By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Capres 2024 ber-Haji-lah untuk “Charger” dan Menyatukan Umat
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kolom > Capres 2024 ber-Haji-lah untuk “Charger” dan Menyatukan Umat
Kolom

Capres 2024 ber-Haji-lah untuk “Charger” dan Menyatukan Umat

15/07/2023 Kolom
Mantan Sekjen IPNU Pusat Maksum Zuber (*/dokpri)
SHARE

Oleh H. Maksum Zuber *)

Di Indonesia hajat Pemilu 2024 sudah dekat, mari kita sukseskan dan kita jaga kerukunan dan kekompakan sesama Umat Islam dan saling menghargai perbedaan dan dikuatkan untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.

Bulan Haji adalah momentum memohon ampunan dosa, pahala, memohon dikeluarkan energi negatif, dan memperbanyak ibadah agar memperoleh limpahan pahala.

Haji juga momentum bersatunya/berkumpulnya ummat Islam bahwa Hidup dan Matinya hanya untuk dan karena Allah SWT. Manusia adalah mahluk yang tak berdaya dalam segalanya dan berdaya hanya karena dan atas ridhomu, dengan ridho Allah SWT bisa bebas menghirup udara bebas (sebagai wasilah hidup sampai detik ini), dengan rahman dan rahim Allah pula bisa menikmati alam Nusantara yang indah ini.

Inilah yang disebut Charger dalam Renungan Penulis saat menaiki Jabal Nur (Gua Hira’) di kota Mekkah. Jabal Nur adalah gunung yang menyimpan jejak sejarah Nabi Muhammad SAW sebelum diangkat menjadi Nabi yang terakhir. Gunung ini memiliki sebuah gua bernama Gua Hira, tempat Nabi SAW berkhalwat sebelum menerima Wahyu yang pertama. Jabal Nur terletak sekitar 7 km dari Masjidil Haram. Disinilah ayat pertama dalam Al-Qur’an turun melalui perantara Malaikat Jibril. Gunung ini menjadi titik awal Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi nabi terakhir.

Di Puncak Jabal Nur terdapat Gua Hira. Penulis dan jamaah haji mendaki menuju Gua Hira pukul 01.30 (malam hari) dan sampai di puncak sekitar jam 03.00, sambil menunggu tiba waktu Shalat Subuh kami maksimalkan ibadah sunnah lainnya dan kondisi cuaca saat kami menaiki Jabal Nur (Jamaah Haji 2023) pada siang hari matahari Kota Mekkah sangat terik karena musim panas. Pendakian di gunung ini cukup terjal dengan berjalan kaki. Disarankan, kondisi fisik sehat, membawa bekal air minum dan makanan ringan, pelindung kepala dan kacamata hitam.

Kami takjub dan penuh ketertegunan, sambil bersyukur bisa berziarah ke Gua Hira, sejenak membayangkan saat itu bagaimana bisa Gunung berbatuan dan terjal, Nabi Muhammad SAW bisa menaiki Jabal Nur, saat ini kami bisa sampai ke puncak jabal nur karena sudah bisa istirahat sejenak, jalan setapak sudah ada penyangga dan bisa dilewati dua arah (bolak-balik manusia/peziarah naik turun).

Dari Jabal Nur (Gua Hira’) adalah bukti kebesaran ALLAH SWT dan perjuangan Rasulullah Nabi Muhammad SAW beserta para Sahabatnya, kami bersyukur jadi Umat Nabi Muhammad SAW semoga di Hari hisab nanti (hari kiamat) mendapat syafaat Rasulillah SAW, amin.

Charger Ummat

Manusia yang ber-Haji dan ber-Umrah seperti manusia yang mendapatkan energi baru yang terbarukan seperti HP yang baru di-Charger, awalnya redup, lemah dan bahkan mau mati kembali hidup dengan tenaga penuh dimana Dosa-dosa besar, sedang dan kecil bagi setiap manusia yang berhaji dan berumroh akam dihapus dengan
bersungguh-sungguh memohon ampunan (istighfar), pengakuan dosa di hadapan ALLAH SWT (dikeluarkan dari dada yang tersembunyi sekalipun) dan diisi dengan Pahala-pahala yang melimpah (berlipat-lipat pahalanya) dengan melaksanakan ibadah yang wajib maupun sunnah di Mekkah dan Madinah karena Tanah Suci adalah tempat mustajabah, melaksanakan Rukun, Kewajiban dan Sunnah Haji dengan sebaik-baiknya, menunaikan ibadah Wajib (sholat lima waktu) dan Sunnah dengan Sholat Sunnah (Sholat Qobliyah, Bakdiyah, sholat Tasbih, Tahajud, Witir dan Sholat Taubat, membaca Al-Quran dan ibadah lainnya), arbain di Masjid Nabawi-Madinah, berdzikir,
bertasbih, bertahmid dan bertahlil, dan sebagainya.

