Sidoarjo, radar96.com – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menjalin kerja sama dengan Sustainable Business Development and Innovation (SBDI) of Center Foundation and Wiseuse International, Netherland. Keduanya secara resmi menandatangani MoU di ruang Aula Lantai III, Kampus Unusida, Selasa (21/05/24).

Rektor Unusida, Dr H Fatkul Anam MSi, menjelaskan, SBDI Center Foundation merupakan yayasan yang mempunyai kemampuan memproduksi alat penjernih air, khususnya pada sektor perikanan yang mengandung polutan. Kebetulan sudah cukup lama petani tambak di Sidoarjo mengaku hasil panen mereka terus menurun akibat air sungai yang penuh limbah dan diduga kuat beraasal dari limbah industri. Maka kerja sama ini dipandang sangat cocok dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut Fatkul Anam, mereka tertarik bekerja sama karena Unusida memiliki program Teknik Lingkungan yang ternyata berkaitan dengan rencana yang akan mereka lakukan.
Selain itu, Sidoarjo merupakan daerah yang banyak tambak penghasil udang dan bandeng, sehingga semakin menambah ketertarikan mereka untuk menjalin kerja sama.
“Mereka akan meneliti di tambak-tambak dengan menggunakan produk yang mereka ciptakan sendiri,” imbuhnya.
Jika nanti penelitian itu berhasil, maka tidak hanya diperkenalkan, tetapi produk tersebut akan disebarluaskan ke masyarakat Sidoarjo.
“Produknya sejenis cairan anti polutan. Setelah dicampurkan dengan air yang mengandung polusi, maka polusinya akan segera dinetralisir,” jelas Anam.
CEO SBDI of Center Foundation, Jeroen Rijnemberg mengatakan, perusahaan miliknya sangat fokus dengan lingkungan, terutama terhadap kemurnian air. Karena itulah ia menciptakan produk yang dapat memurnikan air.
“Kami berusaha memurnikan air yang sangat penting sekali, kami ingin ciptakan produknya, tentu produk yang baik dan dapat diminum dengan sangat aman,” katanya.
Menurutnya, produk yang ia ciptakan dapat menghidupkan mikroba dan bakteri yang baik, serta akan mematikan bakteri jahat yang ada di dalam air.
“Produk ini sangat baik yang dapat mematikan bakteri jahat penghambat proses di tambak,” terangnya.
Hal yang sama disampaikan Direktur Wiseuse International Netherland, Dorotheus Wisman, jika ia akan berusaha menciptakan produk yang dapat memurnikan air. Sekaligus nanti ia akan membantu mengenalkan produknya pada masyarakat.



