By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Rais Aam PBNU: Nasab tanpa Ilmu tak memberi manfaat
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Rais Aam PBNU: Nasab tanpa Ilmu tak memberi manfaat
Nahdliyyin

Rais Aam PBNU: Nasab tanpa Ilmu tak memberi manfaat

05/06/2023 Nahdliyyin
Peringatan harlah ke-25 Pondok Pesantren Sunan Bejagung, Semanding, Tuban, pada Minggu, 4 Juni 2023. Dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. (*/pwnu)
SHARE

Tuban, Radar96.com – Rais Syuriah PBNU KH Miftachul Akhyar dalam tausiyahnya mengingatkan, Islam menekankan pentingnya ilmu. Ilmu akan memberikan manusia pada derajat yang tinggi.

“Memang, sekarang ada diperdebatkan soal keturunan (sanad). Padahal, Rasulullah Muhammad SAW telah berwasiat bahwa ‘siapa tidak berilmu niscaya nasab (keturunan) tidak memberi manfaat,” katanya saat menghadiri Harlah ke-25 PP Sunan Bejagung di desa Semanding, Tuban, Minggu, 4 Juni 2023.

Dalam tausiyah pada Harlah ke-25 Pondok Pesantren Sunan Bejagung yang mirip rapat akbar para ulama pesantren itu, Pengasuh Pesantren Miftachussunnah, Surabaya itu menyarankan selama ada ilmu maka ambillah.

“Bisa (ilmu) di Indonesia sendiri, tapi juga bisa di luar negeri. Di mana pun. Sehingga, ilmu akan memberikan manfaat bagi terjaganya ajaran Islam,” katanya dalam acara yang dihadiri para kiai sepuh, tokoh-tokoh pesantren hingga pejabat, dengan dikemas acara “Istighotsah Ijazah Kubro dan Doa Bersama 25 Habaib & Kiai Sepuh”.

Selain Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, mereka yang hadir di pesantren yang diasuh KH Abdul Matin Djawahir itu adalah Rais Syuriah PWNU Jatim KH M Anwar Manshur, Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar. Tak ketinggalan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Bupati Tuban, dan Forkopimda Tuban.

Peringatan harlah ke-25 Pondok Pesantren Sunan Bejagung, Semanding, Tuban, pada Minggu, 4 Juni 2023. Dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. (*/pwnu)

Menurut Rais Syuriah PBNU KH Miftachul Akhyar, adanya pemberian beasiswa dari Pemprov Jatim semestinya mendapat sambutan bagi kaum santri dan umat Islam secara luas. Tapi yang perlu dipahami, pemberian beasiswa tentu dikhususnya bagi yang kurang mampu membiayai untuk menuntut ilmu ke luar negeri, seperti di Universitas Al-Azhar, Mesir.

“Ya, bila selama ini Al-Azhar hanya mengenal satu jalur seperti Gontor, kini Nahdlatul Ulama telah menjalin hubungan yang baik dengan Al-Azhar,” tutur Kiai Miftach, panggilan akrabnya.

Dikatakan, Syaikh Ali Jum’ah, mufti Al-Azhar, dalam satu forum internasional di Malaysia belum lama ini, bisa bertutur soal Nahdlatul Ulama sampai detail. Hal ini menunjukkan apresiasi dan pemahaman pihak luar negeri terhadap eksistensi NU, yang kini telah memasuki abad kedua.

“Alhamdulillah, NU telah menjadi bagian pembicaraan dan perannya di dunia internasional,” tutur Kiai Miftachul Akhyar.

Demikian pula Grand Syaikh Al-Azhar, DR Thayyeb, menyatakan dukungannya terhadap NU dan bersama-sama menghimpun kemampuannya untuk mengembangkan dakwah Islam ala Ahlussunah waljamaah di muka bumi ini.

“Sehingga, kita berharap agar ajaran Islam bisa ditegakkan sebagaimana telah digariskan para muasis dan pendiri awal Nahdlatul Ulama,” kata Kiai Miftach.

Tak lepas, Rais Aam PBNU juga menyampaikan apresiasinya terhadap Pondok Pesantren Sunan Bejagung. Peringatan Harlah ke-25, cukup mengesankan sebagai forum mencari ilmu dan keberkahan hidup.

“Saya tadi masuk, jalan-jalan penuh pengunjung. Dalam hati saya tanya: ini muktamar atau istighotsah?. Alhamdulillah, para pengunjung ingin memperoleh ilmu dan barokah dari majelis dan pondok pesantren ini,” tutur Kiai Miftachul Akhyar.