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, bagi orang-orang yang sanggup (mampu) mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari kewajiban haji, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dari alam semesta” (Al-Quran Surat Ali Imran Ayat 97)

Sanggup (mampu) secara ekonomi, kesehatan dan spiritual ; Mampu ekonomi diantaranya sanggup membiayai perjalanan Haji dan Umrah, membiayai rumahtangga selama ditinggal dan keberlangsungan biaya hidup keluarga sekembali dari ibadah haji dan Umrah, dan sejenisnya.

Mampu kesehatan diantaranya tidak kondisi sakit, fisik sehat dan atau dengan persiapan perawatan kesehatan / obat-obat-an dll.

Untuk Mampu Spiritual lebih ke totalitas ibadah, kesiapan batiniyah (mampu menahan nafsu amarah, tidak berbicara ghosop dan jorok, berdebat yang tidak perlu, menjauhi larangan ketika ber-Ihram) intinya memperbanyak takarrub ilallah dan mohon ampunan atas dosa-dosa atas perilakunya.

Dosa-dosa perilaku manusia ada dosa politik, dosa dagang, dosa sosial (pergaulan) ; Dosa politik (janji-janji ketika ada hajat politik yang tidak ditepati, membuat konten dan menyebarkan konten yang mengandung fitnah, hoaks untuk kepentingan politik). Dosa Dagang (jual beli yang tidak sesuai dengan syariat, timbangan curang, kualitas barang yang dijual tidak sesuai, dan sebagainya). Dosa Sosial /pergaulan (suka berbohong, janji tidak ditepati,
berkata kasar/menyakitkan, fitnah, adu domba, dan sebagainya).

Orang-orang yang pergi berhaji ke Tanah Suci hanya mempunyai satu tujuan yaitu menunaikan perintah Allah SWT atau Memenuhi Panggilan Allah SWT (menunaikan Rukun Islam) dengan perbuatan/ritual, pakaian, dan aturan yang sama. Hal ini menggambarkan perpaduan dan kesatuan hati umat Islam.

Sekembali ke negara asal masing-masing, menjalankan ibadahnya sesuai kultur/khazanah lokal dan methode dakwah yang dibawa pendahulunya dengan pedoman Al-Qur’an dan Al-Hadist melalui sanad keilmuan yang sambung dan berkesinambungan dari generasi ke generasi.

Saat berhaji mendapat “tarbiyah” langsung dari Allah SWT, Tarbiyah dimaksud adalah mendapatkan tempaan/pendidikan langsung dari Allah SWT sesuai dengan yang pernah dilakukan oleh para nabi sebelumnya.
Tentunya ini membutuhkan persiapan yang baik agar setelah berhaji dapat memiliki karakter seperti para nabi sebagai salah satu hikmah haji dan umra.

Hikmah haji dan umrah dapat menghapuskan dosa-dosa yang telah diperbuat, akan diampuni oleh Allah SWT. Hal ini tentu menjadi sesuatu yang sangat luar biasa dan menjadi hikmah ibadah haji yang sangat baik, mengingat manusia adalah tempatnya khilaf dan dosa. Dalam sebuah hadis, dari Abu Hurairah RA, beliau berkata:
“Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, ‘Umrah satu ke umrah lainnya adalah penebus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya selain surga'”. (HR Bukhari dan Muslim)

Selanjutnya, akan ada pahala yang besar bagi orang yang menjalankan seluruh amalan ibadah haji dengan baik. Hal itu bahkan akan terasa hingga orang tersebut pulang ke negaranya masing-masing, dan ini
telah dijanjikan oleh Allah SWT

Rasulullah SAW bersada: “Siapa yang berhaji karena ALLAH, lalu
tidak berkata-kata kotor/seronok dan tidak berbuat kefasikan, maka
ia kembali seperti hari ketika dilahirkan oleh ibunya”. (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits-hadits diatas menjelaskan bahwa bagi seseorang yang mabrur ibadah hajinya akan diganjar dengan surga. Salah satu indikasi mabrur atau tidaknya seseorang adalah jika telah melakukan seluruh syarat dan rukun haji dengan baik, maka orang itu memiliki kepribadian yang lebih baik saat pulang ke Tanah Air.

Haji-Umrah Menyatukan Umat

Pertama, ibadah haji adalah manifestasi penghambaan, serta wahana menampakkan kehinaan dirinya, seperti yang terlihat ketika ihram. Orang berhaji dilarang untuk menghias dirinya meskipun sebenarnya boleh dilakukan di luar haji. Saat ihram, ia dituntut berpenampilan sangat sederhana dan menampakkan perasaan butuh pertolongan dan rahmat Tuhan-Nya.

Kedua, ibadah haji juga merupakan wujud ungkapan syukur atas nikmat Allah. Dengan ibadah haji, seseorang harus mengorbankan dua hal, yaitu badan dan hartanya. Dan, ungkapan yang benar untuk mensyukuri nikmat harta dan badan adalah dengan menggunakannya pada jalan yang diridhai oleh Allah.

