By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Rais Aam PBNU: Kekang Masa Disrupsi, Kaum Santri Kedepankan Akhlak
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Rais Aam PBNU: Kekang Masa Disrupsi, Kaum Santri Kedepankan Akhlak
Nahdliyyin

Rais Aam PBNU: Kekang Masa Disrupsi, Kaum Santri Kedepankan Akhlak

08/10/2023 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, Radar96.com – Perkembangan zaman sekarang dipenuhi dengan kesamaran antara yang benar (haq) dengan yang batil. Seorang pembohong yang dipercaya, tapi yang berkata jujur justru tidak dipercaya.

“Zaman disrupsi menjadikan sahibul amanah (orang yang bisa dipercaya, justru kalah dengan para pembohong. Umat Islam, terutama kaum santri, harus bisa mengekang, mengendalikan diri, zaman disrupsi itu dengan mengedepankan akhlak. Akhlak menjadi pijakan kita bermasyarakat di tengah zaman yang terus berubah,” kata Rais Aam PBNU Abuya KH Miftachul Akhyar, di Surabaya, Ahad (8/10/2023).

Rais Aam PBNU mengungkapkan hal itu saat membuka “Ngaji Revolusi Mental” yang diadakan PBNU bekerja sama dengan Kemenko PMK, di Pondok Pesantren Miftachussunnah, Kedungtarukan Surabaya, yang mengangkat tema Revolusi Mental terkait nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia, seperti gotong royong, etos kerja dan integritas kepribadian.

Dengan narasumber Dr Andre Notohamijoyo SSos MSM (Asisten Deputi Pemajuan dan Pelestarian Kebudayaan, Kemenko PMK), KH Nurul Yakin Ishaq (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), dan Prof Dr M Mukri (Ketua PBNU) yang dimoderatori oleh Riadi Ngasiran (khadam Media Center NU Jatim). Sesi lanjutannya, pembicara KH M Ma’ruf Khozin (Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Timur) dengan moderator HM Khodari.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Penyelenggara PBNU, H Choirul Sholeh Rosyid, menjelaskan kegiatan Ngaji Revolusi Mental merupakan perwujudan kerjasama dengan Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

“Kegiatan ini rangkaiannya diadakan di pesantren-pesantren dan kampus,” tuturnya.

Prof Dr Mukti menekankan pentingnya sikap gotong-royong dan menjaga persatuan. Persatuan yang kokoh akan menjadikan bangsa kita tidak mudah tercerai-berai.
“Islam sangat mementingkan persatuan dan saling menolong, sebagai diamanahkan KH Hasyim Asy’ari dalam Qanun Asasi Nahdlatul Ulama dan Risalah Ahlussunnah waljamaah. Ini merupakan modal kita menuju masa depan yang lebih baik,” tutur Prof Mukri, yang juga Ketua PBNU.

Sementara itu, Andre Notohamijoyo menegaskan pentingnya menjaga identitas bangsa, termasuk dalam hal kreativitas.

Pengaruh yang jelas bisa dilihat dari gandrungnya masyarakat terhadap produk asing. Seperti drama Korea, dan film animasi dari negeri jiran Malaysia, Ipin Upin.

“Dengan menjaga identitas dan menghargai budaya kita kita menemukan jati diri. Dengan menjaga identitas dan budaya kita sendiri kita akan mencapai tujuan yang dicita-citakan para Pendiri Bangsa,” tuturnya. (*/rn)

Iklan.

You Might Also Like

IPNU Jatim Targetkan Kader Kuasai Sektor Strategis

Katib PBNU: Rais Aam dan Ketum PBNU Sepakat Muktamar ke-35 pada Awal Agustus 2026

Cetak 35 Juru Sembelih Halal Halal, ISNU Jatim Perkuat Sektor Hulu Industri Halal

Waketum PP ISNU Prof Mas’ud Said Lantik 95 Pengurus Baru ISNU Blitar

Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Rektor Unisda Gus Hafidz Pimpin ISNU Lamongan
Next Article Mengenang Sahabatku, Choirul Anam

Advertisement



Berita Terbaru

Al Yasmin dan UMAHA Kembangkan Mahasiswa Berbasis Digital Entrepreneurship
Sospol
Kontroversi Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Tanggapan Pakar: Pendidikan Bukan Sekadar Menang-Kalah, Tapi Soal Kejujuran dan Keadilan
Sospol
MUI Jatim Siap Edukasi Pengelolaan Dana Pesantren
Sospol
Gus Lilur Apresiasi Menkeu Purbaya dorong Legalitas Rokok Rakyat dan Percepatan KEK Tembakau Madura
Ekraf

You Might also Like

Nahdliyyin

Pasangan KH Mahmud Markatam dan H Fathul Ibad Kembali Pimpin MWCNU Sukodono, Siap Optimalkan Lembaga dan Khidmat Nahdliyin

27/04/2026
Nahdliyyin

Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya jadi tempat uji kompetensi bagi tour leader internasional

25/04/2026
Nahdliyyin

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng PWNU Jatim untuk Perlindungan Pekerja Informal

25/04/2026
KolomNahdliyyin

KH Mutawakkil Mengundurkan Diri Dari MUI Jatim

24/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?