Surabaya, radar96.com – Asrama Haji Embarkasi Surabaya telah dipadati jamaah calon haji. Masjid Al Mabrur Asrama Haji Sukolilo yang biasa sepi saat subuh, pada Sabtu (3/5) dipenuhi para dluyufur rahman (tamu-tamu Allah Ta’ala). Mereka adalah jamaah asal Trenggalek, Kediri, dan sebagian Gresik. Para calon tamu Allah tersebut tampak khusyuk dalam menjalankan shalat subuh berjamaah.
Seusai wirid dilanjutkan pembinaan agar semakin komplit bekal ilmu mereka. Pada Sabtu pertama di bulan Mei tersebut pembinaan disampaikan oleh Sekretaris IPHI Jawa Timur, KH Imam Mawardi Ridlwan. Awalnya para dluyufur rohman dido’akan agar diberi kemudahan dalam menjalankan ibadah haji, sekaligus diberi perlindungan oleh Allah SWT. “Semoga jamaah calon haji dapat menjadi haji yang mabrur sepanjang umur,” tuntun Kiai Imam yang diamini oleh jamaah.
Lebih lanjut Kiai Imam menuturkan, untuk mewujudkan haji mabrur sebaiknya selalu berhati-hati terhadap penyakit yang merusak ibadah haji. Di antaranya adalah sifat dan sikap riya’. Riya’ itu dicirikan dengan memamerkan ibadah, baik di medsos atau secara offline.
Sedangkan cara terbaik untuk mendapatkan predikat haji mabrur sepanjang umur, menurut Kiai Imam, adalah dengan menjaga diri untuk tidak pamer amal ibadah haji agar mendapatkan pujian dari orang lain. Sebab naik haji itu harus ikhlas, semata-mata karena Allah SWT.
Lebih lanjut pengasuh Pondok Pesantren Al-Azhaar Tulungagung itu menambahkan, sangat disayangkan jika ada perilaku yang akan menggugurkan pahala ibadah haji. Obatnya adalah menjaga dan menata niat, harus tetap ikhlas. Hindari berhaji untuk mendapatkan pengakuan sosial.
Kiai Imam menyarankan agar para jamaah calon haji sebaiknya selalu membawa tasbih, agar dapat memperbanyak wirid dan dzikir. Saat di Madinah sebaiknya memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi. Salah satunya adalah selalu melaksanakan shalat isyroq, yaitu shalat yang dilaksanakan setelah terbit matahari di setiap pagi. Dan di Madinah sebaiknya juga ada shalat dua rakaat di Masjid Quba’ dengan tata cara sudah bersuci sejak di hotel atau penginapan.
Dalam menutup pembinaan, Kiai Imam menjelaskan tata cara umroh wajib. Dan di akhir pembinaan, beliau memberi ijazah Shalawat Taisir kepada semua jamaah.