Hikmah haji dan umrah secara tidak langsung telah mengumpulkan umat Islam dari seluruh pelosok dunia. Umat Islam ini tentunya berasal dari berbagai bangsa, warna kulit, dan bahasa. Hal ini menunjukkan kebenaran Alquran dan diharapkan menjadi penguat iman karena langsung melihat bukti kebesaran Allah SWT di tanah suci/tanah
haram.

Semua umat Islam dari berbagai tempat telah berkumpul di Mekkah, terciptalah darinya sebuah hubungan erat dan timbulnya kasih sayang antarsatu dengan yang lainnya. Dari Indonesia akan mengenal orang Arab, begitupun sebaliknya. Orang Turki akan mengenal orang India, pun sebaliknya. Orang barat akan mengenal orang timur, pun
sebaliknya. Dengannya, akan sangat tampak bahwa mereka bagaikan saudara dari ayah dan ibu yang sama. Dengannya pula, akan tercipta sebuah hubungan yang diikat oleh agama Islam dan tidak akan bisa dipisahkan oleh perbedaan ras dan suku, budaya dan bangsa.

Di setiap negara punya kekhasan dalam melaksanakan ibadah wajib dan sunnah, dengan mengikuti beberapa Mazhab. Di dalam Islam, terdapat empat mazhab terbesar yang banyak dianut oleh umat Muslim di
seluruh dunia digagas oleh empat ulama besar yang berpengaruh pada masanya.

Mazhab adalah penggolongan suatu hukum atau aturan dalam melaksanakan ibadah dalam agama Islam. Kata mazhab sendiri berasal dari bahasa Arab yang memiliki makna jalan yang dilalui atau dilewati. Sedangkan menurut para ulama dan ahli agama Islam, mazhab adalah metode yang dibentuk melalui proses pemikiran dan
penelitian, yang kemudian dijalankan hingga dijadikan pedoman yang ada batasnya. (4 madzhab: Hanafi, Maliki, Syafii, Hambali).

Dalam Alquran surat Al-Hujurat ayat 13, Allah SWT berfirman: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang lelaki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal”.

Melaksanakan ibadah haji maupun umrah berarti seseorang telah menjawab / memenuhi panggilan dari Allah SWT dan telah menjadi tamu di tanah suci. Inilah hikmah haji dan umrah yang utama. Hal ini sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis.“ Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji
serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri. (HR Ibnu Majah).

Oleh karenanya sebelum menunaikan Ibadah Haji dan Umrah, persiapkan diri anda sebaik-baiknya terutama ada kemampuan (mampu ekonomi, kesehatan dan spiritual) serta cari penyelenggara Haji yang dengan
materi manasik haji yang betul-betul mengantarkan Haji yang Mabrur. (Haji ada 3 ibadah haji yakni Ifrod atau haji tersendiri lalu umroh, Kiron atau haji dan Umroh bersamaan, dan Tamattu atau Umroh dulu lalu Haji. Rukun Umroh dan haji : Ihrom, Thowaf, Sa’i, Tahallul, dan Tertib. Rukun Haji : Ihrom, Wukuf di Arafah, Thowaf Ifadah, Sa’i, Tahallul, dan Tertib).

*) Penulis adalah Jamaah Haji 2023
*) Sumber Referensi/Rujukan:

  1. https://www.kompas.com/stori/read/2022/03/29/100000179/4-imam-mazhab-terbesar-dalam-islam.
  2. https://indonesiainside.id/headline/2022/06/03/jabal-nur-titik-awal-nabi-muhammad-saw-diangkat-jadi-nabi-terakhir
  3. Sejarah, Ketentuan, dan Hikmah Disyariatkannya Ibadah Haji
  4. Hadis-hadis tentang Keutamaan Ibadah Haji
Iklan.

You Might Also Like

Membangun Citra Pesantren: Sinergi Kinerja Alumni, Kharisma Kiai dan Tatakelola Manajemen Modern

Muktamar NU: Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

Dewan Kesenian Bagian Spesifik dari Kebudayaan 

Konversi Energi Kedua Republik Indonesia: Amanat Penderitaan Rakyat Madura

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Doktor baru UINSA temukan ideologi politik pengaruhi Tafsir al-Qur’an
Next Article Pancasila dan Penodaan Agama

Advertisement

Iklan.

Iklan.

Iklan.

Berita Terbaru

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: Jadikan Nabi Ibrahim sebagai Inspirasi Bina Keluarga
Sospol
MUI Gandeng BPJS Berikan Jaminan bagi Pekerja di Pesantren
Sospol
Rijalul Ansor Jatim Bershalawat Bersama Majelis Attaufiq, Teguhkan Ukhuwah dan Soliditas
Nahdliyyin
PWNU Jatim Menentang Segala Bentuk Kejahatan/Penyimpangan terhadap Santri
Nahdliyyin

You Might also Like

Kolom

Evaluasi Tanpa Intervensi: Ujian Kemandirian Muktamar NU

27/04/2026
Kolom

PERANG HORMUZ

27/04/2026
KolomOpini

Mencari Isyarah Langit (Ketum PBNU)

25/04/2026
KolomNahdliyyin

KH Mutawakkil Mengundurkan Diri Dari MUI Jatim

24/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?