By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Masuk Klaster Mandiri dalam Penelitian, Unusa Mantapkan Riset dan Pengabdian
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Masuk Klaster Mandiri dalam Penelitian, Unusa Mantapkan Riset dan Pengabdian
Sospol

Masuk Klaster Mandiri dalam Penelitian, Unusa Mantapkan Riset dan Pengabdian

15/04/2025 Sospol
SHARE

Surabaya – radar96.com – Tahun ini Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) telah ditetapkan masuk dalam klaster mandiri bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. Penetepan ini berdasarkan Keputusan No. 1114/E5/PG.02.00/2024 yang diterima akhir tahun lalu.

Ketua LPPM Unusa, Achmad Syafiuddin, SSi, MPhil, PhD, menyampaikan, penetepan ini menjadikan Unusa memiliki beberapa keunggulan, salah satunya memiliki kebebasan mereview usulan penelitian, termasuk siapa yang akan menjadi reviewer dan bagaimana proses review akan dilakukan, namun tetap dalam syarat dan kebijakan yang berlaku.

“Keuntungan menjadi klaster mandiri, Unusa dapat mereview sendiri dengan reviewer yang dimiliki di internal kampus, dan alhamdulillah kita sudah punya tujuh dosen yang memenuhi syarat menjadi reviewer,” ujarnya saat ditemui di Auditorium Mini Kampus C dalam kegiatan Pelatihan Reviewer Kemendiktisaintek, Selasa (15/4).

Syafiuddin menambahkan, dirinya bersama tim peneliti yang terdiri dari dosen-dosen Unusa akan terus mengembangkan roadmap riset yang telah dirancang, sekaligus memetakan luaran yang dapat diimplementasikan di masyarakat dan dunia industri sebagai bentuk nyata pengabdian masyarakat.

“Di Unusa kami membentuk berbagai pusat riset seperti CEHP dan TB Center serta membangun kelompok-kelompok riset yang melibatkan kolaborasi antardosen, baik dari Unusa maupun dari perguruan tinggi lain di dalam dan luar negeri,” ungkapnya.

“Kami juga akan terus bersinergi untuk mempertahankan capaian ini, yang terpenting adalah bekerja produktif sehingga tidak terlena dengan klasterisasi ini. Jadi diharapkan, kita tetap survive dan bertahan dengan bekerja sebaik-baiknya,” imbuh Syafiuddin.

Pada kesempatan yang sama, Prof Dr Ir Hotniar Siringoringo, selaku narasumber, menjelaskan ada beberapa indikator yang perlu diperhatikan dalam klaster mandiri, sehingga bisa tetap mempertahankannya. Mulai dari penelitian para dosen, publikasi para dosen, jabatan fungsional para dosen, hingga akreditasi program studi maupun perguruan tinggi.

Jika berbicara mengenai hak yang didapatkan perguruan tinggi pada klaster mandiri, ini berkaitan dengan anggaran penelitian dan pengabdian, yang besarannya lebih tinggi daripada klaster yang di bawahnya.

“Dalam pengelolaan penelitiannya, perguruan tinggi yang berada pada klaster mandiri bisa menentukan atau menunjuk reviewer satu dari perguruan tinggi,” jelas dosen Universitas Gunadarma tersebut.

Sedangkan satunya akan ditunjuk oleh pusat, atau dalam hal ini Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Direktorar Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi.

Dirinya juga menuturkan jika perguruan tinggi perlu mengikuti standar yang telah dibuat dalam menilai sebuah proposal penelitian sehingga harus bersikap objektif, tidak bisa dengan sembarangan memberikan nilai baik agar semua proposal penelitian bisa lolos. Pasalnya, tindakan yang demikian bahkan dapat mencoreng nama baik perguruan tinggi tesebut serta dapat merugikan pihak lain yang seharusnya bisa melakukan penelitian, namun kalah dengan tindakan yang telah dilakukan oleh reviewer semacam itu.

Prof Hotniar membeberkan, untuk menjadi reviewer ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Seperti bergelar minimum doktor, jabatan fungsional minimun lektor, pernah menjadi ketua penelitian di penelitian yang multi tahun, hingga memiliki publikasi di jurnal yang bereputasi internasional serta telah mengikuti bimbingan teknis dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

“Supaya bisa dipastikan dengan mengikuti Bimtek dari Dikti artinya bisa mengikuti standar dari Dikti,” pungkasnya.

Iklan.

You Might Also Like

Arjunu–RJI International Forum 2026 Perkuat Kolaborasi Dorong Jurnal Indonesia Menuju Scopus

BAZNAS Jatim Hadirkan Layanan Ambulans Gratis di Kediri dan Sekitarnya

Dari Nasi hingga Apel Hijau, Menu MBG SPPG Grujugan Kidul 01 Bondowoso

Semarak Pawai Budaya, Anak-Anak TK Alifya Bondowoso Belajar Arti Persatuan dalam Keberagaman

Al Irsyad Bondowoso Buka Program Milad dengan Pendaftaran Gratis dan Dukungan Biaya Rp1 Juta

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Bappeda Jatim: Pembebasan utang pajak cederai wajib pajak patuh
Next Article 26 pelajar SMA Hong Kong Kunjungi Masjid Al-Akbar Surabaya

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Adab, Kritik, dan Menjaga Marwah NU
Kolom
Gerakan Eksternal Menjelang Muktamar NU ke-35: Antara Khidmah, Kontestasi, dan Independensi Jam’iyyah
Kolom
Arjunu–RJI International Forum 2026 Perkuat Kolaborasi Dorong Jurnal Indonesia Menuju Scopus
Sospol
BAZNAS Jatim Hadirkan Layanan Ambulans Gratis di Kediri dan Sekitarnya
Sospol

You Might also Like

Sospol

Agnostik Prancis Ikrarkan Masuk Islam di Masjid Al-Akbar Surabaya

21/08/2026
Sospol

Prof. Halim Soebahar Raih “The Religious Leadership, Education, and Social Harmony Award”

21/08/2026
Sospol

Santri Jember Zaky Faizal Huda Buktikan Santri Bisa Juara MQK Jatim

18/08/2026
Sospol

Kado HUT ke-81 Kemerdekaan RI, BAZNAS Salurkan 81 Paket Bantuan Bedah Rumah

17/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?