Revitalisasi Pesantren

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, khazanah intelektual Indonesia di abad-abad yang lalu telah mengukir kecemerlangan di pentas dunia.

“Kita bisa saksikan di Al-Azhar, ketika kami bertemu para ulama di Timur Tengah, khususnya Mesir itu, terungkap fakta karya-karya Syaikh Nawawi al-Bantani dan Syaikh Mahfudz Attarmisi, menjadi referensi penting. Hingga menjadi bacaan wajib bagi program S3 di Universitas King Abdul Aziz,” tutur Khofifah.

Pada kesempatan itu, Khofifah berpesan kepada para rektor, khususnya Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof Dr Maskuri, yang hadir pada kesempatan itu, untuk melakukan revitalisasi turats (khazanah kitab kuning dan kekayaan intelektual khas Nusantara).

Khofifah yang juga Ketua PP Muslimat NU menyampaikan pesan-pesan Al-Quran yang kerap dipelajari sekaligus diimplentasikan sebagai program Muslimat NU.

Ia mengutip Surat An-Nisa’ ayat 9: walyakhsya alladziina law tarakuu min khalfihim dzurriyyatan dhi’aafan khaafuu ‘alayhim falyattaquu allaaha walyaquuluu qawlan sadiidaan.

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”

“Kita harus memperhatikan serius soal generasi yang lemah. Di sini lemah bukan hanya sisi ilmu, tapi juga lemah ekonomi, lemah kekuatan dan semangat. Kita harus bangkit. Dari kalangan pesantren harus lahir generasi yang kuat,” tutur Khofifah, mantan Mensos ini.

Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar mengatakan, ulama di Indonesia telah menanamkan pentingnya menuntut ilmu keagamaan.

“Begitu penting bagi umat Islam untuk memahami pendidikan pesantren. Pendidikan pesantren bersanad (tersambungnya ilmu kepada para ulama terdahulu hingga pada Rasulullah Muhammad SAW,” tuturnya.

Memang, orang di luar NU, terbiasa menggunakan google, tapi belum tentu memahami nilai-nilai ajaran Islam sesungguhnya.

“Sedang pendidikan di pondok pesantren, mempunyai ketersambungan ilmu dan nasab,” tutur Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad Gasek Malang. (*/pwnu)

Iklan.

You Might Also Like

Founder Al Yasmin Meriahkan Harlah Ke-80 Muslimat NU di Hongkong

Saat turba, PWNU Jatim Apresiasi MWC Tambak-Bawean yang Miliki Poliklinik dan BMT potensial

30 Mahasiswa UINSA Ikuti Lakmud Komisariat IPNU-IPPNU

PWNU Jatim: Jangan Rekayasa Kasus Dugaan Pencabulan di Pesantren Pagerwojo-Sidoarjo yang sudah Vonis

Hadiri Harlah Forkom Jurnalis Nahdliyin, PDUF MUI Jatim Berikan Semangat

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Apresiasi Film “Hati Suhita”, Gubernur Khofifah: Perempuan Indonesia Setangguh Dewi Suhita
Next Article Mahasiswa Thailand Belajar Pijat Laktasi di Kampung ASI Binaan Unusa

Advertisement

Iklan.

Iklan.

Iklan.

Berita Terbaru

Founder Al Yasmin Meriahkan Harlah Ke-80 Muslimat NU di Hongkong
Nahdliyyin
Unusa Jajaki Kolaborasi dengan KCG Jepang untuk Transformasi Pendidikan Tinggi
Sospol
Kaum Hawa IPHI Jatim Bergerak Ingin Wujudkan Program Haji Mabrur Sepanjang Hayat
Sospol
Saat turba, PWNU Jatim Apresiasi MWC Tambak-Bawean yang Miliki Poliklinik dan BMT potensial
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

IPNU Jatim Targetkan Kader Kuasai Sektor Strategis

11/05/2026
Nahdliyyin

Katib PBNU: Rais Aam dan Ketum PBNU Sepakat Muktamar ke-35 pada Awal Agustus 2026

06/05/2026
Nahdliyyin

Cetak 35 Juru Sembelih Halal Halal, ISNU Jatim Perkuat Sektor Hulu Industri Halal

03/05/2026
Nahdliyyin

Waketum PP ISNU Prof Mas’ud Said Lantik 95 Pengurus Baru ISNU Blitar

01/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?