By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Bangbang Wetan Soroti Fenomena Guru yang Takut Menindak Murid Nakal
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Bangbang Wetan Soroti Fenomena Guru yang Takut Menindak Murid Nakal
Sospol

Bangbang Wetan Soroti Fenomena Guru yang Takut Menindak Murid Nakal

24/11/2024
SHARE

Surabaya, radar96.com – Banyak kasus guru yang dilaporkan wali murid pada kepolisian karena dinilai melakukan tindak kekerasan terhadap anaknya patut menjadi perhatian tersendiri. Topik itupun diangkat menjadi fokus bahasan majelis ilmu Bangbang Wetan yang digelar di halaman kampus Stikosa-AWS (Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Massa Almamater Wartawan Surabaya), Sabtu malam (23/11).


Bertema “Menakar Ruang Ajar”, acara itu menghadirkan maskot Bangbang Wetan, Sabrang Noe Letto. Pengajian maiyah tersebut merupakan kali ketiga yang digelar di kampus Stikosa AWS dan selalu dipenuhi jamaah yang sebagian besar anak muda.


Berbeda dari dua event sebelumnya, kali ini digelar cukup menyala, memanfaatkan halaman kampus yang luas. Panggung berukuran besar dengan pemasangan video wall raksasa sebagai latar belakang. Tampil pula grup band Gupala yang beraliran rock sebagai selingan acara.


Selain Sabrang, tampil pula sejumlah narasumber dari beragam profesi. Antara lain Jokhanan Kristiyono (Ketua Stikosa-AWS), Bagus Irawan (dosen Unijoyo), Probo Darono Yekti (dosen Hubungan Internasional Unair), Zainal Arief (Direktur Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia), Yudith (konten kreator dan Stand Up Comedy), serta Agustin Ariani (pakar Filologi).


Sebelum diskusi, Agustin menjelaskan secara menarik bagaimana para leluhur memberikan pendidikan budi pekerti dan kemasyarakatan melalui beragam karya kitab kuno dan tembang macapat.


Sebagai moderator diskusi, Suko Widodo menyampaikan fenomena yang terjadi di dunia pendidikan Indonesia saat ini. Dulu, guru melakukan tindakan fisik dalam rangka mendidik muridnya dalam hal kedisiplinan dan mental adalah hal yang sangat biasa dalam suasana pembelajaran di sekolah. Murid tidak akan melapor ke orangtuanya jika dia mendapat hukuman dari gurunya. Namun sekarang, atas tindakan fisik para guru tersebut, wali murid tidak segan-segan melabrak ke sekolah, bahkan menuntut secara hukum untuk menunjukkan status sosial maupun posisi jabatannya. Sering kali tuntutan hukum ini disertai desakan ganti rugi secara material.


“Banyak meme maupun konten sindiran di medsos, bahwa para guru memilih untuk mendiamkan saja jika murid-muridnya berbuat onar di sekolah, karena takut dituntut oleh orangtuanya” ujarnya.


Menanggapi hal tersebut, Jokhanan mengkhawatirkan fenomena tersebut akan menghasilkan generasi strawberry yang cemen. Ia mencontohkan kasus yang terjadi di salah satu sekolah. Hanya gara-gara AC, siswa yang merasa kepanasan tadi melaporkan ke orangtuanya. Kemudian si orangtua langsung menelepun dan marah-marah ke Kepala Sekolah. Oleh karena itu Jokhanan menekankan pentingnya pendidikan pertama berasal dari keluarga.


Pendapat senada juga disampaikan Bagus Irawan. Menurut Bagus, rata-rata orangtua zaman sekarang menempatkan sekolah sebagai satu-satunya tempat mendidik anak. Ini jelas anggapan keliru. Padahal pertemuan di sekolah hanya beberapa jam. Selebihnya adalah tugas orangtua dalam mendidik anak.
Pendapat menarik disampaikan Yudith, walaupun dengan bahasa humor. Menurutnya, tidak ada murid yang bermasalah. Yang bermasalah adalah orangtua.


“Murid-murid yang membuat masalah di sekolah itu karena dia di rumah tidak mendapat cinta dan perhatian. Maka dia di sekolah tidak mencari pelajaran tapi mencari cinta yang hilang itu, antara lain dengan berulah macam-macam,” ujarnya. Yudith juga menekankan pentingnya pendidikan dan perhatian orangtua di rumah.


