Surabaya, radar96.com – Bidang TK/RA Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kota Surabaya melaksanakan sowan/silaturahmi kepada Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH. Abdul Matin Djawahir di Pesantren Sunan Bejagung, Tuban, Rabu (30/4/2025).
“Kami mohon do’a restu dan ijazah dari Romo Kiai Abdul Matin Djawahir
untuk keberhasilan SPMB Tahun Ajaran 2025/2026,” kata Ketua LP Ma’arif NU Kota Surabaya Drs. Moh. Kholil, M.Pd.I, yang memimpin rombongan ke Tuban itu.

Ia menjelaskan tingkat kompetisi pendidikan di kota Surabaya semakin tahun dirasakan semakin meningkat, tidak hanya pada jenjang TK/RA, tetapi sampai dengan jenjang Perguruan Tinggi, belum lagi ada rencana pendirian SMP Negeri baru di kecamatan kota Surabaya yang belum ada SMP Negeri-nya dan Sekolah Rakyat yang digagas Kemensos.
Dalam mauidhoh hasanah, Romo KH. Abdul Matin Djawahir menyampaikan beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas dan kuantitas peserta didik yang nantinya juga akan berpengaruh pada rezeki.
“Ziaroh ke makam Waliyullah tidak harus yang jauh keberadaannya (jika kondisi tidak memungkinkan), tetapi cukup dengan yang dekat keberadaan makamnya, misal yang di Surabaya dan sekitarnya dapat ke makam Sunan Ampel, Sunan Bungkul, Sunan Giri, Sunan Maulana Ibrahim, dan lain-lain,” katanya.
Romo Kiai Matin yang pernah ziaroh ke makam Waliyullah di Saudi Arabia, Mesir, Iraq, dan Uzbekistan di kota Samarkand itu menyarankan agar hidup hendaknya hanya disandarkan kepada Allah SWT dan di hati ditumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW dan Waliyullah, sehingga keberkahan dan nikmat hidup akan selalu datang.
“Jangan lupa baca surat Al Fatihah kepada Nabi Muhammad SAW, Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, dan para Waliyullah, inSyaAllah selalu berkah. Saya baru saja selesai membangun gedung senilai Rp10 M tanpa meminta bantuan dari pemerintah atau siapapun, hanya mengharap ridlo Allah SWT, biaya pembangunan tersebut akan datang dengan sendirinya,” katanya.
Saat ini, lembaganya juga sedang membangun lagi gedung senilai Rp5,8 M untuk menambah daya tampung santri yang akan dititipkan dan dididik di Pondok Pesantren Sunan Bejagung Tuban dengan lembaga pendidikan formal yakni RA, MI, SMP I (39 rombel), MTs (3 rombel baru berdiri tahun ajaran 2024/2025), MA, SMK (DKV dan TKJ), Ma’had Aly (Kajian Tasawuf dan Tarekat) dengan jumlah santri sebanyak 2.693 orang.
“Selain Fatihah, baca sholawat Nabi Muhammad SAW sebanyak 250 kali sehari semalam yang dapat dilakukan secara berangsur sebanyak 50 (lima puluh) kali setelah usai melaksanakan sholat fardlu atau dengan cara lain,” katanya.
Selanjutnya, membaca “allahul kaafi robbunal kaafi, qashadnal kaafi wajadnal kaafi, likulli kaafi kaafanal kaafi, wa ni’mal kaafi alhamdulillah, hasbunallahu wa ni’mal wakiil, ni’mal maulaa wa ni’man nashiiru”, dan membaca doa/ijazah khusus dari Romo Kiai Matin setelah sholat maghrib dan atau sholat shubuh selama 40 hari, setelah itu bisa dibaca kapan saja setelah sholat Isya’.
Rombongan LP Ma’arif NU Kota Surabaya meliputi Penasehat, Ketua, Litbang, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, Pengurus Bidang TK/RA dan staf, serta 87 Kepala TK/RA, sehingga semuanya berjumlah 100 orang.
Kegiatan awal berziarah ke kompleks makam Sayyid Abdullah Asy’ari Sunan Bejagung Tuban untuk membacakan tahlil/tawassul yang dipandu Drs. Moh. Kholil, M.Pd.I (pengantar), H.M. Bashoir, S.Pd, M.Pd.I (tawassul), H. Nur Khozin, S.Pd, M.Pd.I (tahlil), dan Drs. KH. M. Djalaluddin, M.Pd.I (doa).
Almarhum Sayyid Abdullah Asy’ari Sunan Bejagung adalah adik dari Sayyid Maulana Ibrahim Asmoroqondi ayah dari Sunan Ampel atau kakek dari Sunan Bonang.
Setelah melaksanakan kegiatan di makam Sayyid Abdullah Asy’ari Sunan Bejagung, rombongan melanjutkan perjalanan ke Pondok Pesantren Sunan Bejagung Tuban dan diterima oleh Romo KH. Abdul Matin Djawahir. (*/pna)



