By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Kepada Mahasiswa Asing, Ketua ISNU Sidoarjo Paparkan Konsep Moderasi Beragama
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Kepada Mahasiswa Asing, Ketua ISNU Sidoarjo Paparkan Konsep Moderasi Beragama
Nahdliyyin

Kepada Mahasiswa Asing, Ketua ISNU Sidoarjo Paparkan Konsep Moderasi Beragama

10/10/2023 Nahdliyyin
(foto: isnusidoarjo.org)
SHARE

Sidoarjo, Radar96.com/ isnusidoarjo.org –
Moderasi Beragama dan Fiqih Peradaban secara praktis telah mendunia. Itu tergambar dari Sharing Session “Islamic Tradition and Knowladge” pada rangkaian “Cultural Camp 2023” Universitas NU Sidoarjo – Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya di UNUSIDA, Sidoarjo, Jumat (6/10).

Kegiatan ini diikuti 10 mahasiswa asing dari 8 negara yang diterima oleh Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I (Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama/ISNU Sidoarjo dan Sekretaris Badan Pelaksana Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo/BPP UNUSIDA) didampingi H. Sururi Arumbani, (Direktur TV 9).

Di awal pembicaraannya, widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya tersebut memaparkan kondisi Indonesia dengan keberagamannya. Menurut Sholehuddin, Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

“Jika bicara muslim, maka di benak kita ada NU. Data yang ada, jumlah penduduk Indonesia 270 juta, 87 persen muslim. Dari 87 persen itu, muslim yang mengaku NU 56 persen. Ini yang kemudian disebut kelompok Muslim Tradisional”, ungkapnya.

Besarnya jumlah warga NU dan umumnya muslim Indonesia, menurut instruktur nasional moderasi beragama itu, hal itu tidak lepas dari karakter Islam yang akomodatif terhadap tradisi dan budaya lokal. Islam masuk ke Indonesia tidak merusak tradisi, bahkan oleh pendakwah Islam dirawat dan dimasukkannya nilai-nilai Islami ke dalamnya. Dan, itu dilanjutkan oleh Nahdlatul Ulama.

“Secara prinsipil, kehadiran agama selalu bersinggungan dengan tradisi setempat. Karena itu, agama tidak perlu dibenturkan dengan budaya, tinggal bagaimana memanfaatkan budaya untuk mengenal dan menjalankan agama tanpa harus mengurangi kesakralan agama. Bagi seorang muslim tradisional, tradisi dan budaya hanyalah sarana menuju ajaran Islam,” kata dosen IAI Al Khoziny tersebut.

Dia mengutip pandangan Husein Nasir, bahwa agama berisi norma ilahi dan kolektifitas manusia. Dipertegas Amin Abdullah bahwa agama merupakan gabungan antara Normatifitas dan Historisitas.

“Bahwa syariat sebagai norma tertinggi harus diterjemahkan berdasarkan sejarah kehidupan manusia dengan segala tradisi, budaya, dan bahasa. Tentu latar akan memengaruhi pandangan dan praktik dalam beragama,” ujarnya.

Meski demikian, menyandingkan agama dan budaya tidak mudah. Menurut Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Sidoarjo itu, ada pertentangan antara paham informal inklusif dengan eksklusif legal formalistik atau tekstualis dan kontekstualis. Kelompok formalis ini lebih dikenal dengan kelompok puritarianis.

Paham puritarianis yang ingin memurnikan ajaran versi mereka tidak mau menerima Islam tradisi atau tradisi lokal, meski bernuansa Islami. Dia juga mencontohkan kasus yang sedang viral, alat musik rebana yang digunakan mengiringi shalawat dianggap haram dan mungkar sehingga terjadi ujaran kasar di masjid. Tentu hal ini cara pandang berlebihan, karena musik rebana masih ikhtilaf.

Untuk itulah, upaya mengubah cara pandang melalui Penguatan Moderasi Beragama (PMB) sangat penting. Dalam buku Peta Jalan Penfuatan Moderasi Beragama disebutkan, “Moderasi Beragama (MB) adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa”.

