Surabaya, radar96.com – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Jawa Timur meluncurkan tujuh buku strategis, diantaranya buku tentang kebijakan organisasi di era disrupsi digital dan buku pedoman kaderisasi.
“Di akhir masa kepemimpinan ini, saya tidak ingin IPPNU hanya meninggalkan cerita, tetapi ada legacy, berupa warisan sistem, agar IPPNU lebih kuat, lebih bermakna di masa depan, karena itu kami luncurkan tujuh buku strategis,” kata Ketua PW IPPNU Jatim periode 2022-2025 Aisyah Nur Afifah Maulidiyyah dalam siaran pers yang diterima di Surabaya, Sabtu (14/2).

Tujuh buku itu diluncurkan untuk menandai peralihan kepemimpinan IPPNU Jatim dari Aisyah Nur Afifah Maulidiyyah kepada Ketua IPPNU Jatim periode 2026-2029, Aprilia Nur Azizah, yang terpilih dalam Konferensi Wilayah IPPNU Jatim di Kampung Coklat, Kabupaten Blitar pada 6-7 Februari 2026.
Ke-tujuh buku pedoman dan karya strategis PW IPPNU Jatim adalah Buku Digital With Dignity : Etika Digital Tanpa Bias, Buku Tata Kelola Organisasi: Menuju Organisasi Profesional, Digital, & Terstandarisasi, dan Buku Pedoman Kaderisasi: Mencetak Kader Putri yang Terukur & Siap Memimpin.
Selain itu, Buku Saku Komisariat: Penguatan Akar Gerakan di Sekolah & Madrasah, Buku IPNU IPPNU Menyapa Kampus: Bekal Gen Z Kritis & Relevan di Dunia Kampus, Buku Pedoman Lembaga Konseling: Wujud Nyata Ruang Aman & Perlindungan Pelajar Putri, dan Buku Sejarah CBP KPP Jatim: Merawat Warisan Juang & Identitas Garda Bangsa.
“Peluncuran buku-buku ini menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem organisasi, kaderisasi terarah, serta perlindungan dan pengembangan potensi pelajar putri di berbagai lini mulai dari sekolah dan madrasah hingga perguruan tinggi, juga dari sisi intelektual serta kebijaksanaan dalam era disrupsi digital,” katanya.
Selain peluncuran buku, konferensi yang dibuka Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz itu juga ditandai dengan pemberian Penghargaan Akreditasi dalam tujuh kategori, yakni Bidang Organisasi, Bidang Administrasi, Bidang Kaderisasi, Bidang KPP, Inovasi Keterpelajaran, Inovasi Komisariat Perguruan Tinggi, dan Inovasi Khusus.
“Penghargaan kepada pimpinan cabang itu menguatkan tema yang diusung IPPNU selama periode 2022-2025 yakni ‘Verse Volution: Greatest of Growth’ yang bermakna sebuah perjalanan tentang pertumbuhan dan proses belajar hingga bertransformasi menjadi Warisan yang berdampak positif dan berkelanjutan. Semoga, IPPNU Jatim periode kedepan semakin kuat secara struktur, matang secara sistem, dan progresif dalam gerakan,” katanya. (*/ippnu)