Sabrang Neo Letto menyoroti tiga lingkar ruang belajar anak yang mempunyai peran dan tanggung jawab yang beda namun masing-masing saling berkaitan. Yang pertama adalah pendidikan di rumah. Orangtua punya kewajiban untuk mengajari anaknya nilai-nilai dan berperilaku sebagai manusia, antara lain mencakup sopan santun, adab, menghormati orangtua, mau mendengarkan, akhlak dan sebagainya. Ilmu untuk menjadi manusia harus diajarkan oleh orangtua, sebab ilmu ini dipakai setiap saat. Ia menyitir riset yang menyatakan bahwa jika situasi rumahnya dalam keadaan stabil, tidak banyak konflik, maka prestasi di sekolahnya pasti lebih bagus.


Lingkar kedua adalah ruang belajar di sekolah. Menurut Sabrang, hakekat sekolah adalah mengajari ilmu dari generasi sebelumnya yang sudah dikodifikasi, misalnya sudah ditulis, sistematika, cara berpikir, strukturnya jelas dsb. Ia memberi contoh pelajaran Matematika yang sudah dikodifikasi untuk memecahkan masalah manusia.


Lingkar ketiga adalah ruang publik, menyangkut ilmu yang tidak bisa dikodifikasi. Hal ini berkaitan dengan tenggang rasa, kreatifitas, keberanian menyatakan pendapat, prestasi kerja dan sebagainya. Jika seseorang sudah dibekali dengan ilmu di lingkar pertama dan kedua yang baik, maka dia akan manusia unggul di ruang publik.


Mengenai ruang publik, dalam kesempatan tersebut Jokhanan Kristiyono menegaskan bahwa Stikosa-AWS memang menyediakan ruang publik untuk saling belajar, diskusi secara terbuka diluar sekat-sekat ruang kampus. Dua acara diskusi bulanan, yakni Munio! dan Majelis ilmu Bangbang Wetan ini adalah komitmennya untuk membuka ruang publik bagi siapa saja yang mau belajar.*

Iklan.

You Might Also Like

Atheis Belanda Ikrarkan Masuk Islam di Masjid Al-Akbar Surabaya
1,2 Juta Dosis Vaksin Inavac produksi Unair Siap Disuntikkan, Gubernur Khofifah: gunakan vaksin hasil karya anak bangsa
Hafidz asal Jatim terpilih jadi Imam Masjid Besar di UEA, Gubernur Khofifah ucapkan selamat
Gubernur Khofifah takziyah ke Keluarga Sertu Eka dan Bidan Sri yang Jadi Korban Serangan di Yalimo
Gubernur Khofifah berduka, mayoritas prajurit KRI Nanggala-402 dari Jatim
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Pemain Film Cinta Dalam Ikhlas Hadir di Unusa untuk Ajarkan Makna Ikhlas dalam Kehidupan
Next Article Disbudpar Jatim Gelar “Festival Wisata Mancing Jawa Timur” di Sidoarjo

Advertisement

Iklan.

Iklan.

Berita Terbaru

LAZISNU PCNU Sidoarjo Dukung Dana Pembangunan Rumah Anggota Banser
Nahdliyyin
Menteri ATR/BPN Serahkan 2.532 sertipikat tanah wakaf rumah ibadah di Masjid Al-Akbar
Sospol
LPT UNAIR Targetkan Inovasi Berimpak Nasional-Global
Sospol
Ketua PWNU Jatim: Modal Utama NU adalah Silaturrahmi dan Tradisi
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

Pentingnya Pendidikan Karakter di Era Digital, Dua Ribu Lebih Mahasiswa PPG Unusa Ikut Orientasi Tahap I

04/06/2025
Sospol

Tim Dokter Unusa Dampingi PkM Penurunan Stunting di Bangkalan

07/11/2025
Sospol

Peduli Kesehatan Masyarakat, Harlah Unusa Angkat Pidato Ilmiah tentang Kesehatan

13/08/2025
Sospol

Megawati Soekarnoputri Resmikan Kebun Raya Mangrove Surabaya

26/07/2023
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?