Indikator Moderasi Beragama meliputi komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan menghormati tradisi.

Dalam pandangan Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja), An Nahdliyah, konsep MB tersebut sangat relevan. Sebab, dalam aswaja dikenal empat prinsip seperti Tawassuth (pertengahan atau jalan tengah). Tawazzun (keseimbangan), Tasamuh (toleran), dan I’tidal (tegak lurus).
Selain itu di dalam Aswaja ada Mabadi’ Khairu Ummah seperti sidiq dan amanah yang sarat dengan prinsip kemaslahatan ummat.

Kemaslahatan umum menjadi salah satu dari 9 kata kunci moderasi beragama. Prinsip dasar ini jika dilanggar akan merusak kehidupan umat manusia. Perlu disadari, bahwa menciptakan kemaslahatan dalam mewujudkan kedamaian sama halnya membangun esensi agama. Sebaliknya merusak kehidupan apa lagi atas nama agama sama dengan merusak bangunan agama itu sendiri.

Pola Islam ramah ala PMB Kemenag dan Aswaja An Nahdliyah dipertajam lagi dengan gagasan Fiqih Peradaban ala Nahdlatul Ulama. Fiqih peradaban dalam hal ini menampilkan wajah baru tidak sekadar ritual tapi juga akhlaq fikih (fiqih akhlaqi). Bahwa budaya dan tradisi yang diejawantahkan dalam proses kolektifitas manusia, sejatinya cerminan dari ritual fikihnya. Semakin baik ritualnya makin baik akhlaqnya dengan sesama.

“Itulah posisi tradisi Islami yang dipelajari para mahasiswa asing ITS bersama UNUSIDA dalam Cultural Camp 2023. Dengan demikian wajah Islam Rahmatan lilalamin makin mengglobal dari Unusida untuk Dunia”, pungkasnya.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta dari Solomon Island mengungkapan, mulanya mendengar nama Indonesia bayangan ke peristiwa kekerasan atas nama agama (terorisme). Namun setelah tahu sendiri tentang Indonesia pikiran berubah. Ia menjadi muallaf dan menikah dengan wanita muslimah asal Malang. Ia dan teman temanya lalu tertarik belajar tentang tradisi dan budaya Islam di Indonesia khususnya Sidoarjo. (*/isnu)

Sumber: https://isnusidoarjo.org/2023/10/tradisi-islam-dan-moderasi-beragama-aswaja-2/

Iklan.

You Might Also Like

IPNU Jatim Targetkan Kader Kuasai Sektor Strategis

Katib PBNU: Rais Aam dan Ketum PBNU Sepakat Muktamar ke-35 pada Awal Agustus 2026

Cetak 35 Juru Sembelih Halal Halal, ISNU Jatim Perkuat Sektor Hulu Industri Halal

Waketum PP ISNU Prof Mas’ud Said Lantik 95 Pengurus Baru ISNU Blitar

Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Cak Anam, Politikus Senior NU Jatim Wafat
Next Article Hebitren jajaki kerjasama dengan KAI Logistik

Advertisement



Berita Terbaru

Kontroversi Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Tanggapan Pakar: Pendidikan Bukan Sekadar Menang-Kalah, Tapi Soal Kejujuran dan Keadilan
Sospol
MUI Jatim Siap Edukasi Pengelolaan Dana Pesantren
Sospol
Gus Lilur Apresiasi Menkeu Purbaya dorong Legalitas Rokok Rakyat dan Percepatan KEK Tembakau Madura
Ekraf
IPNU Jatim Targetkan Kader Kuasai Sektor Strategis
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

Pasangan KH Mahmud Markatam dan H Fathul Ibad Kembali Pimpin MWCNU Sukodono, Siap Optimalkan Lembaga dan Khidmat Nahdliyin

27/04/2026
Nahdliyyin

Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya jadi tempat uji kompetensi bagi tour leader internasional

25/04/2026
Nahdliyyin

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng PWNU Jatim untuk Perlindungan Pekerja Informal

25/04/2026
KolomNahdliyyin

KH Mutawakkil Mengundurkan Diri Dari MUI Jatim

24/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?