sumberdaya Manusianya, karena kemajuan Indonesia sangat tergantung pada mempersiapkan SDM dan disinergikan dengan SDA yang ada di Indonesia, sehingga mampu bersaing dengan penduduk dunia yang lain dan layak memimpin dunia.

NU sebagai bagian dari bangsa Indonesia mempunyai tanggung jawab dan peran yang besar, karena sebagian besar penduduk Indonesia adalah warga NU, menurut NU memajukan Indonesia termasuk / berarti juga memajukan NU.

Memasuki era satu Abad NU telah dipersiapkan jauh sebelum ini dengan tema Harlah NU “Merawat Jagat, Membangun Peradaban”, sesuai dengan prinsip awal bahwa NKRI harga mati, artinya mempertahankan eksistensi NKRI menjadi kewajiban organisatoris bagi NU dan itu pada Pengurus dan Anggota bersikap sami’na wa atho’na ( patuh total ) pada Jam’iyah NU.

Upaya menjaga keutuhan NKRI yang berdasarkan analisis sebagai akibat penerapan Pancasila secara murni dan konsekwen serta Bhinneka Tunggal Ika yang dihargai secara utuh, namun tidak kalah pentingnya bahwa faham keagamaan yang diikuti oleh sebagian besar bangsa Indonesia adalah faham Ahlussunnah Wal Jamaah dengan mengikuti salah satu Madzhab (Maliki, Hanafi, Syafii dan Hambali) sebagian dari mengikuti madzhab Syafii seperti yang diikuti oleh Jam’iyah NU.

Keberhasilan me-manaj organisasi terbesar di dunia dan mampu mempertahankan NKRI dengan jargon NKRI Harga Mati, menarik pemimpin dunia bagaimana Negara sebesar Indonesia dengan banyak pulau, banyak etnis, banyak agama tidak terjadi perpecahan, Ketua Umum NU, baik saat KH Hasyim Muzadi dengan ICIS nya, maupun saat KH Said Agil Siroj, apalagi KH Yahya Cholil Staquf dengan misi dilplomasi ke beberapa Negara yang puncaknya diselenggarakannya Forum Religion of Twenty (R20) di Bali, sebuah forum untuk menyatukan visi perdamaian dunia melalui tokoh agama, NU telah mampu menularkan sikap moderasi beragama di Indonesia ke seluruh dunia upaya mengakhiri radikalisme dan kekerasan yang mengatasnamakan Agama dalam rangka meraih perdamaian dunia.

Sikap dan program NU di 100 tahun ini harus ditangkap sebagai peluang untuk memajukan NU, memajukan bangsa Indonesia, dan meraih kepemimpinan dunia, harus diikuti dan dipersipkan oleh semuan komponen NU, termasuk Badan Badan, Lembaga dan Badan Otonom NU ada Muslimat, ada Ansor, ada Fatayat dan IPNU IPPNU dan lain lain.

Kira-kira apa yang harus dipersiapkan, terutama sekali bagi Badan Otonom semacam IPNU IPPNU, dalam menyongsong NU satu Abad ini.

Tentunya, sebagai organisasi berada di bawah NU yang bergerak di Pendidikan mempunyai nilai dan posisi yang strategis bagi upaya meningkatkan kualitas SDM NU memang harus dimulai dari IPNU IPPNU dalam karena Bonus Demografi ada pada usia IPNU IPPNU 17 sampai 25 tahun. Maka IPNU IPPNU harus mampu mempersiapkan diri memegang tampuk kepemimpinan di masa depan, oleh karenanya kaderisasi menjadi isu strategis yang harus digarap secera serius agar terwujud kader NU yang militan dan profesional.

IPNU IPPNU sudah mampu mendistribusikan kadernya di semula jurusan di Perguruan Tinggi tidak hanya tersentral di Fakultas Keagamaan, tapi harus juga masuk di Fakultas Sosial dan Eksakta. Memadukan lulusan Pondok Pesantren dan Perguruan tinggi menjadi suatu keharusan satu sisi Kader yang kelak tampuk di jajaran Syuriyah NU, mutlak harus lulusan Pondok Pesantren karena NU ini adalah pesantren besar yang barus di-manaj di-nakhodai oleh lulusan Pesantren sebagai Rois Syuriyah-nya. Sementara sebagai pelaksana Program (Tanfidziyah) cukup dipegang oleh lulusan Perguruan Tinggi dengan syarat faham Aswaja-nya terukur.

Era milenium ini ditandai dengan makin tergantungnya masyarakat pada teknologi digital, maka IPNU IPPNU perlu mempersiapkan tenaga terampil IT yang mampu memasarkan jam’iyah NU dan da’wah NU secara digital ke seluruh segmen dan seluruh penjuru pelosok dunia. Sementara ini NU masih kalah dengan kelompok lain yang sudah lama eksis dakwahnya melalui digital.

Penangkalan faham intoleran dan radikal menjadi isu yang utama dalam rangka membangun peradaban dunia, oleh karenanya perlu ada konsep dan langkah konkret dalam memahamkan Aswaja secara gampang dan mudah diterima oleh Generasi muda, yang sementara generasi ini muda banyak mengonsumsi suguhan yang mengarah pada wahabisme dan khawarij. (*)

*) Penulis adalah Ketua Majelis Alumni (MA) IPNU Jawa Timur

Iklan.

You Might Also Like

Membangun Citra Pesantren: Sinergi Kinerja Alumni, Kharisma Kiai dan Tatakelola Manajemen Modern

Muktamar NU: Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

Dewan Kesenian Bagian Spesifik dari Kebudayaan 

Konversi Energi Kedua Republik Indonesia: Amanat Penderitaan Rakyat Madura

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article KIB Diyakini Segera Matangkan Capres-Cawapres
Next Article Martin van Bruinessen Terima Anugerah 1 Abad NU, akui Anugerah untuk Gus Dur

Advertisement

Iklan.

Iklan.

Iklan.

Berita Terbaru

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: Jadikan Nabi Ibrahim sebagai Inspirasi Bina Keluarga
Sospol
MUI Gandeng BPJS Berikan Jaminan bagi Pekerja di Pesantren
Sospol
Rijalul Ansor Jatim Bershalawat Bersama Majelis Attaufiq, Teguhkan Ukhuwah dan Soliditas
Nahdliyyin
PWNU Jatim Menentang Segala Bentuk Kejahatan/Penyimpangan terhadap Santri
Nahdliyyin

You Might also Like

Kolom

Evaluasi Tanpa Intervensi: Ujian Kemandirian Muktamar NU

27/04/2026
Kolom

PERANG HORMUZ

27/04/2026
KolomOpini

Mencari Isyarah Langit (Ketum PBNU)

25/04/2026
KolomNahdliyyin

KH Mutawakkil Mengundurkan Diri Dari MUI Jatim

24/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?